Dahlan Iskan: Pangan Pertahanan

Tuesday, 14 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kompasiana

Foto: Kompasiana

Oleh : Dahlan Iskan
DAELPOS.com – Tentara akan mengerjakan sawah. Besar-besaran. Di Kalimantan Tengah. Di bawah tanggung jawab Menteri Pertahanan Prabowo Subijanto. Itulah keputusan terbaru Presiden Jokowi di bidang pangan. Minggu lalu. Yang mengumumkannya juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dahnil sudah menjadi juru bicara sejak Pranowo masih calon presiden dulu. Yang ternyata terus dibawa Prabowo, pun sampai saat Prabowo jadi menteri pertahanan. Minggu lalu Prabowo memang menghadap Presiden Jokowi di istana. Ternyata agenda pertemuan itu membahas soal pangan. Itu tidak mengejutkan. Soal pangan memang bisa gawat akibat pandemi ini.

Yang mengejutkan adalah: menteri pertahanan itu ditunjuk sebagai penanggung jawab proyek pencetakan sawah baru di Kalteng itu. Kok bukan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL)? Syahrul Yasin adalah tokoh Bugis yang pernah menjadi gubernur Sulsel dua periode. Produksi beras di Sulsel sangat tinggi.

Maka muncul banyak pertanyaan di seputar penunjukan Menhan itu: ada apa? “Bagi orang Bugis, ini siri,” tulis Zainal Bintang di blog pribadinya. Bintang adalah tokoh Bugis di Jakarta. Ia politisi Golkar, bintang film, dan wartawan senior –kakak kandung Ilham Bintang.

Saya kenal lama dengan Bintang. Pernah satu asrama di Wisma Seni Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya Jakarta. Saya tiga bulan tinggal di Wisma Seni itu. Saat magang menjadi wartawan di TEMPO. Bintang sudah jadi bintang film: tinggi, besar, ganteng, berkumis rapi. Bintang kami angkat sebagai kepala suku di situ. Ia masih tetap di Wisma Seni ketika saya kembali ke Samarinda.

Tapi SYL tenang saja. Komentarnya di media sangat datar. Tidak ada perasaan tersinggung atau terlangkahi. Tidak ada siri. Saya hanya bisa menduga-duga. Mungkin Presiden Jokowi menilai Prabowo punya kapasitas di bidang pertanian. Prabowo adalah ketua umum organisasi tani: Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Bertahun-tahun. Pun sampai sekarang.

See also  Kementerian PUPR Tuntaskan PLBN Terpadu Napan di Perbatasan NTT-Timor Leste

Pidato swasembada pangan Prabowo selalu berapi-api. Sejak dulu. Tapi kan ia menteri pertahanan? Apakah karena di dalam pertanian ada unsur ketahanan pangan? Ada sebersit keterangan dari Bapak Presiden. Bahwa yang mengerjakan sawah baru itu nanti adalah tentara.

Apakah tentara mampu? Di jajaran tentara memang ada batalyon Zeni. Yang tugas utamanya membangun infrastruktur. Batalyon itu memiliki kemampuan membangun jalan, jembatan, gedung, bikin sungai, dan seterusnya.

Di saat perang sering terjadi ini: jalan dan jembatan dihancurkan musuh yang lagi mundur. Agar tidak bisa dikejar. Tentara harus bisa memulihkan jalan dan jembatan itu. Agar tank dan kendaraan militer bisa lewat.

Di Korea Utara lebih mampu lagi. Saya pernah meninjau kota baru di pusat Kota Pyongyang. Di situ dibangun 29 gedung pencakar langit. Beserta lingkungan perkotaan yang indah. Taman-taman dan pencahayaannya cantik. Semua dikerjakan oleh tentara. Adalah juga biasa di sana kalau di pinggir jalan terlihat banyak tentara memasang kabel. Seperti kontraktor telekomunikasi atau listrik.

Apakah di Kalteng nanti akan begitu? Atau tentara menjadi pemegang penugasan saja lalu pekerjaan disubkan ke kontraktor? Meniru kebiasaan di BUMN yang terlambat saya ketahui?

Saya sangat setuju bidang pertanian diprioritaskan di masa Covid-19 ini. Sektor pertanianlah yang masih bisa ditumbuhkan di masa lesu ini. Berkali-kali saya mengemukakan hal itu.

