daelpos.com – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) HK Bio Care melaksanakan kegiatan Kick Off dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Budidaya Rumput Laut bagi masyarakat pembudidaya di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Kegiatan yang dilaksanakan pada 17–18 September 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya Perseroan mendorong pengembangan budidaya rumput laut yang produktif, berkualitas, dan berkelanjutan.
Program HK Bio Care menyasar 30 pembudidaya rumput laut terpilih dari Desa Ruguk yang berasal dari empat dusun, yaitu Ruguk Induk, Sumber Jaya, Mekar Jaya, dan Tasik. Para peserta merupakan hasil asesmen dari sekitar 100 pembudidaya dan dipersiapkan sebagai agent of change yang diharapkan dapat menerapkan serta membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada kelompok pembudidaya lainnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan mengintegrasikan pembelajaran di kelas dengan praktik lapangan. Peserta mendapatkan materi mengenai potensi pengembangan usaha budidaya rumput laut, peluang pasar dan rantai nilai berbasis Blue Economy, teknologi produksi bibit unggul melalui kultur jaringan, serta penerapan Good Aquaculture Practices (GAP) yang mencakup pemilihan lokasi dan bibit, sistem budidaya, pemeliharaan, hingga panen dan pascapanen.
Penguatan kapasitas dilakukan bersama SEAMEO BIOTROP dan Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai narasumber teknis. Pada hari pertama, peserta memperoleh pembekalan mengenai potensi dan pengembangan usaha serta teknologi produksi bibit unggul melalui kultur jaringan. Sementara pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan praktik dan demonstrasi budidaya, teknik panen, penanganan pascapanen, serta pengendalian mutu hasil.
Selain pelatihan, program HK Bio Care juga mencakup dukungan sarana dan prasarana budidaya berupa tali utama, tali ris, jangkar, serta sarana panen. Program turut menyediakan rumah apung sebagai tempat penampungan bibit sebelum ditanam di lokasi budidaya kelompok untuk mendukung penerapan hasil pelatihan.
Pelaksanaan HK Bio Care juga sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, terutama Asta Cita ke-2 yang mendorong kemandirian bangsa melalui penguatan ekonomi biru, serta Asta Cita ke-3 dalam mendorong penciptaan lapangan kerja dan pengembangan ekonomi masyarakat. Program ini turut mendukung Asta Cita ke-5 melalui pengembangan nilai tambah komoditas serta Asta Cita ke-6 melalui pemberdayaan masyarakat dari tingkat desa.
Pj. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan bahwa pelaksanaan HK Bio Care merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam menjalankan TJSL yang memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penguatan kapasitas dan pengembangan potensi ekonomi lokal.
“Melalui HK Bio Care, Hutama Karya berupaya mendukung masyarakat pembudidaya rumput laut di Desa Ruguk melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta akses terhadap teknologi budidaya. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi pengembangan usaha pembudidaya di Desa Ruguk,” ujar Hamdani.
Menurut Hamdani, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program, khususnya untuk mendukung penyediaan pengetahuan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pelaksanaan program ini dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak yang memiliki kompetensi di bidang budidaya rumput laut. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat penerapan praktik budidaya yang baik serta mendukung kemandirian kelompok pembudidaya ke depan,” tambah Hamdani.
Ke depan, Hutama Karya akan melanjutkan pendampingan melalui penguatan kelembagaan kelompok, pengembangan usaha dan pemasaran, serta pengukuran dampak program. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian kelompok pembudidaya sekaligus menjaga keberlanjutan manfaat program bagi masyarakat sekitar.








