daelpos.com – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mengerahkan dua unit excavator untuk membantu penanganan material longsor yang menutup sejumlah akses jalan dan saluran irigasi di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengerahan alat berat tersebut merupakan bagian dari dukungan Perseroan dalam membantu penanganan dampak gempa bumi sekaligus mendukung pemulihan akses masyarakat dan infrastruktur terdampak.
Pengerahan dua unit excavator dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Satu unit excavator dikerahkan pada Jumat (21/8) di Kampung Ntaur, Desa Sano Lokom, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, dan telah menyelesaikan pekerjaan selama tiga hari. Alat berat tersebut digunakan untuk membersihkan material longsor berupa batu dan tanah yang menutupi Ruas Jalan Paka–Ntaur–Pupung serta material longsor yang menutupi Irigasi Wae Laku, Kabupaten Manggarai Timur.
Material longsor yang menutupi Irigasi Wae Laku sebelumnya menyebabkan akses air bagi masyarakat di Desa Paka, Ntaur, dan Pupung terhenti. Setelah dilakukan pembersihan, penanganan tersebut membantu memulihkan akses masyarakat dan mendukung kembali normalnya aktivitas warga di wilayah terdampak.
Atas dukungan tersebut, Ferdinandus Mbembok, ST., Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai Timur, menyampaikan apresiasi kepada Hutama Karya dan tim yang terlibat. Menurutnya, bantuan alat berat yang diberikan sangat berarti bagi masyarakat sehingga aktivitas warga dapat kembali normal di tengah kondisi gempa susulan yang masih berlangsung.
“Bantuan HK dan teman-teman semua sangat berarti bagi kami, sehingga aktivitas warga bisa kembali normal di tengah gempa susulan yang terus berlangsung. Harapan kami, ke depannya perhatian dan kerja sama dari HK bisa berlanjut dan lebih baik. Salam hormat dari kami untuk HK dan Tim HK, semoga selalu sukses dan kita semua sehat,” ujar Ferdinandus.
Sementara itu, satu unit excavator lainnya dikerahkan pada Senin (24/8) dan mulai beroperasi pada Selasa (25/8) di Kabupaten Sikka. Alat berat tersebut digunakan untuk menangani longsor yang menutupi akses jalan Bola–Sikka di Dusun Wukur, Kecamatan Lela, serta longsor yang menutupi akses jalan Woloara–Koting di Desa Koting, Kecamatan Koting. Pekerjaan penanganan tersebut direncanakan berlangsung selama delapan hari.
Pengerahan alat berat dilakukan oleh Tim Tanggap Darurat Bencana dari Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Hutama Karya. Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya berkoordinasi dengan PU Bina Marga Provinsi NTT dan BPBD kabupaten setempat untuk memperoleh informasi mengenai kondisi dan kebutuhan penanganan di lapangan.
Pengerahan bantuan alat berat tersebut juga dikoordinasikan dengan Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) melalui Dashboard Portal Forum TJSL BUMN sebagai bagian dari koordinasi dan sinergi dalam pelaksanaan dukungan penanganan bencana.
Alat berat yang dikerahkan berasal dari rekanan proyek Hutama Karya di wilayah Nusa Tenggara. Pengerahan tersebut dilakukan sebagai respons atas kondisi akses jalan dan irigasi yang terdampak material longsor, dengan target membantu mempercepat proses pembersihan dan pemulihan akses masyarakat di lokasi terdampak.
Selain pengerahan alat berat, Hutama Karya juga telah menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak gempa bumi NTT melalui Posko Satgas Bencana NTT Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Bantuan yang disalurkan mencakup bahan pangan, makanan siap konsumsi, air mineral, perlengkapan sanitasi, kebutuhan bayi dan dewasa, obat-obatan, terpal, serta selimut.
Pelaksanaan dukungan Hutama Karya mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi NTT. Dukungan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait guna menyesuaikan bentuk bantuan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Pj. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa pengerahan alat berat merupakan bagian dari komitmen Perseroan untuk turut mendukung proses penanganan dan pemulihan pascabencana, khususnya terhadap infrastruktur yang terdampak dan menjadi akses penting bagi masyarakat.
“Hutama Karya berkomitmen untuk turut mendukung proses penanganan dan pemulihan pascabencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Melalui pengerahan alat berat, kami membantu membersihkan material longsor yang menutup akses jalan dan saluran irigasi di sejumlah wilayah terdampak. Kami berharap upaya ini dapat mendukung terbukanya kembali akses masyarakat dan membantu pemulihan aktivitas di wilayah terdampak,” ujar Hamdani.
Lebih lanjut, Hutama Karya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait dalam melakukan penanganan di lapangan. Perseroan juga memantau perkembangan kondisi wilayah terdampak untuk menyesuaikan dukungan berdasarkan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan.
Hutama Karya berkomitmen untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk turut mendukung penanganan bencana dan pemulihan kondisi masyarakat serta infrastruktur terdampak secara bertahap dan berkelanjutan.








