daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat guna mendukung pelaksanaan Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Dibangun di atas lahan seluas 9,2 hektare dengan total luas bangunan mencapai 27.372 meter persegi, kawasan pendidikan terintegrasi ini juga memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 69.628 meter persegi. Lokasinya yang dikelilingi perkebunan pohon jati menciptakan suasana belajar yang sejuk dan nyaman. Selain itu, akses menuju sekolah juga cukup strategis karena berada tidak jauh dari Gerbang Tol Cikedung.
Menteri PU, Dody Hanggodo menyatakan Sekolah Rakyat ini merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui peningkatan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat. Sehingga percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan kualitas bangunan.
“Paling penting, kualitas bukan sesuatu yang boleh dikorbankan. Saya paling anti mengorbankan kualitas, apapun yang terjadi, bangunan Sekolah Rakyat ini harus bertahan lama,” kata Menteri Dody.
Salah satu fasilitas yang menjadi daya tarik adalah lapangan sepak bola yang memiliki rumput berstandar FIFA menggunakan rumput alami jenis Zoysia matrella Linmer dengan ukuran garis lapangan 10,5 x 6,8 meter. Sementara bagian tepi (tembereng) ditanami rumput gajah mini. Lapangan ini juga dilengkapi lintasan atletik (running track) selebar 7,8 meter. Kehadiran lapangan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan prestasi para siswa di bidang olahraga.
Tak hanya itu, kawasan Sekolah Rakyat juga dilengkapi berbagai fasilitas modern, mulai dari gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA, laboratorium, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, guest house, hingga lapangan upacara. Seluruh fasilitas tersebut dirancang dalam satu kawasan terpadu untuk mendukung proses belajar mengajar sekaligus pembinaan karakter siswa.
Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Barat, Tomi Hendratno mengungkapkan, hingga 28 Juni 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 80,16 persen dengan melibatkan sekitar 920 tenaga kerja. Proyek senilai Rp236 miliar ini dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dan PT Uno Tanoh Seuramoh.
“Saat ini pekerjaan telah memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing), termasuk penuntasan penutupan atap yang ditargetkan rampung dalam pekan ini,” ujarnya di Indramayu, Senin (29/6/2026).
Tomi menambahkan, di balik kemajuan tersebut, pembangunan sempat menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya akses menuju lokasi proyek yang masih terkendala karena sekitar 2,2 kilometer jalan belum memiliki perkerasan. Saat ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga untuk mempercepat peningkatan akses tersebut melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Kementerian PU pun memastikan seluruh proses pembangunan tetap mengedepankan standar mutu konstruksi meskipun waktu pelaksanaan relatif singkat. Pengawasan kualitas dilakukan secara ketat mulai dari pemilihan material, metode konstruksi, hingga pelaksanaan di lapangan agar bangunan aman, nyaman, dan berkelanjutan untuk jangka panjang.
Kehadiran Sekolah Rakyat Indramayu diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang modern, hijau, dan nyaman, sekaligus menjadi pusat pengembangan potensi akademik maupun olahraga bagi generasi muda.(#PU608)








