Ismeth Abdullah Masih Bernafsu Maju di Pilkada Kepri, Pengamat: Kenapa Tidak Pakai Jalur Independen?

Friday, 24 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Sejak bergulirnya wacana bakal majunya pasangan calon (Paslon) Isdianto-Suryani, jagat media terus diramaikan dengan pemberitaan sejumlah kemugkinan yang bakal terjadi jelang pelaksanaan Pilkada Kepri 2020. Terbaru, muncul isu DPP PKS yang ragu terkait siapa kandidat yang bakal diusung sebagai Calon Gubernur.

Seperti di lansir dari kanal berita Batamnews, yang menyebut bahwa PKS ragu memilih mana diantara dua kandidat yang ada, Isdianto sebagai petahana dan Ismeth Abdullah, mantan Gubernur Kepri. Keduanya kian menjadi sorotan lantaran dinilai memiliki pengaruh dan dukungan dari lapisan masyarakat.

Cukup santer sebelumnya, Ismeth Abdullah dikabarkan bakal maju berdampingan dengan Irwan Nasir melalui jalur independen. Namun kabar tersebut berlalu begitu saja seiring dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan Pilkada dan sulitnya mengumpulkan jumlah dukungan KTP sebagai syarat ke KPU. Kekinian, kubu Ismet tampak berjuang dengan segala cara agar bisa diusung oleh parpol. Namun perjuangannya kandas karena tingkat kemungkinan diusung hanya tinggal oleh satu poros tapi poros ini ternyata mengusung Isdianto-Suryani.

Isdianto sudah mengantongi rekomendasi dari Partai Hanura yang memiliki tiga kursi di parlemen, sementara Suryani yang merupakan kader PKS akan diusung oleh partainya sendiri yang memiliki 6 kursi di parlemen. Dengan demikian pasangan Isdianto-Suryani telah memenuhi syarat pendaftaran ke KPU.

Menanggapi hal itu, pemerhati Pilkada Kepri Muhammad Ridwan menilai, memang pasti sulit bagi Ismet Abdullah mendapatkan perahu. Itu karena yang bersangkutan pernah dipidana korupsi, sementara MK memutuskan mantan terpidana korupsi wajib mengumumkan dirinya pernah dipidana. “Itu pasti memberatkan bagi partai manapun. Apalagi partai yang mengkampanyekan citranya sebagai partai anti korupsi,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di kawasan Nagoya, Batam, Jum’at (24/7).

See also  Mendagri: Pemulihan Ekonomi Bukan Hanya Survive, Tapi Pulih dan Bangkit

Ridwan menilai wajar-wajar saya kalau pendukung Ismeth begitu keras mendorong agar PKS mengusungnya. Padahal, publik sudah mengetahui bahwa PKS sudah sepakat untuk mencalonkan kadernya sendiri yaitu Suryani. Jika pilihannya antara Isdianto dengan Ismeth Abdullah, menurut Ridwan akan lebih mungkin dan rasional DPP PKS mendukung Isdianto yang kabarnya hari Senin depan bakal dilantik sebagai Gubernur Kepri definitif.

“Ismeth punya modal partai apa? Apa misalnya punya rekom dari DPP PAN, PPP atau Demokrat? Sementara Isdianto sudah jelas mengantongi rekom dari DPP Hanura dan jika berkoalisi dengan PKS, sudah cukup syarat untuk daftar ke KPU. Belum lagi posisi Isdianto yang unggul di survei paling akhir, Bulan Juli ini, elektabilitasnya tertinggi dan besok Senin akan jadi Gubernur Defenitif,” imbuhnya.

Diketahui, lembaga survei Indo Barometer baru-baru merilis hasil survei terkait elektabilitas sejumlah kandidat. Hasilnya, Isdianto bertengger di posisi teratas untuk tingkat elektabilitas untuk pertanyaan yang bersifat tertutup dengan simulasi 4 nama kandidat. Elektabilitas Isdianto berada diangka 32,0 persen, disusul Ansar Ahmad berada diangka 19,5 persen, sementara diposisi ketiga ada Ismeth Abdullah dengan angka 17,5 persen dan terakhir Soerya Respationo dengan elektabilitas hanya 14,1 persen.

Ridwan mengatakan jika memang masih bernafsu untuk maju pada Pilkada Kepri, harusnya sudah bisa membaca peta politik terbaru dan maju sebagai calon independen seperti rencana awalnya dengan Irwan Nasir. “Ya kenapa tidak dilanjutkan saja maju sebagai calon independen kemarin itu, jika memang masih berhasrat dan merasa masih memiliki dukungan dari masyarakat, kan sederhana. Tapi waktunya sudah lewat. Jadi mungkin yang terbaik bagi Beliau menjadi pinisepuh, penasihat dan menjadi orang tua yang membimbing dan mengayomi semua,” pungkasnya.

Berita Terkait

Di Tengah Keterbatasan Guru, TEP Unhas Nyalakan Semangat Belajar Anak Parudongka
Mendes Yandri Siap Dukung Poliran Lewat Program Desa Tematik dan Desa Ekspor
Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama
Menteri Dody Susuri 3,5 Km Kali Angke, Instruksikan Normalisasi dan Pelebaran Sungai untuk Kurangi Risiko Banjir
Hutama Karya Gaungkan Semangat Sumpah Pemuda di Empat Lokasi
Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards
Kementerian PU Tangani Longsor, Jalan Tarutung–Sipirok Kembali Bisa Dilalui
Kementerian Transmigrasi Perkuat Program Trans Tuntas, 194 Bidang Tanah Transmigran di Satuan Permukiman (SP) 1 Padang Tarok Telah Bersertipikat

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 13:12 WIB

Di Tengah Keterbatasan Guru, TEP Unhas Nyalakan Semangat Belajar Anak Parudongka

Sunday, 1 November 2026 - 00:08 WIB

Mendes Yandri Siap Dukung Poliran Lewat Program Desa Tematik dan Desa Ekspor

Saturday, 31 October 2026 - 18:17 WIB

Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama

Friday, 30 October 2026 - 22:16 WIB

Menteri Dody Susuri 3,5 Km Kali Angke, Instruksikan Normalisasi dan Pelebaran Sungai untuk Kurangi Risiko Banjir

Friday, 30 October 2026 - 12:41 WIB

Hutama Karya Gaungkan Semangat Sumpah Pemuda di Empat Lokasi

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Keminveshil Jajaki Peluang Investasi Strategis dengan Azerbaijan

Monday, 2 Nov 2026 - 07:05 WIB