BKSDA Kalimantan Timur Selamatkan Orangutan di Bontang

Saturday, 30 May 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur berhasil menyelamatkan 1 (satu) individu Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus morio) liar berjenis kelamin jantan, dari kebun masyarakat di Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Penyelamatan dilakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat melalui Call Center Balai Taman Nasional Kutai pada Kamis (28/5). Laporan ini kemudian diteruskan ke Call Center BKSDA Kalimantan Timur untuk ditindaklanjuti karena lokasinya berada di luar kawasan TN Kutai.

“Kami menugaskan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan komunikasi awal kepada masyarakat pelapor untuk mendapatkan gambaran lokasi dan informasi-informasi tambahan lainnya sebagai dasar untuk mempersiapkan perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan dalam menggelar operasi penyelamatan satwa liar,” ungkap Kepala BKSDA Kalimantan Timur Sunandar.

Tim WRU BKSDA Kalimantan Timur yang terdiri dari 3 (tiga) orang personil teknis dan 1 (satu) orang dokter hewan pun berangkat dari Samarinda menuju lokasi keberadaan orangutan tersebut pada tanggal 29 Mei 2020. Dalam proses penyelamatan, tim dibantu masyarakat dengan menjadi penunjuk jalan ke lokasi bersarangnya orangutan dan persiapan perlengkapan-perlengkapan penyelamatan.

Lebih lanjut, Kepala Resort KSDA Kutai Timur dan Bontang Witono, sebagai ketua tim penyelamatan dari lokasi memberikan informasi seputar orangutan yang sudah beberapa hari berada dilokasi tersebut.

“Orangutan telah berada di kebun masyarakat kurang lebih seminggu. Selama itu, setiap hari orangutan tersebut memakan buah nangka yang ada di kebun masyarakat dan mulai memakan umbut pohon kelapa dan kelapa sawit yang ditanam masyarakat sehingga beberapa pohon rusak dan mulai mati, kemudian pada sore hari akan kembali ke hutan di batas kebun untuk bersarang dan istirahat. Hal tersebut yang cukup meresahkan dan merugikan masyarakat. Akan tetapi, masyarakat juga telah sadar bahwa orangutan merupakan jenis satwa yang dilindungi Undang Undang, sehingga masyarakat berinisiatif hanya melakukan upaya penghalauan mandiri terlebih dahulu dan kemudian melaporkannya untuk dilakukan penanganan dan penyelamatan lebih lanjut oleh petugas yang berwenang,” jelas Witono.

See also  Menteri LHK Indonesia ajak Menteri Iklim dan LH Norwegia ke Salah Satu Titik Rehabilitasi Mangrove

Sementara itu, anggota tim WRU BKSDA Kalimantan Timur Rido mengungkapkan bahwa proses penyelamatan orangutan ini berjalan cukup lancar dan tidak menemukan kendala yang serius.

“Kesulitan teknis lebih banyak terjadi pada faktor upaya pembiusan orangutan yang bersembunyi di cabang-cabang pohon yang tertutup daun-daun yang cukup lebat dengan ketinggian kurang lebih 10 (sepuluh) meter. Upaya pembiusan menggunakan senapan bius dilakukan secara hati-hati dan sesuai prosedur. Akhirnya setelah 2 (dua) kali upaya penembakan bius, orangutan tersebut dapat terbius kurang lebih pada jam 16.00 dan segera diturunkan dari pohon,” ungkapnya.

Orangutan tersebut dapat dievakuasi sepenuhnya pada sore hari sekitar jam 18.00 WITA dan langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum dimasukkan dalam kandang transfer. Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa orangutan tersebut merupakan orangutan dewasa liar dalam kondisi sehat, berkelamin jantan, usia kurang lebih 15 tahun, perkiraan berat badan 70 – 80 kg.

Hasil koordinasi lebih lanjut, berdasarkan laporan penilaian kesehatan satwa, antara tim WRU BKSDA Kalimantan Timur di lapangan, Kepala BKSDA Kalimantan Timur dengan Kepala Balai TN Kutai, maka diputuskan bahwa orangutan tersebut akan langsung dipindahkan untuk dilepasliarkan ke dalam kawasan Taman Nasional Kutai sebagai lokasi terdekat yang habitatnya sesuai untuk orangutan tersebut. Oleh karena itu, tim WRU BKSDA Kalimantan Timur langsung melanjutkan pemindahan dan mempersiapkan proses pelepasliaran orangutan di wilayah Resort Sangkima dalam kawasan TN Kutai bersama dengan tim WRU Balai TN Kutai.

Pemantauan lebih lanjut pasca pelepasliaran menunjukkan bahwa meskipun pelepasliaran dilakukan pada malam hari, orangutan tersebut tetap membuat sarang baru sementara. Orangutan terpantau telah bergerak masuk ke dalam hutan pada keesokan harinya.

“Kami bersyukur, upaya penanganan konflik satwa liar melalui penyelamatan sampai pelepasliaran orangutan ini dapat dilaksanakan dengan lancar, terutama dengan kesadaran dan dukungan masyarakat,” kata Sunandar.

See also  Selamat! Indonesia Terpilih Mewakili Asia sebagai Anggota Dewan FAO (2021-2024)

Hal ini juga tidak terlepas dari kerjasama yang baik antar unit pelaksana teknis lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Sunandar juga menyampaikan, proses penyelamatan dan pelepasliaran orangutan ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Semoga semua upaya tersebut akan semakin memperkuat upaya-upaya konservasi keanekaragaman hayati di Kalimantan Timur,” lanjutnya.

Berita Terkait

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan
Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Berita Terkait

Thursday, 24 September 2026 - 14:22 WIB

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Thursday, 24 September 2026 - 13:59 WIB

Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat

Thursday, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Wednesday, 23 September 2026 - 23:53 WIB

KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Wednesday, 23 September 2026 - 18:30 WIB

Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya

Berita Terbaru

 Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Syamsir Abduh / foto ist

News

Guru Besar ITPLN Ingatkan Syarat Ekspor Listrik Indonesia

Thursday, 24 Sep 2026 - 14:12 WIB