Anjungan KLD Milik PHE ONWJ Siap Meluncur dan Dipasang

Tuesday, 21 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto Istimewa

foto Istimewa

DAELPOS.com – Sebagai upaya peningkatan produksi migas nasional, Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas, melakukan pengembangan Lapangan KLD meski berada di tengah pandemic COVID-19.

Setelah selesai tahap pabrikasi Anjungan KLD yang dilakukan oleh kontraktor EPCI PT Meindo Elang Indah di Handil-1 Fabrication Yard, pada 15 Juli 2020 Anjungan KLD diberangkatkan, “Sail Away” menuju lepas Pantai Utara Jawa Barat.

Sesuai dengan protokol pencegahan COVID-19, Seremoni Sail Away Anjungan KLD yang dilakukan secara virtual, dihadiri oleh Kepala SKK Migas dan jajarannya, Jajaran Direksi Subholding Pertamina Hulu Energi, serta Manajemen PHE ONWJ.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menyampaikan tahun 2020 ini sangat challenging, dengan harga minyak dunia yang rendah dan wabah COVID-19 sangat berdampak pada industri hulu migas. Kami memberikan apresiasi kepada PHE ONWJ yang terus berkoordinasi dengan SKK Migas untuk menyelesaikan proyek ini ditengah pembatasan mobilitas sebagai dampak Covid-19. Kerja keras ini tidak sia-sia, karena penyelesaian proyek diharapkan dapat dipercepat dari dari jadwal yang telah ditetapkan.

“Kami berharap capaian yang membanggakan ini dapat dikawal dengan baik agar memberikan dampak positif pada penambahan produksi migas dan dalam jangka panjang akan menopang upaya mencapai produksi 1 juta barrel di 2030 untuk mewujudkan ketahanan energi nasional.”, kata Dwi.

Direktur Utama PT PHE Subholding Upstream, Budiman Parhusip menegaskan pandemi COVID-19 tidak menyurutkan kinerja dan performance PHE ONWJ. “Proses pabrikasi Anjungan KLD yang tepat waktu membuktikan kami berupaya maksimal untuk tetap on track sesuai dengan jadwal penyelesaian proyek.

Tim Project juga telah memberlakukan mekanisme Work From Home (WFH) untuk pekerja di kantor proyek dan meminimalkan jumlah pekerja di site untuk mengutamakan kesehatan. Sedangkan Kontraktor EPCI PT Meindo Elang Indah selain memberlakukan 50% WFH untuk pekerja di Jakarta, juga mempertahankan jumlah pekerja di site yang diperlukan untuk penyelesaian tahap pekerjaan ini. “

See also  Pemerintah Terapkan MLFF Bertahap, Prioritaskan Kesiapan Sistem dan Pengguna

Dimulainya tahap pabrikasi (First Cut) di bulan September 2019 , milestone pengembangan Lapangan KLD diharapkan memenuhi OTOBOSOR (on time, on budget, on scope dan on return) dan tentunya tetap mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan dan lindung lingkungan dalam pelaksanaannya.

Budiman menambahkan “Lapangan tua adalah tantangan tersendiri. Mengurangi natural decline tentunya membutuhkan strategi khusus. Yang kami lakukan dengan Pengembangan lapangan KLD adalah langkah nyata PHE khususnya PHE ONWJ untuk mengejar target produksi.”

GM PHE ONWJ Cosmas Supriatna menambahkan, “Perjalanan menuju lokasi pemasangan akan memakan waktu selama sekitar 10 hari, sehingga diperkirakan di bulan Agustus , pemasangan Anjungan KLD yang terdiri atas pile, jacket, dan topside termasuk boat landing anjungan sudah dapat dilakukan. Kami berharap pengembangan lapangan KLD sesuai dengan timeline”

Proyek dengan alokasi biaya USD 35.42 juta dengan potensi cadangan mencapai 1.6 mmbc/30.7 BCF (6.9 MMBOE) diharapkan lebih cepat dari rencana awal di kuartal 1 2021. Diharapkan nantinya dua sumur di Lapangan KLD akan menyumbang tambahan migas sebesar 500 BCPD & 15 MMSCFD, Produksi dari Lapangan KLD akan digunakan seluruhnya untuk kepentingan dalam negeri sehingga menjadi pendorong roda perekonomian industri di sekitar wilayah kerja PHE ONWJ *

Berita Terkait

Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi
Kemendes Siap Kolaborasi Lintas K/L Wujudkan Indonesia Emas 2045 Lewat Pemberdayaan
Kementerian PU Tangani Dampak Banjir pada Sejumlah SPAM di Kota Padang, Pemulihan Layanan Air Minum Jadi Prioritas
Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya
53 JIAT Kementerian PU Dukung Ketersediaan Air bagi 1.307 Hektare Sawah di Indramayu
Mitigasi Galodo di Solok, Kementerian PU Pasang 3 Titik Early Warning System dan Siapkan 2 Sabo Dam Sungai Batang Baliang
Di Peking University, Iftitah: Bangun Pusat Pertumbuhan Ekonomi Tak Cukup Hanya dengan Infrastruktur
Indeks Udara Capai 414, Palangka Raya Diselimuti Kabut Asap

Berita Terkait

Thursday, 15 October 2026 - 08:15 WIB

Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi

Thursday, 15 October 2026 - 08:07 WIB

Kemendes Siap Kolaborasi Lintas K/L Wujudkan Indonesia Emas 2045 Lewat Pemberdayaan

Thursday, 15 October 2026 - 08:04 WIB

Kementerian PU Tangani Dampak Banjir pada Sejumlah SPAM di Kota Padang, Pemulihan Layanan Air Minum Jadi Prioritas

Thursday, 15 October 2026 - 07:58 WIB

Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya

Wednesday, 14 October 2026 - 10:43 WIB

53 JIAT Kementerian PU Dukung Ketersediaan Air bagi 1.307 Hektare Sawah di Indramayu

Berita Terbaru