daelpos.com – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, menerima Honorary Fellow Award dalam rangkaian 44th Conference of ASEAN Federation of Engineering Associations (CAFEO 44) di Bandung. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas peran strategis dalam mendorong investasi dan hilirisasi industri, yang membutuhkan dukungan penguasaan teknologi, inovasi, serta kompetensi keinsinyuran. Atas kontribusinya dalam mendukung kemajuan dunia keinsyinuran di Indonesia, Todotua diusulkan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sebagai penerima penghargaan tersebut dan mendapatkan persetujuan dari 11 anggota AFEO yang merupakan organisasi profesi insinyur negara-negara ASEAN.
“Penghargaan ini merupakan suatu kehormatan sekaligus amanah bagi saya untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan rekan-rekan profesional insinyur dalam mendorong investasi berkualitas, mempercepat hilirisasi industri, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat regional maupun global,” jelas Wamen Todotua.
Dalam menjalankan tugasnya, Wamen Todotua berperan mendukung kebijakan peningkatan investasi dan pengembangan industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Agenda tersebut berkaitan erat dengan kebutuhan penerapan teknologi, peningkatan kapasitas produksi, dan pengembangan industri manufaktur agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan bersaing di pasar global.
CAFEO 44 mempertemukan para profesional keinsinyuran dan pemangku kepentingan dari negara-negara ASEAN untuk membahas perkembangan teknologi, inovasi, dan kontribusi profesi insinyur terhadap pembangunan. Forum ini juga membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan komunitas keinsinyuran dalam menjawab kebutuhan teknologi di sektor industri.
“CAFEO 44 Bandung diselenggarakan selama 3 hari sejak 21 Oktober 2026 dengan agenda konferensi, pameran keinsyinuran, working group, serta kunjungan teknis dari 1.218 partisipan dari berbagai negara di ASEAN. Peran strategis AFEO memperuat jejaring kerjasama professional keinsyinuran antarnegara anggota” jelas Chairperson ASEAN Federation of Engineers Association Santhi H. Serad.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mendorong investasi yang mendukung peningkatan kapasitas industri, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan produk bernilai tambah di dalam negeri. Keterlibatan para ahli dan insinyur diperlukan untuk mendukung proses tersebut, mulai dari pengembangan teknologi pengolahan hingga peningkatan efisiensi dan kualitas produksi.
Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas keinsinyuran diharapkan dapat mendukung pengembangan industri nasional sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.








