E-learning Perhutanan Sosial: Menjaga Api Semangat Petani di Masa Pandemi

Saturday, 9 May 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Swary Utami Dewi
(Anggota Tim Penggerak Percepatan Perhutanan Sosial)

DAELPOS.com – Di masa pandemi Covid19 ini hampir semua kegiatan yang rutin dan lazim dilakukan terhenti. Keharusan “stay at home” untuk memutus rantai penularan virus ini, tidak bisa dihindari bisa menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan kebingungan bagi banyak orang. Hal tersebut wajar dirasakan dan ditemui di mana-mana. Sejalan dengan hal itu, semangatpun seringkali naik turun menghadapi wabah global tersebut. Hal ini tentunya juga dialami oleh banyak petani hutan di Indonesia. Pelatihan online atau e-learning Perhutanan Sosial (PS) yang diselenggarakan sejak akhir April 2020 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ternyata bisa membuat api semangat belajar petani hutan tetap terjaga di masa pandemi ini.

“Kita merasa disayang oleh tutor dan panitia. Bahkan merasa sudah seperti saudara. Ini membuat kita tetap bersemangat.” Demikian ungkapan jujur dari seorang perempuan adat yang juga petani bernama Ramlah, pada saat ditanya kesannya mengikuti pelatihan. Perempuan muda ini berasal dari Masyarakat Hukum Adat (MHA) Ammatoa Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ramlah adalah salah seorang peserta e-learning PS.

E-learning PS ini sendiri sampai sekarang telah berjalan dua gelombang. Gelombang 1 pada 27-30 April 2020 diikuti total 498 peserta, sementara gelombang 2 berlangsung 5 – 9 Mei 2020 diikuti 514 peserta. Peserta sendiri berasal dari pendamping dan penyuluh kehutanan serta kelompok petani hutan dari berbagai tempat di Indonesia, yang sudah mendapatkan akses legal PS.

Apa saja yang dijalani peserta saat mengikuti e-learning? Peserta mempelajari lima seri Pendampingan Perhutanan Sosial, yang terdiri dari Seri Pendampingan Tahap Awal, Seri Pengelolaan dan Pengembangan Kawasan Hutan dan Lingkungan, Seri Kerjasama, Akses Modal dan Pasar, Seri Pengelolaan Pengetahuan serta Seri Monitoring dan Evaluasi. Semua dikemas menjadi serangkaian mata pelajaran yang total diberikan selama empat hari, dari pagi hingga siang. Sebelum kelas via zoom ini dimulai, peserta telah mempelajari terlebih dahulu modul dan paparan. Sesudah kelas selesai, ada tugas dan serangkaian tes yang diberikan kepada peserta. Selesai pelatihan empat hari, masih ada tugas membuat rencana tindak lanjut yang nanti akan diterapkan di masing-masing tempat.

See also  Tiba di Malaysia, Prabowo Berencana Temui PM Malaysia Anwar Ibrahim

E-learning yang padat ini, nyatanya dinikmati dengan baik oleh peserta. Hampir tanpa mengeluh, petani dan pendamping PS tersebut menekuni modul demi modul. Berbagai ekspresi “nyaman namun serius” ditampilkan peserta saat mengikuti kelas. Paling tidak dua orang peserta pada gelombang 1 lalu misalnya, menyimak tutorial sambil menunggu istri melahirkan. Ada beberapa peserta laki-laki yang duduk di depan kamera hp sambil memangku anak. Ada pula seorang peserta yang sedang belajar nampak ditunggui sang ibu yang ingin tahu aktivitas anaknya. Lain lagi cerita beberapa petani nun jauh dari Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku sana yang mengikuti pelatihan bersama-sama dengan teman-teman petani lainnya. Pendeknya, semua terlihat bersemangat. Semua nampak terlibat bersama-sama peserta, dari anak, suami, ibu, kerabat dan sahabat.

Mata pelajaran yang diberikan oleh para narasumber dan tutor dirancang sesuai dengan kebutuhan dan bisa diterapkan oleh petani maupun pendamping di tempat masing-masing. “Saya senang, Bu. Kemarin saya dapat pelatihan pemetaan. Jadi saya mulai tahu cara menggunakan GPS. Dan ini memang saya perlukan di kelompok, ” tutur Andi Samsualang, seorang petani dari Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Senada dengan Andi, petani lainnya, Manawi dari Kelompok Tani Hutan Tandung Billa, Palopo, Sulawesi Selatan, mengatakan bahwa pelatihan ini menjadi nilai tambah bagi diri dan kelompoknya. “Bermanfaat, Bu,” tegasnya tertawa lebar. “Saya jadi makin tahu banyak hal. Pokoknya semangat 45” imbuhnya penuh percaya diri.