Jangan salahkan kalau beberapa sektor ekonomi lesu. Bukan karena menteri pariwisata tidak kerja keras kalau sektor wisata lesu. Andai kerja keras pun hanya akan menghabiskan anggaran –tanpa hasil.

Tapi sektor pertanian bisa digenjot-habis tanpa banyak risiko memperburuk pandemi. Ciri-ciri pekerjaan di bidang pertanian relatif aman: bisa dikerjakan dengan jaga jarak, di udara terbuka, di bawah terik matahari.

See also  BI : Prospek Ekonomi Indonesia 2020 Terjaga

Tapi kenapa buka sawah baru di Kalteng? Area yang disiapkan pun luas sekali: 1,4 juta hektare. Yang tahap pertamanya dimulai dengan 30.000 hektare. Semula saya perkirakan tidak begitu. Kalau pun pemerintah menggalakkan pertanian saya pikir akan dikaitkan dengan upaya mengatasi kemiskinan dan penyerapan lapangan kerja di pedesaan.

Saya salah dalam memperkirakan. Saya kira penggenjotan pertanian itu akan dilakukan di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Ditambah Bali, Lampung, Lombok dan Sulsel.

Atau mendorong Sumbawa, Sumba, dan Gorontalo untuk jagung.

Dengan begitu saya perkirakan bisa mengurangi penderitaan orang miskin. Dalam jumlah besar. Sekaligus bisa meningkatkan produksi pangan dengan lekas.

Saya sudah belajar banyak di bidang ini. Kesimpulan saya: meningkatkan produksi pertanian di daerah yang sudah jadi akan lebih berhasil daripada di daerah yang masih baru.

Sama-sama menargetkan peningkatan produksi beras 5 juta ton, misalnya, akan lebih berhasil lewat intensifikasi dari pada ekstensifikasi. Kecuali proyek ekstensifikasi tersebut untuk jangka panjang. Yang tidak dikaitkan langsung dengan penanganan dampak Covid-19.

Terserahlah.

Setidaknya pengungkapan program sawah baru di bawah kementerian pertahanan ini bisa membuat kita lupa pada kalung anti Covid yang lagi digalakkan menteri pertanian.  Ke mana-mana SYL mengenakan kalung anti Covid-19. Termasuk ketika ke DPR. Sampai-sampai ada anggota DPR yang memintanya melepas kalung itu.

Ternyata kalung itu berisi minyak kayu putih di bandulnya. SYL yakin itu bisa menangkal Covid-19. Keyakinan itulah yang banyak dipersoalkan orang. Bisa-bisa masyarakat mengikuti jejak SYL. Padahal tidak ada dukungan riset ilmiahnya.

Tapi SYL sangat pede. Kampanye kalung itu ia anggap sebagai bagian dari tugasnya sebagai menteri pertanian. Maksudnya: bukankah pohon minyak kayu putih itu hasil budidaya tani? (Dahlan Iskan)

Berita Terkait

Jalan Nasional Padang–Solok Kembali Normal, Kementerian PU Lanjutkan Penanganan Pascabanjir Bandang
DPD RI, BRIN dan ICMI Siapkan Kajian RUU Kecerdasan Artifisial
Dukung Penanganan Karhutla di Berau, Kementerian PU Kerahkan Peralatan dan Pasokan Air
Pertamina Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026
Astra Raih Dua Penghargaan Fortune Indonesia 100 2026
BNI dan Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan dan Perpajakan Digital bagi UMKM
Wamen Todotua Resmikan Bioethanol Development Center di Lampung
Tandatangani SKB 3 Menteri, Mendes Yandri Dorong Perempuan Jadi Subjek Pembangunan

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 22:18 WIB

Jalan Nasional Padang–Solok Kembali Normal, Kementerian PU Lanjutkan Penanganan Pascabanjir Bandang

Monday, 21 September 2026 - 18:27 WIB

DPD RI, BRIN dan ICMI Siapkan Kajian RUU Kecerdasan Artifisial

Monday, 21 September 2026 - 18:01 WIB

Dukung Penanganan Karhutla di Berau, Kementerian PU Kerahkan Peralatan dan Pasokan Air

Saturday, 19 September 2026 - 22:05 WIB

Pertamina Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026

Friday, 18 September 2026 - 17:01 WIB

Astra Raih Dua Penghargaan Fortune Indonesia 100 2026

Berita Terbaru