Bisa Hemat Listrik UMKM, Inovasi Cerdaya ITPLN Borong Penghargaan

Thursday, 15 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Mahasiswa S1 Teknik Sistem Energi Institut Teknologi PLN (ITPLN), Ahmad Hafidz Susanto, mengembangkan CERDAYA (Smart Energy Management System), perangkat manajemen energi berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menekan biaya listrik.

Inovasi tersebut meraih dua penghargaan sekaligus, yakni medali perak atau juara kedua dan Best Idea dalam kategori Business Plan Competition pada InspireX Summit Fest 2026 yang diselenggarakan Universitas Brawijaya, Malang.

Dalam pengembangannya, Ahmad berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh, yakni Aira dan Fayad. Menurut Ahmad, gagasan awal dan pembuatan perangkat CERDAYA berasal dari dirinya, sedangkan rekan satu timnya berkontribusi menyempurnakan sistem berbasis web dan alur bisnis.

“Jadi, kami mengembangkan alat inovasi itu dalam satu tim dengan mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala, Aceh. Namun, ide dan alatnya murni saya buat sendiri. Mereka membantu menyempurnakan sistem web serta alur bisnisnya,” ujar Ahmad saat berbincang, Kamis, 15 Oktober 2026.

Diakuinya, pembuatan perangkat CERDAYA juga mendapat dukungan dari PT Pembangunan Aceh (PEMA) dan PLN Aceh untuk membiayai proses perakitan alat. CERDAYA dikembangkan untuk menjawab persoalan efisiensi energi pada UMKM, khususnya usaha yang menggunakan peralatan listrik berdaya besar, seperti laundry, kafe, dan sektor budidaya produktif.

Ahmad menilai, biaya listrik menjadi salah satu komponen operasional yang memengaruhi keuntungan pelaku usaha. Sementara itu, audit energi konvensional membutuhkan biaya yang relatif besar dan perangkat pemantauan listrik generik belum tentu sesuai untuk seluruh jenis peralatan.

“Inovasi CERDAYA ini menggunakan sensor current transformer (CT) clamp yang dipasang pada sejumlah titik untuk mengukur konsumsi daya peralatan listrik,” katanya.

See also  Peningkatan Pendapatan Dorong PLN Masuk Fortune Global 500

Data yang terkumpul, lanjut Ahmad, kemudian dianalisis menggunakan teknologi AI Predictive Analytics untuk menghasilkan evaluasi penggunaan energi dan rekomendasi penghematan.

Laporan pemakaian listrik beserta rekomendasi efisiensi dikirimkan secara berkala melalui aplikasi WhatsApp. Informasi tersebut disajikan dalam nominal rupiah agar mudah dipahami pengelola usaha dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional.

Dengan sistem tersebut, pelaku UMKM diharapkan dapat mengidentifikasi penggunaan listrik yang tidak efisien tanpa harus melakukan pencatatan konsumsi daya secara manual.

“Untuk memperluas akses teknologi bagi UMKM, CERDAYA menawarkan skema Hardware-as-a-Service (HaaS) atau Rent-to-Own dengan biaya Rp179 ribu per bulan,” ucapnya.

Skema ini dirancang agar pelaku usaha dapat menggunakan perangkat pemantauan energi tanpa harus mengeluarkan modal awal yang besar untuk membeli perangkat.

Berdasarkan hasil ujicoba, Ahmad menjelaskan potensi penghematan tagihan listrik rata-rata dapat mencapai Rp500 ribu per bulan. Jika hasil tersebut tercapai, penghematan bruto setelah dikurangi biaya berlangganan berpotensi mencapai Rp321 ribu per bulan.

Besaran penghematan aktual tetap bergantung pada pola konsumsi listrik, karakteristik peralatan, serta rekomendasi efisiensi yang dapat diterapkan oleh masing-masing usaha.

CERDAYA telah diimplementasikan pada usaha laundry lokal di Jakarta Barat dan tambak udang Ananta Group di Meulaboh, Aceh. Penerapan pada dua sektor berbeda tersebut menjadi langkah awal untuk menguji fleksibilitas perangkat dalam membantu pengelolaan energi, baik pada usaha jasa perkotaan maupun kegiatan budidaya perikanan.

“Ke depan, tim CERDAYA menargetkan perluasan implementasi hingga 10.000 titik UMKM di berbagai kota besar di Indonesia dalam tiga tahun,” imbuhnya.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi manajemen energi yang lebih terjangkau sekaligus membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi biaya operasional.

See also  Merakit Dapur Energi Nasional di Kilang Balikpapan

“Harapann6a, alat cerdaya itu dapat dikomersialkan dan bermanfaat serta berdampak kepada banyak orang terutama umkm,” ucapnya.

Bagi Ahmad, CERDAYA tidak hanya menjadi inovasi teknologi, tetapi juga upaya menghadirkan solusi yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat. Kolaborasi lintas perguruan tinggi dan dukungan mitra industri menjadi bagian dari proses pengembangan agar inovasi tersebut memiliki manfaat nyata bagi sektor usaha produktif.

Berita Terkait

Bangun Budaya Inovasi Berkelanjutan, PLN Energi Gas Dorong EGeneration Ciptakan Nilai Nyata bagi Perusahaan
RUPSLB Tetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN
Pertamina Patra Niaga Perkuat Armada dan Operasional Terminal 24 Jam untuk Percepat Distribusi BBM di Bali
Tongkat Estafet Dirut PLN Beralih ke Suroso Isnandar
Minyak Dunia Meroket, BBM Subsidi Nggak Ikut Melonjak
H-CORE Karya Mahasiswa ITPLN Raih Penghargaan Internasional
Pertamina dan Transjakarta Jajaki Pengembangan Bus Hidrogen untuk Transportasi Bersih Rendah Karbon
Semangat Kesaktian Pancasila, PLN EPI Petakan Potensi Masyarakat UB Forest untuk TJSL Berkelanjutan

Berita Terkait

Thursday, 15 October 2026 - 17:32 WIB

Bisa Hemat Listrik UMKM, Inovasi Cerdaya ITPLN Borong Penghargaan

Thursday, 15 October 2026 - 17:00 WIB

Bangun Budaya Inovasi Berkelanjutan, PLN Energi Gas Dorong EGeneration Ciptakan Nilai Nyata bagi Perusahaan

Thursday, 15 October 2026 - 12:42 WIB

RUPSLB Tetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN

Thursday, 15 October 2026 - 09:50 WIB

Pertamina Patra Niaga Perkuat Armada dan Operasional Terminal 24 Jam untuk Percepat Distribusi BBM di Bali

Wednesday, 14 October 2026 - 21:51 WIB

Tongkat Estafet Dirut PLN Beralih ke Suroso Isnandar

Berita Terbaru