Kezaliman Adalah Musuh Sejarah

Friday, 4 December 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto Ist

foto Ist

DAELPOS.com – PERISTIWA penggerudugan ke Petamburan tempat kediaman Habib Rizieq Shihab beberapa waktu lalu dan kemarin adalah contoh pemaksaan kemaun politik dengan menggunakan aparat hukum. Secara terang-terangan tanpa rasa sungkan atau malu-malu. Model dari sebuah “an arbitrary regime” rezim yang bertindak sewenang-wenang.

HRS adalah magnet massa dan massa selalu rawan konflik. Gumpalan yang membesar akan menciptakan keberanian bahkan kenekadan. Jika aksi intimidasi ke Petamburan berulang dalam rangka unjuk kekuasaan, maka dapat berkonsekuensi pada ketegangan.

HRS dan FPI bukan penjahat apalagi teroris. Kasus yang dipersoalkannya pun sederhana yaitu kerumunan dari sebuah pernikahan.

Provokasi ke lingkungan Petamburan tidak bagus untuk kenyamanan warga. Opini politik pun buruk. Andai terus-menerus dilakukan, bukan mustahil akan terjadi insiden. Polri tentu ingin menunjukkan keberhasilan melalui pemaksaan, sementara FPI dan pendukung HRS bersikeras melawan. Konflik tak terhindari. Petamburan akan bersimbah darah. Haruskah?

Banyak masyarakat melihat upaya yang dilakukan rezim sebagai ketidakadikan atau kezaliman, meski HRS pun dinilai tak lepas dari kekurangan. Karenanya harus dipertimbangkan langkah solutif untuk menyelesaikan masalah. Kebijakan “tangkap dulu, urusan belakangan” bukan opsi yang baik karena biaya politik ikutannya akan mahal.

Terhadap tindakan represif seperti “HRS harus ditahan” jelas bukan persoalan hukum tetapi politik, persoalan kekuasaan. Arogansi bersandar pada permusuhan. Terlalu dini Kapolda Metro menyimpulkan “ada unsur pidana” meskipun itu adalah hak kepolisian untuk menyimpulkan. Di luar masih diperdebatkan. 

Di antara berbagai batasan “an arbitrary regime” tak lain “is where a people have men set over them, without their choice or allowance; who have power to govern them, and judge their causes without a rule”. Sederhananya rezim atau pemerintahan yang sewenang-wenang. Rezim yang menjadikan hukum itu seolah tiada atau menafsirkan aturan hukum sesuai dengan kemauan sendiri.

See also  Penanganan Gempa Cianjur Fokuskan Pencarian Korban

HRS terkesan ditarget, Syahganda, Anton, Djumhur terus diproses, Gus Nur lanjut, Eggy Sujana dihidupkan kembali status tersangkanya, Ust. Maheer ditangkap, entah berapa ulama dan tokoh lagi yang akan dilumpuhkan dengan “alat hukum” demi proteksi dan memperkokoh kekuasaan. Nampaknya berlaku apa yang Lord Acton nyatakan “Power tends to corrupt and absolute power corrupt absolutely”.

Rezim jangan terlena atas sikap “tak boleh kalah” atau “kami penguasa sah, karenanya bisa berbuat apa saja”. Indonesia adalah negara hukum, negara demokrasi, negara musyawarah. Tak berguna pendekatan yang selalu memosisikan “berhadap-hadapan” Semut jika diinjak terus akan menggigit pada waktunya. Rakyat pun dapat menunjukkan kekuatan dan kedaulatannya.

Kezaliman adalah musuh sejarah yang tidak pernah langgeng. Runtuh pada akhirnya.

M. Rizal Fadillah
Pemerhati politik dan kebangsaan.

Berita Terkait

DPD RI Dorong Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih
Aspirasi Daerah Dorong Pembaruan UU Ketransmigrasian, Komite I DPD RI Buka Ruang Pra-Pembahasan
Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru
Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara
HUT ke-81 TNI Digelar Sederhana, Prabowo-Jokowi-SBY Hadir
HUT ke-81 TNI, Kemhan Komitmen Perkuat Pertahanan Nasional
HUT ke-28, Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun
Kementerian PU Kerahkan 13 Pompa Untuk 120 Ha Sawah di Jatim

Berita Terkait

Tuesday, 6 October 2026 - 16:11 WIB

Aspirasi Daerah Dorong Pembaruan UU Ketransmigrasian, Komite I DPD RI Buka Ruang Pra-Pembahasan

Monday, 5 October 2026 - 13:30 WIB

Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru

Monday, 5 October 2026 - 13:28 WIB

Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara

Monday, 5 October 2026 - 13:26 WIB

HUT ke-81 TNI Digelar Sederhana, Prabowo-Jokowi-SBY Hadir

Monday, 5 October 2026 - 13:14 WIB

HUT ke-81 TNI, Kemhan Komitmen Perkuat Pertahanan Nasional

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Tawarkan Lebih 5.000 Aset, Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026

Tuesday, 6 Oct 2026 - 20:04 WIB

News

BNI Gandeng Indomaret, Akses Modal Mitra Usaha Diperkuat

Tuesday, 6 Oct 2026 - 19:56 WIB