Bioenergi Berpotensi Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja dan Reduksi 12 Juta Ton Emisi

Tuesday, 2 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan bahwa pemanfaatan biomassa secara masif pada sektor ketenagalistrikan akan memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang signifikan.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan bahwa pemanfaatan biomassa secara masif pada sektor ketenagalistrikan akan memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang signifikan.

daelpos.com – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menilai pengembangan bioenergi nasional memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan energi, mempercepat dekarbonisasi, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Selain mampu menekan emisi karbon, pengembangan ekosistem biomassa juga diproyeksikan menciptakan hingga 150 ribu lapangan kerja dalam beberapa tahun ke depan. Hal tersebut disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam Seminar Series #3 bertajuk Utilisasi BioEnergy di PLN untuk Mendukung Ketahanan Energi Indonesia di ITPLN, Jakarta.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan bahwa pemanfaatan biomassa secara masif pada sektor ketenagalistrikan akan memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang signifikan.

“Kalau implementasi biomassa mencapai 10 juta ton per tahun di pembangkit, nilai ekonominya bisa mencapai Rp 11 triliun. Reduksi emisinya sekitar 12 juta ton CO2 dan potensi tenaga kerja yang tercipta bisa mencapai 150 ribu orang dalam tiga sampai empat tahun,” ujar Hokkop

Menurut Hokkop, biomassa merupakan salah satu solusi transisi energi yang dapat diimplementasikan secara cepat melalui program co-firing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Melalui skema tersebut, sebagian penggunaan batu bara digantikan dengan biomassa berbasis limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, maupun limbah organik lainnya.

“Bioenergi bukan untuk menggantikan pembangkit fosil secara total dalam waktu singkat, melainkan menjadi solusi transisi yang memungkinkan penurunan emisi secara bertahap tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik nasional,” jelasnya.

Saat ini PLN telah mengimplementasikan co-firing biomassa di 52 PLTU di berbagai wilayah Indonesia. Sepanjang tahun 2025, pemanfaatan biomassa mencapai sekitar 2,35 juta ton dengan kontribusi pengurangan emisi sebesar 2,57 juta ton CO2 ekuivalen.

PLN juga telah memanfaatkan sedikitnya 14 jenis biomassa dengan nilai kalor rata-rata 3.152 kCal/kg, di antaranya cangkang sawit, sekam padi, bonggol jagung, serbuk gergaji, limbah kayu, hingga limbah rumah tangga yang telah diolah menjadi bahan bakar alternatif.

See also  Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 Segera Hadir Pekan Depan. Ini Kilas balik kesuksesan 2024

Dalam paparannya, Hokkop mengungkapkan Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar, mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun. Potensi tersebut tersebar di berbagai wilayah, terutama Sumatera sebesar 42,8 juta ton, Kalimantan 18,9 juta ton, dan Jawa 13,1 juta ton per tahun.

Namun demikian, tingkat pemanfaatan bioenergi nasional masih relatif rendah. Saat ini konsumsi bioenergi Indonesia baru sekitar 0,35 gigajoule per kapita per tahun, jauh di bawah potensi yang tersedia yang mencapai sekitar 6,5 gigajoule per kapita per tahun.

“Indonesia memiliki sumber daya biomassa yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana membangun ekosistem pasok yang terintegrasi sehingga potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.

PLN EPI juga mulai mengembangkan pemanfaatan bioenergi berbasis biogas dan biohidrogen. Salah satunya melalui pemanfaatan gas metana dari limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) yang dapat diolah menjadi sumber energi alternatif pengganti gas alam.

“Metana memiliki potensi pemanasan global yang jauh lebih besar dibanding karbon dioksida. Dengan menangkap dan memanfaatkannya sebagai energi, kita tidak hanya menghasilkan energi bersih tetapi juga mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata Hokkop.

Saat ini PLN EPI juga tengah mengembangkan sistem digitalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memonitor rantai pasok biomassa dan operasional co-firing di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Hokkop menegaskan bahwa pengembangan biomassa tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi, tetapi juga membuka peluang usaha baru di sektor hulu, mulai dari pengumpulan bahan baku, pengolahan biomassa, logistik, hingga pengembangan teknologi energi terbarukan.

Sejalan dengan hal tersebut, PLN EPI terus mendorong keterlibatan masyarakat, petani, kelompok usaha desa, koperasi, hingga generasi muda dalam rantai pasok biomassa nasional. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam seminar, transaksi bisnis biomassa nasional telah menunjukkan perkembangan positif dan menjadi peluang ekonomi baru yang menjanjikan bagi masyarakat.

Berita Terkait

Hari Anak Nasional 2026, Pertamina Gas Gelar Office Adventure Day
PLN EPI Siapkan Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
Jakarta Discovery Day, Cara Pertamina Gas Hadirkan Ruang Belajar Baru bagi Anak di Hari Anak Nasional 2026
GHES 2026: Tegaskan Komitmen, PLN Terus Bangun Ekosistem Hidrogen Nasional
PGN Area Bojonegoro Dorong UMKM Berdaya Saing Lewat Pemanfaatan Gas Bumi
Direktur Utama PLN Energi Gas Raih Energy Executive Award 2026 sebagai Visionary Leader in Building National Gas Infrastructure
Pertamina Pacu Produksi Migas dari Regional 1 Zona 4, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
PLN EPI Perkuat Ekosistem Bioenergi Nasional, Dorong Investasi dan Kepastian Pasokan

Berita Terkait

Friday, 24 July 2026 - 16:45 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Pertamina Gas Gelar Office Adventure Day

Friday, 24 July 2026 - 15:12 WIB

PLN EPI Siapkan Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa

Thursday, 23 July 2026 - 19:08 WIB

Jakarta Discovery Day, Cara Pertamina Gas Hadirkan Ruang Belajar Baru bagi Anak di Hari Anak Nasional 2026

Thursday, 23 July 2026 - 17:24 WIB

GHES 2026: Tegaskan Komitmen, PLN Terus Bangun Ekosistem Hidrogen Nasional

Thursday, 23 July 2026 - 17:20 WIB

PGN Area Bojonegoro Dorong UMKM Berdaya Saing Lewat Pemanfaatan Gas Bumi

Berita Terbaru

Olahraga

SEA V Cup 2026 Leg 2 Indonesia Siap Tampil Melawan Filipina

Friday, 24 Jul 2026 - 10:03 WIB