daelpos.com — Institut Teknologi PLN (ITPLN) menerima hibah alat laboratorium dari PT Enerflow Engineering Indonesia. Hal ini tercermin dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, terutama dalam bidang teknik mesin, sistem kendali mesin, dan efisiensi energi.
Rektor ITPLN Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., dan Direktur PT Enerflow Engineering Indonesia Ir. Yunita Fahmi, M.Si., menandatangani MoU yang mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, magang industri, hingga pengembangan inovasi teknologi. Kerja sama tersebut juga membuka peluang hibah peralatan laboratorium dan praktikum untuk mendukung pembelajaran berbasis kebutuhan industri.
“Kolaborasi perguruan tinggi dan industri harus berlanjut menjadi program nyata yang meningkatkan kompetensi mahasiswa,” ujar Iwa dalam keterangannya, Senin, 19 Oktober 2026.
Menurutnya, perguruan tinggi perlu menyiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan sektor energi dan perkembangan teknologi. Keterlibatan industri dalam proses pendidikan menjadi salah satu cara untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan persoalan teknis di lapangan.
Sementara itu, Yunita Fahmi mengatakan hibah peralatan kepada ITPLN merupakan bentuk terima kasih atas perjalanan panjang dan pengalaman profesionalnya bersama ekosistem PLN selama sekitar 18–19 tahun.
“Kami berharap keahlian yang selama ini dikembangkan di industri dapat diteruskan melalui pendidikan, sehingga mahasiswa memiliki kesempatan mempelajari teknologi yang dibutuhkan untuk menangani peralatan pembangkit,” kata Yunita.
Salah satu alat yang dihibahkan Yunita adalah governor, perangkat pengendali yang berperan mengatur kerja mesin, termasuk putaran dan suplai bahan bakar. Menurut dia, penguasaan teknologi ini dapat membantu melahirkan teknisi yang lebih mandiri, meningkatkan efisiensi operasional, serta mempercepat proses perawatan dan perbaikan mesin.
“Pemahaman terhadap kondisi setiap mesin juga berpotensi membantu teknisi memperkirakan kebutuhan suku cadang sebelum pekerjaan perbaikan dilakukan,” imbuhnya.
Melalui MoU tersebut, ITPLN dan Enerflow juga membuka ruang untuk magang, kunjungan industri, kuliah praktisi, pelatihan, uji kompetensi, riset terapan, serta pemanfaatan sumber daya bersama. Yunita berharap fasilitas dan pengalaman industri yang dibagikan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghasilkan teknisi andal dan inovasi yang bermanfaat bagi industri energi nasional