Satu-satunya keluhan yang terkadang timbul adalah masalah sinyal. Perlu kesabaran lebih bagi sebagian peserta yang ada di pelosok atau pedalaman untuk mengakses sinyal, utamanya bagi yang berada di Sulawesi, Maluku dan Maluku Utara. “Wah sinyal hilang…” Lalu sesaat suara timbul tenggelam dan lenyap. Dan saat muncul kembali, sang petani dengan beberapa temannya sudah nampak berada di luar ruangan. Latar langit biru dengan pepohonan rindang muncul di layar tutor. Dan ini lazim terjadi bagi peserta yang berasal dari Maluku dan Maluku Utara, misalnya dari Kabupaten Seram Bagian Barat. Meski sinyal hilang timbul, mereka tidak kehabisan akal berpindah tempat secara cepat untuk mencari sinyal demi tetap bisa mengikuti kelas.

See also  Diskusikan Akar Masalah Banjir Tahunan, Mensos Sarankan Bupati Gorontalo Bangun Tanggul

Maka saat pelatihan ini berakhir di setiap gelombang, kerap muncul kesan polos menggugah dari peserta. “Saya terharu,” kata Manawi. “Di masa pandemi ini kami tetap diperhatikan.” Demkian juga ungkapan Ramlah seperti tertulis di atas tadi, yang merasa disayang oleh tutor dan panitia. Mendengar ungkapan-ungkapan ini, saya yang menjadi salah satu tutor juga turut merasa senang dan terharu.

Ke depan, sesudah pandemi berakhir, beberapa peserta berharap pelatihan seperti ini, bisa dilakukan lagi. Jika perlu dikembangkan terus sesuai kebutuhan petani. Untuk itu, patut kiranya diacungi jempol bahwa e-learning PS oleh KLHK ini ternyata mampu menjaga bara semangat petani di masa Covid19 ini. Bak setetes air di padang pasir.

Berita Terkait

Menteri PU: Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Berjalan Relatif Lancar, Evaluasi Terus Dilakukan
Puncak Arus Balik, Jasa Marga Tutup Rest Area KM 52B, dan Berlakukan Buka Tutup di KM 62B
Tol Fungsional Japek II Selatan Bantu Urai Kepadatan Arus Balik Bandung-Jakarta
Mudik Lebaran 2026, Trafik JTTS Tembus 159 Ribu Kendaraan, Naik 74 Persen
Kemenag Gelar Sidang Isbat Besok, Penentuan Lebaran 2026
Kejar Target Mudik Aman, Pemerintah Ngebut Benahi Tol Jakarta–Tangerang
One Way Nasional Digelar, Korlantas Antisipasi Puncak Mudik
Contraflow Diperpanjang, KM 47–70 Arah Cikampek

Berita Terkait

Wednesday, 25 March 2026 - 17:14 WIB

Menteri PU: Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Berjalan Relatif Lancar, Evaluasi Terus Dilakukan

Tuesday, 24 March 2026 - 22:58 WIB

Puncak Arus Balik, Jasa Marga Tutup Rest Area KM 52B, dan Berlakukan Buka Tutup di KM 62B

Tuesday, 24 March 2026 - 22:27 WIB

Tol Fungsional Japek II Selatan Bantu Urai Kepadatan Arus Balik Bandung-Jakarta

Friday, 20 March 2026 - 22:08 WIB

Mudik Lebaran 2026, Trafik JTTS Tembus 159 Ribu Kendaraan, Naik 74 Persen

Thursday, 19 March 2026 - 00:07 WIB

Kemenag Gelar Sidang Isbat Besok, Penentuan Lebaran 2026

Berita Terbaru

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia / foto ist

Berita Utama

Genjot Hilirisasi, Pemerintah Kejar Ketahanan Energi Nasional

Thursday, 26 Mar 2026 - 13:33 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung / foto ist

News

Pramono Tegaskan ASN Telat Masuk Usai Lebaran Bakal Disanksi

Thursday, 26 Mar 2026 - 13:24 WIB

Hukum

OJK dan Bareskrim Amankan Tersangka Kasus BPR di Malang

Thursday, 26 Mar 2026 - 12:15 WIB

Berita Terbaru

Pemerintah dan Jasa Marga Cek Kesiapan Hadapi Puncak Arus Balik

Thursday, 26 Mar 2026 - 11:59 WIB