Kementerian PU Percepat Penanganan Jalur Alternatif Simpang Lancang–Werlah, Jaga Jalur Logistik dan Mobilitas Masyarakat Bener Meriah

Monday, 13 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com  – Bagi masyarakat di dataran tinggi Gayo, konektivitas bukan sekadar soal jalan dan jembatan. Jalur yang tetap terhubung berarti hasil panen bisa sampai ke pasar, kebutuhan pokok tetap tersedia, anak-anak dapat berangkat ke sekolah, dan aktivitas ekonomi terus berjalan. Karena itu, pascabanjir bandang yang merusak Jembatan Enang-Enang pada November 2025 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tidak hanya memperkuat jembatan, tetapi juga menyiapkan jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah sebagai solusi jangka panjang untuk memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap terjaga.

Jalur alternatif tersebut akan menjadi penghubung penting bagi masyarakat Kecamatan Pintu Rime Gayo dan wilayah sekitarnya. Selain menjadi pilihan ketika jalur utama mengalami gangguan, keberadaan ruas ini juga akan memperkuat konektivitas kawasan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tidak lagi bergantung pada satu akses.

Pembangunan jalur alternatif merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun infrastruktur yang lebih tangguh terhadap bencana. “Kita tidak hanya memperkuat jembatan enang-enang, tetapi juga menyiapkan akses yang lebih baik. Jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah ini akan menjadi penguat konektivitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, sekaligus mendukung kegiatan ekonomi warga Bener Meriah,” kata Menteri PU Dody Hanggodo.

Jalur Simpang Lancang–Werlah memiliki panjang sekitar 8 kilometer. Kementerian PU akan meningkatkan kualitas ruas tersebut melalui pelebaran hingga 6 meter dan pengaspalan penuh agar mampu melayani lalu lintas kendaraan dengan lebih aman dan nyaman. Peningkatan kapasitas jalan ini diharapkan mempercepat waktu tempuh sekaligus meningkatkan keandalan akses menuju kawasan Pintu Rime Gayo.

Tidak hanya penanganan jalan, Kementerian PU juga menyiapkan pembangunan dua jembatan permanen, yakni Jembatan Werlah dan Jembatan Simpang Lancang. Kedua jembatan dirancang cukup lebar sehingga dapat dilalui dua kendaraan secara bersamaan, misalnya Jembatan Simpang Lancang, konstruksinya direncanakan memiliki bentang 45 meter.

See also  Jelang ASEAN Summit 2023, Kementerian PUPR Rampungkan Jalan Labuan Bajo-Tanamori

Pembangunan Jalan Werlah beserta Jembatan Werlah dan Jembatan Simpang Lancang telah disiapkan untuk dilaksanakan pada tahun 2026 dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp100 miliar. Selama proses pembangunan berlangsung, mobilitas masyarakat tetap dijaga melalui jembatan fungsional sementara dengan memanfaatkan box container yang diperkuat dengan pelat baja dan timbunan.

Selain itu, Kementerian PU juga terus memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang agar tetap aman digunakan masyarakat. Hasil pemeriksaan teknis menunjukkan pondasi jembatan dari arah Bireuen menuju Bener Meriah mengalami kemiringan akibat gerusan aliran sungai. Saat ini kondisi tersebut telah diamankan melalui penyangga sementara dan segera ditingkatkan dengan pekerjaan perkuatan struktur bawah jembatan.

Melalui penanganan pada Jembatan Enang-Enang dan pembangunan jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah sebagai solusi jangka panjang, Kementerian PU ingin memastikan masyarakat Bener Meriah memiliki konektivitas yang lebih tangguh, aman, dan andal. Infrastruktur yang dibangun bukan hanya untuk menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga menjaga agar roda perekonomian, distribusi logistik, dan kehidupan masyarakat tetap bergerak meski menghadapi tantangan bencana. (#PU608)

Berita Terkait

Mendes Yandri Tegaskan Hasil Seleksi Beasiswa ke Jepang Tanpa Intervensi
HKA Terapkan Standar Internasional Keselamatan Lalu Lintas di Ruas Kelolaan
Kementerian PU Buka Usulan Lokasi Penerima Manfaat P3-TGAI Tahun 2027, Sasar 13.296 Lokasi di Indonesia
Wujudkan Visi Energi Mandiri Presiden, Transmigrasi Di Teluk Wondama Beralih Ke Panel Surya dan Biogas
Menteri Dody Dukung Infrastruktur Konektivitas hingga Pengendalian Banjir di Banten, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
BULOG Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan
Dukung Swasembada Pangan Presiden Prabowo, Nelayan Fakfak Untung Tiga Kali Lipat dari Olahan Ikan
Hutama Karya Paparkan Rencana Trase Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin, Bupati Padang Pariaman Tekankan Manfaat bagi Masyarakat

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 17:47 WIB

Mendes Yandri Tegaskan Hasil Seleksi Beasiswa ke Jepang Tanpa Intervensi

Monday, 2 November 2026 - 17:36 WIB

HKA Terapkan Standar Internasional Keselamatan Lalu Lintas di Ruas Kelolaan

Sunday, 1 November 2026 - 17:52 WIB

Kementerian PU Buka Usulan Lokasi Penerima Manfaat P3-TGAI Tahun 2027, Sasar 13.296 Lokasi di Indonesia

Saturday, 31 October 2026 - 18:25 WIB

Wujudkan Visi Energi Mandiri Presiden, Transmigrasi Di Teluk Wondama Beralih Ke Panel Surya dan Biogas

Saturday, 31 October 2026 - 18:23 WIB

Menteri Dody Dukung Infrastruktur Konektivitas hingga Pengendalian Banjir di Banten, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Seiring dengan pengembangan pasokan, PLN EPI juga memperkuat kesiapan infrastruktur seperti pengembangan empat kluster gasifikasi dan sejumlah proyek Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) sebagai bagian dari rantai pasok LNG.

Energy

PLN EPI Amankan Pasokan LNG Masela dan South Hub 18 Tahun

Tuesday, 3 Nov 2026 - 06:32 WIB

Energy

ITPLN Ditantang Teliti Listrik Arus Laut

Monday, 2 Nov 2026 - 19:04 WIB

Salah satu implementasi pilar transformasi TLKM 30 unlock value, rampungnya pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia pada 30 September 2026.

Berita Terbaru

Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026

Monday, 2 Nov 2026 - 18:15 WIB