daelpos.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan akan segera membahas usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) terkait penyesuaian tarif Transjakarta dan Transjabodetabek.
Tak cuma soal tarif reguler, Pramono juga membuka peluang untuk mengkaji skema tarif berlangganan Transjakarta sebesar Rp200 ribu per bulan yang diusulkan DTKJ.
“Untuk usulan dari Dewan Transportasi tentunya segera akan dikaji oleh Pemerintah DKI Jakarta. Saya sudah mendapatkan usulan tersebut, nanti kami bahas dan memang harus segera diambil keputusan,” kata Pramono.
DTKJ sebelumnya mengusulkan tarif Transjakarta dalam wilayah DKI naik menjadi Rp5.000. Sementara untuk layanan Transjabodetabek, tarif diusulkan menjadi Rp10.000.
Selain itu, DTKJ juga melempar opsi tarif langganan bagi pelanggan Transjakarta sebesar Rp200 ribu per bulan. Skema ini ditujukan untuk memberi keringanan bagi penumpang rutin, terutama pekerja komuter yang setiap hari mengandalkan transportasi umum.
Menurut perhitungan DTKJ, jika tarif normal dipatok Rp5.000 per perjalanan, maka pengguna yang bepergian pulang-pergi selama 25 hari kerja dalam sebulan bisa mengeluarkan ongkos sekitar Rp250 ribu. Dengan pola langganan, biaya itu diharapkan bisa ditekan menjadi Rp200 ribu per bulan.
Pramono menegaskan, seluruh usulan tersebut akan dibahas lebih lanjut sebelum diputuskan Pemprov DKI. Pemerintah daerah juga akan mempertimbangkan aspek keterjangkauan masyarakat, kebutuhan subsidi, hingga keberlanjutan layanan transportasi publik di Jakarta.
Pembahasan tarif ini menjadi sorotan karena menyangkut keseimbangan antara kualitas layanan, beban subsidi pemerintah, dan kemampuan masyarakat dalam mengakses transportasi umum dengan harga terjangkau.








