daelpos.com – Pemulihan pascabencana di Sumatra terus memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi permanen. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan kembali berbagai fasilitas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mulai dari fasilitas umum, kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur sumber daya air.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan pemulihan pascabencana Sumatra dilakukan secara bertahap. Setelah akses darurat dipulihkan untuk memastikan masyarakat tetap terhubung, penanganan dilanjutkan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi permanen agar fungsi infrastruktur dapat kembali secara optimal dan berkelanjutan.
“Yang kita kejar bukan hanya konektivitas kembali tersambung, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dibangun kembali dapat memberikan pelayanan yang aman dan andal bagi masyarakat,” kata Menteri Dody.
Hingga 22 September 2026, program rehabilitasi dan rekonstruksi Kementerian PU di tiga provinsi terdampak mencakup 370 fasilitas peribadatan, 121 fasilitas kesehatan, dan 364 fasilitas pendidikan keagamaan.
Di Provinsi Aceh, terdapat 137 fasilitas peribadatan yang masuk dalam program, dengan 109 lokasi telah mulai konstruksi. Di Sumatera Utara terdapat 208 fasilitas dengan 64 lokasi mulai konstruksi, sedangkan di Sumatera Barat terdapat 25 fasilitas dengan tiga lokasi telah mulai konstruksi.
Sementara untuk fasilitas kesehatan, program mencakup 50 fasilitas di Aceh dengan 43 lokasi telah mulai konstruksi. Kemudian 36 fasilitas di Sumatera Utara dan 21 lokasi mulai konstruksi. di Sumatera Barat terdapat 35 fasilitas dengan 17 lokasi telah mulai konstruksi.
Pemulihan juga menyasar fasilitas pendidikan keagamaan. Di Aceh terdapat 207 madrasah dan 69 pondok pesantren, di Sumatera Utara 57 madrasah, serta di Sumatera Barat 29 madrasah dan dua pondok pesantren yang masuk dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Infrastruktur Air Kembali Dipulihkan
Selain itu, pemulihan infrastruktur sumber daya air juga dilakukan untuk mengembalikan fungsi sungai dan mengurangi risiko bencana lanjutan. Dari total 14 bendung kewenangan pusat yang terdampak, empat telah selesai ditangani pada fase tanggap darurat, sementara sembilan masih dalam proses penanganan lanjutan dan satu sedang ditangani.
Kementerian PU telah melakukan normalisasi 38 sungai pada fase tanggap darurat dari total 94 sungai kewenangan pusat. Selain itu, enam muara sungai telah selesai dinormalisasi untuk mengembalikan fungsi aliran air pascabencana.
Kementerian PU juga menyiapkan pembangunan infrastruktur pengendali sedimen melalui Sabo Dam. Secara keseluruhan terdapat target 111 unit Sabo Dam, terdiri dari 97 Sabo Dam, termasuk 12 Sabo Dam Oprit dan 14 Sand Pocket. Saat ini terdapat enam Sabo Dam yang masuk paket pekerjaan on going, masing-masing di Gayo Lues, Tapanuli Tengah, dan Tanah Datar.
Dengan penanganan rehab-rekon fasilitas publik, Kementerian PU berupaya memastikan proses pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pemulihan fisik infrastruktur, tetapi juga mendukung kembalinya aktivitas dan pelayanan masyarakat di wilayah terdampak.








