Jagung Provit Alternatif Bahan Pangan Sehat

Monday, 28 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Jagung termasuk tanaman serealia yang merupakan komoditas pangan utama setelah padi di Indonesia. Kandungan gizi pada jagung tidak kalah dibandingkan dengan beras. Bahkan, kandungan serat dan beta karoten yang terdapat pada jagung lebih tinggi daripada beras.

Di sebagian wilayah timur Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, sebagian wilayah Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan jagung menjadi bahan makanan pokok masyarakat setempat.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat melakukan tanam jagung di Sumba Tengah, Selasa (22/9) menyebut bahwa untuk memastikan tingkat produksi jagung, harus ada peningkatan luas tanam dan produktivitas sebagai upaya bersama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, mengurangi impor dan meningkatkan volume ekspor.

Saat ini, beberapa sentra penghasil jagung sudah mencapai target produktivitas sekitar 8-9 ton/ha, walaupun rata-rata produktivitas jagung lokal saat ini masih sekitar 6,4 ton/ha.

Menurut Mentan, peran penting komoditas jagung diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produksi dan pendapatan petani. “Untuk itu, kami (Kementan) memberikan bantuan sarana produksi, alat pra panen dan pasca panen, serta mendorong para petani untuk menggunakan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR), pengembangan pertanian berbasis korporasi dan klaster”, ungkap SYL.

Semantara, untuk lebih meningkatkan kualitas jagung, khususnya sebagai pangan fungsional, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry melalui keterangan tertulisnya yang diterima Kamis (24/9) mengatakan Balitbangtan pada tahun 2011 telah melepas varietas unggul jagung yang mengandung vitamin A atau beta keroten tinggi yaitu Provit A-1 dan Provit A-2. “Kedua varietas jagung ini memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan,” ujarnya.

Varietas jagung komposit jenis bersari bebas ini merupakan hasil kerjasama antara Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) dengan CIMMYT melalui program fortifikasi jagung.

See also  Terima Kunjungan Duta Besar Finlandia, Wamen Diana Bahas Potensi Kerja Sama Infrastruktur Berkelanjutan

“Varietas Provit A-1 dan Provit A-2 memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh varietas jagung lain, yaitu dalam hal vitamin A, disamping memiliki nutrisi utama protein, minyak, dan karbohidrat yang sama dengan varietas unggul lainnya”, ungkap M. Yasin HG, peneliti yang menghasilkan varietas jagung tersebut.

Beta karoten atau vitamin A adalah salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh agar tetap sehat. Beta karoten memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata untuk menghindari terjadinya buta senja. Selain itu, kandungan beta keroten juga bermanfaat untuk pertumbuhan jaringan tubuh, gigi, dan tulang.

Beta karoten atau vitamin A yang terkandung dalam jagung Provit A-1 dan Provit A-2 dapat meningkatkan kekebalan tubuh bagi yang mengonsumsinya. Selain itu, jagung ini dapat mengatasi permasalahan gizi buruk yang biasanya terjadi pada anak-anak dalam masa pertumbuhan. Itu tidak terlepas dari mutu gizi yang terkandung dalam varietas jagung ini.

“Varietas jagung Provit A-1 memiliki potensi hasil 7,4 t/ha dengan rata-rata hasil 6,6 t/ha. Daun pembungkus jagung/kelobot menutup tongkol dengan baik dan memiliki rendemen cukup tinggi. Masak fisiologisnya 96 hst. Tinggi tanaman jagung ini 192 cm.” Tambah Yasin. Selain itu, tanaman jagung Provit A-1 tahan rebah dan sangat peka terhadap penyakit bulai.

Jagung Provit A-1 mempunyai keunggulan kandungan vitamin A atau beta karoten yang tinggi 0,081 ppm. Kandungan protein Provit A-1 9,34%, karbohidrat 74,85%, dan lemak 4,73%.

Varietas jagung Provit A-2 mempunyai potensi hasilnya 8,8 t/ha dengan rata-rata hasil 6,4%. Kelobot menutup tongkol dengan baik. Masak fisiologisnya 98 hst. Tinggi tanaman jagung ini 198 cm. Tanaman jagung Provit A-2 juga tahan rebah dan peka terhadap penyakit bulai.

See also  Hutama Karya Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026 Dengan Hadir Lebih Dekat melalui Layanan Kesehatan dan Apresiasi bagi Pengguna Jalan

Varietas jagung Provit A-2 mempunyai keunggulan kandungan vitamin A atau beta karoten yang tinggi 0,144 ppm. Selain itu, jagung Provit A-2 memiliki kandungan protein 8,64%, karbohidrat 76,56%, dan lemak 4,99%.

Varietas jagung Provit A-1 dan Provit A-2 baik ditanam di dataran rendah sampai 800 meter di atas permukaan laut. Petani dianjurkan untuk membudidayakan jagung ini di lahan kering.

“Varietas ini menghasilkan produktivitas tinggi, mempunyai nilai gizi, dan cocok dijadikan alternatif sebagai bahan pangan yang sehat.” Tutup Yasin.

Berita Terkait

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok
Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola
Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman
Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah
Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur
Dukung Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045, Hutama Karya Gelar ‘HK Mengajar’ di Universitas Bung Hatta
Kementerian PU Berhentikan Sementara ASN Tersangka Narkotika
Dorong Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan, Hutama Karya Hadirkan HK Bio Care di Lampung

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 18:11 WIB

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Monday, 21 September 2026 - 20:50 WIB

Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola

Monday, 21 September 2026 - 19:42 WIB

Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman

Monday, 21 September 2026 - 12:53 WIB

Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah

Sunday, 20 September 2026 - 16:52 WIB

Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur

Berita Terbaru