Preservasi Jalan Pantura Ruas Kudus–Pati–Rembang Dipercepat, Tingkatkan Konektivitas dan Kelancaran Logistik

Saturday, 13 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat kualitas jalan nasional di koridor Pantai Utara (Pantura) Jawa yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. Salah satu penanganan yang saat ini dipercepat adalah pekerjaan preservasi ruas Kudus–Pati–Rembang, khususnya pada Jalan Lingkar Juwana–Pati di Provinsi Jawa Tengah.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan, pemerintah berkomitmen menjaga kualitas jalan nasional agar tetap mantap, aman, dan nyaman digunakan masyarakat, terutama pada jalur strategis dengan intensitas lalu lintas tinggi seperti Pantura Jawa.

“Jalur Pantura merupakan urat nadi konektivitas dan distribusi logistik nasional. Karena itu, kualitas jalan nasional harus tetap terjaga agar aman dilalui masyarakat maupun kendaraan logistik. Kementerian PU terus melakukan preservasi secara berkelanjutan agar kondisi jalan tetap andal dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah,” kata Menteri Dody.

Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta saat ini memfokuskan penanganan pada ruas Jalan Lingkar Juwana–Pati sepanjang 990 meter dengan lebar 10,5 meter. Penanganan dilakukan melalui rekonstruksi perkerasan rigid atau beton pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan cukup berat akibat tingginya beban kendaraan yang melintas setiap hari.

Pekerjaan dimulai dengan pembongkaran perkerasan lama yang rusak, dilanjutkan perbaikan tanah dasar dan pengecoran beton baru untuk meningkatkan kekuatan struktur jalan serta pengaspalan di Jembatan Lama Juwana dan pekerjaan transisi antara beton lama dan beton baru. Hingga saat ini progres pekerjaan telah mencapai 85 %, dengan pekerjaan beton rigid sudah selesai, tersisa pekerjaan aspal di atas Jembatan Jeratun dan Jembatan Juwana lama yang ditargetkan selesai di pertengahan juni 2026.

Untuk menjaga mutu pekerjaan, pelaksanaan konstruksi dilakukan dengan target pengecoran harian sebesar 200 m3 dengan total volume mencapai 2.400 m3 serta pengendalian kualitas secara konsisten di lapangan. Langkah ini penting mengingat ruas Lingkar Juwana–Pati merupakan bagian dari koridor strategis Pantura dengan volume kendaraan tinggi dan dominasi angkutan barang bertonase besar.

See also  Di G7, Menteri LHK Suarakan Negara Berkembang untuk Pendanaan Iklim

Selama pekerjaan berlangsung, BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta juga menerapkan rekayasa lalu lintas guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. Kendaraan kecil seperti minibus dan sepeda motor tetap dapat melintas di sekitar lokasi pekerjaan. Sementara itu, kendaraan besar dari arah Rembang menuju Pati dilakukan pengaturan khusus, terutama di sekitar Jembatan Jeratun yang mengalami penyempitan karena lebar jembatan hanya 7,5 meter. Adapun arus kendaraan dari arah Pati menuju Rembang tetap difasilitasi sesuai pengaturan petugas di lapangan.

Penanganan ruas Lingkar Juwana–Pati merupakan bagian dari Paket Preservasi Jalan Kudus–Pati–Rembang Tahun Anggaran 2025–2027 yang didanai melalui skema SBSN. Paket pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp202,9 miliar dengan total penanganan efektif sepanjang 14,66 kilometer. Masa pelaksanaan berlangsung selama 540 hari kalender sejak 11 Desember 2025 hingga 3 Juni 2027, dilanjutkan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender hingga 2 Juni 2028.

Melalui kegiatan preservasi ini, Kementerian PU berharap kemantapan jalan nasional di koridor Pantura semakin meningkat sehingga konektivitas wilayah, kelancaran distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus terjaga. Kementerian PU mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas selama pekerjaan berlangsung demi keselamatan bersama. (#PU608)

Berita Terkait

Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Sumur Bor untuk Jaga Ketersediaan Air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim
Kapal Kayu Lapuk, Ekspedisi Patriot Ajari Warga Segun Bikin Kapal Fiberglas
Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi
Gotong Royong Perbaiki Jembatan, Patriot Transmigrasi dan Warga Mamasa Buka Akses Pengeringan Kopi
Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang
Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027
Kementerian PU Jaga Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo
Kementerian PU Pulihkan Layanan Air dan Sanitasi di Lima Daerah Sumut

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 15:08 WIB

Kapal Kayu Lapuk, Ekspedisi Patriot Ajari Warga Segun Bikin Kapal Fiberglas

Saturday, 3 October 2026 - 21:44 WIB

Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi

Saturday, 3 October 2026 - 16:20 WIB

Gotong Royong Perbaiki Jembatan, Patriot Transmigrasi dan Warga Mamasa Buka Akses Pengeringan Kopi

Friday, 2 October 2026 - 07:53 WIB

Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang

Thursday, 1 October 2026 - 19:01 WIB

Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027

Berita Terbaru

foto ist

Energy

Pertamax dan Avtur Ditahan, Harga Oktober Tak Naik

Tuesday, 6 Oct 2026 - 16:08 WIB

foto ist

Olahraga

Timnas Indonesia Akhiri Penantian 35 Tahun

Tuesday, 6 Oct 2026 - 09:05 WIB