MenKopUKM Dorong KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah Pati Naik Kelas Ke Level Nasional

Saturday, 4 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Fastabiq Khoiro Ummah di Pati, Jawa Tengah untuk “naik kelas” menjadi koperasi berskala nasional.

“Saya bersilaturahmi dengan pak Ridwan karena saya tahu KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah salah satu koperasi berprestasi. Saya sudah mendapatkan paparan yang detail luar biasa,” tegas MenkopUKM Teten Masduki usai berdialog dengan pimpinan KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah di Pati, Jawa Tengah, Sabtu (4/7/2020).

Dalam silaturahmi tersebut MenkopUKM ditemani Dirut LPDB-KUMKM Supomo, Deputi SDM Arief Rahman Hakim, Staf khusus Riza Damanik, Kadis koperasi Jateng Ema Rahmawati, dan Dirut KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah Muhammad Ridwan.

MenKopUKM mengatakan, KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah merupakan koperasi modern yang telah mengembangkan sistem pembiayaan syariah. Pemerintah, kata Teten, membutuhkan koperasi- koperasi tersebut untuk bisa menjadi koperasi besar. Bahkan menurutnya, KemenKopUKM memiliki gagasan untuk mengembangkan koperasi ini memiliki jaringan untuk pembiayaan UMKM, khususnya bagi anggota koperasi.

“Jadi ini koperasi simpan pinjam yang sudah modern dalam mengembangkan sistem pembiayaan. Sudah saatnya naik kelas. Karena kita butuh koperasi koperasi ini tumbuh besar dan kami lagi punya gagasan untuk menggunakan pembiayaan syariah menjadi jaringan untuk penyaluran pembiayaan UMKM yang lebih efektif dan lebih ramah bagi UMKM yang menjadi anggota koperasi,” katanya.

Menurut Teten, meskipun KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah belum menjadi mitra LPDB-KUMKM, namun pihaknya menawarkan kerjasama untuk membesarkan koperasi berprestasi tersebut.

“Kebetulan belum menjadi mitra LPDB, tadi kita tawarkan ayo kita sama sama besarkan. Ini potensial untuk menjadi tumbuh dan besar,” ujarnya.

Ia mencontohkan, Rabo Bank awalnya adalah koperasi, kemudian koperasi susu Fontera di New Zealand, yang kini sudah tumbuh dan berkembang pesat. Untuk itu, pihaknya berharap di Indonesia koperasi yang sudah ada akan dimaksimalkan atau bisa bergabung membentuk sebuah koperasi besar, agar penyerapan tenaga kerja lebih banyak dan bisa ikut mengembangkan usaha kecil naik kelas.

See also  Dukung Pembangunan Infrastruktur Tahan Gempa, Kementerian PUPR Luncurkan Buku Peta Deagregasi Bahaya Gempa Indonesia untuk Perencanaan dan Evaluasi Infrastruktur Tahan Gempa

“Di luar negeri koperasi besar-besar, Rabo Bank itu didirikan oleh koperasi. Koperasi produksi seperti Fontera di New Zealand koperasi susu dan banyak lagi. Koperasi itu tumbuh berkembang dan bergabung menjadi besar. Seharusnya kita jangan terlalu banyak koperasi. Dalam skala kecil sulit. Sekarang harus memperbesar koperasi yang ada dan bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak serta bisa juga ikut mengembangkan usah kecil yang baru tumbuh,” kata Teten.

Menurut Teten, jika hal tersebut terwujud di setiap wilayah di Indonesia, maka pemerintah mudah melakukan pemberdayaan ekonomi rakyat, menyalurkan pembiayaan serta ekonomi rakyat akan tumbuh.

“Kalau ada disetiap daerah maka ringan bagi pemerintah melakukan pemberdayaan ekonomi rakyat, menyalurkan pembiayaan dan menjadi kekuatan ekonomi rakyat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah, Muhammad Ridwan menjelaskan, pihaknya siap naik kelas dari tingkat propinsi ke level nasional.

“Saya ijin pak menteri, sekarang tingkat propinsi dan mau naik kelas ke tingkat nasional,” kata Ridwan.

Menurutnya, KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah akan terus mengedukasi anggota, agar tetep eksis dalam kondisi apapun. Selain itu akan memperluas layanan dari yang sebelumnya hanya di Jawa Tengah, berkembang ke Jawa Timur dan propinsi lainnya.

“Target jangka pendek adalah mengedukasi anggota agar koperasi ini tetep eksis dalam kondisi apapun.Target kedua seperti saran pak menteri, kita harus meluaskan layanan. Tidak hanya Jateng saja, tetapi sekarang sudah merambah Jatim. Syarat naik kelas harus itu,” ujarnya.

Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Fastabiq Khoiro Ummah yang berada di Jl. Raya Pati-Tayu KM.3 Tambaharjo, Pati, Jawa Tengah dinobatkan sebagai koperasi berprestasi 2019, dengan standar ISO 9001-2008 manajemen mutu. Memiliki anggota lebih dari 26 ribu orang. Bahkan asetnya kini mencapai Rp 347 miliar yang semuanya dimiliki oleh anggota.

Berita Terkait

Dukung Wisata Joglosemar, Jasa Marga Beberkan Kinerja Tol Jateng-DIY Di Hadapan DPR
HK Mengajar “Inspiring Leaders Hadir di Medan, Perkuat Kesiapan Pelajar Menghadapi Dunia Kerja, Digitalisasi Konstruksi, dan Keselamatan Berkendara
Hutama Karya Gelar Program Kepemimpinan Proyek, Cetak 44 Calon Pemimpin Lewat “Road to PIP”
Sinergi dengan Pemerintah Provinsi, Hutama Karya Libatkan Ratusan Pekerja Lokal dalam Proyek Sekolah Rakyat di Sulawesi Barat
Resmi Dibuka, Pertamina Goes To Campus 2026 Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif
Hutama Karya melalui HK Bhirawa Jaga Keandalan Distribusi Baja Tulangan bagi Proyek Strategis Nasional
Pidato KEM dan Kebijakan Fiskal, Viva Yoga: Mewujudkan Cita-Cita Presiden Lewat Program Transmigrasi
Menantang Medan Ekstrem: Strategi Hutama Karya Taklukkan Titik Kritis Longsor Aceh

Berita Terkait

Saturday, 23 May 2026 - 05:43 WIB

Dukung Wisata Joglosemar, Jasa Marga Beberkan Kinerja Tol Jateng-DIY Di Hadapan DPR

Friday, 22 May 2026 - 18:19 WIB

HK Mengajar “Inspiring Leaders Hadir di Medan, Perkuat Kesiapan Pelajar Menghadapi Dunia Kerja, Digitalisasi Konstruksi, dan Keselamatan Berkendara

Friday, 22 May 2026 - 14:20 WIB

Hutama Karya Gelar Program Kepemimpinan Proyek, Cetak 44 Calon Pemimpin Lewat “Road to PIP”

Thursday, 21 May 2026 - 16:44 WIB

Sinergi dengan Pemerintah Provinsi, Hutama Karya Libatkan Ratusan Pekerja Lokal dalam Proyek Sekolah Rakyat di Sulawesi Barat

Thursday, 21 May 2026 - 16:29 WIB

Resmi Dibuka, Pertamina Goes To Campus 2026 Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif

Berita Terbaru