Melalui Anies, Janji Jokowi Sewaktu Nyapres Akhirnya Mulai Terealisasi

Tuesday, 23 February 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto Ist

foto Ist

DAELPOS.com – Perlahan tapi pasti pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa banjir dan macet di DKI Jakarta akan semakin mudah diatasi jika dia menjadi presiden, mulai terealisasi. Terbukti, kondisi banjir dan macet di ibu kota saat ini semakin berkurang. Hal ini diungkapkan  Direktur Eksekutif Jaringan Anak Nasional (Jaranan) kepada redaksi, Senin (22/2/21).

“Alhamdulillah, kondisi dan titik banjir terjadi di Ibu Kota semakin berkurang. Begitu pula dengan tingkat kemacetan di DKI Jakarta. Pak Jokowi mestinya berterima kasih kepada Gubernur DKI saat ini (Anies Baswedan), karena janjinya saat nyapres dulu mulai terealisasi,” katanya.

Sebagaimana diketahui, lanjut penggagas Klub Literasi Progresif (KLip) ini, pada waktu nyapres dulu, Jokowi mengungkapkan bahwa macet dan banjir di Jakarta lebih mudah diatasi jika dia jadi Presiden. Sementara Anies sendiri waktu kampanye sebagai calon gubernur, tidak memberikan janji yang muluk-muluk dalam mengatasi banjir dan macet di ibu kota.

“Sekarang kan banjir dan macet Jakarta semakin berkurang. Sekarang Jokowi presiden. Jadi mulai terbuktilah janjinya kalau dia jadi presiden, banjir dan macet di Jakarta akan teratasi,” kata Nanang dengan nada menyindir.

Kalau ada BuzzerRp yang masih tidak mengakui keberhasilan Anies megatasi banjir, lanjutnya, berarti secara tidak langsung dia juga menganggap Jokawi gagal merealisasikan janjinya.

“Semestinya para BuzzerRp tersebut berterima kasih juga kepada Anies. Karena Anies telah membantu Jokowi merealisasikan janjinya,” ungkap Nanang.

Disebutnya, bahwa istilah yang digunakan Jokowi dan Anies ketika merujuk penyebab banjir pun amatlah serupa. Jika Jokowi menggunakan istilah curah hujan tinggi, sementara Anies pakai istilah curah hujan ekstrem.

Dalam.konteks banjir, keduanya menampilkan diri layaknya soulmate, pasangan sehati, yang bahu-membahu untuk melepas kutukan Jakarta yang sebelumnya sebagai kampungnya air menjadi Jakarta yang bebas genangan air.

See also  Bertemu Media Secara Virtual, Gus Halim Paparkan Soal Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Sebagaimana diketahui, tambah dia, saat ini jumlah titik banjir, luas area, lamanya waktu surut banjir, dan jumlah pengungsi jauh semakin berkurang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Begitu pula dengan tingkat kemacetan di ibu kota. Bahkan keberhasilan Anies menata transportasi di Jakarta yang menyebabkan semakin berkurangnya kemacetan, mendapat penghargaan dari lembaga pemerhati transportasi internasional.
  

Sedangkan pernyataan Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa dia akan lebih mudah mengatasi banjir di Jakara disampaikan di hadapan para relawannya pada 26 Maret 2014 silam, saat Jokowi tengah diusung jadi calon presiden untuk periode pertama.

“Meskipun saya pindah kantor, itu justru akan mempermudah menyelesaikan masalah yang ada di Jakarta,” begitu kata Jokowi yang disambut tepuk tangan meriah para relawan kala itu.

Jokowi lantas mengurai bahwa sebanyak 60 hingga 65 persen kunci persoalan Jakarta dipegang oleh pemerintah pusat. Khusus banjir, Jokowi menyebut bahwa ada sebanyak 13 sungai besar di DKI yang menjadi kewenangan pusat.

Sebagai contoh, Jokowi mengatakan jika dirinya tetap menjadi gubernur DKI Jakarta, maka dia tidak akan bisa mengatur atau mengambil kebijakan untuk penanganan sungai di Bogor.

“Kini janji Jokowi tersebut perlahan tapi pasti diwujudkan Anies. Padahal Anies waktu nyagub tidak memberikan janji yang muluk-muluk dalam mengatasi banjir. Mungkin karena Anies sudah menepati sebagian besar janjinya saat kampanye dulu, jadi sekarang dia bantuin Jokowi untuk memenuhi janjinya, sekaligus menyelamatkan masyarakat Jakarta dari janji yang jika menunggu Jokowi, tidak tahu kapan terealisasinya,” pungkas Nanang.[fah]

Berita Terkait

Mendes Yandi Laporkan Kolaborasi Teranyar Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa
Mendes Yandri Dianugerahi Award Trophy Bakti Koperasi Pradana Nayaka
DPD RI Perkuat Diplomasi Parlemen dengan Rusia, Dorong Beasiswa bagi Pelajar Indonesia ke Moskow
BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT
Genjot Pembangunan Desa, Kemendes Gandeng PLN EPI dan Educare Smart Serbaindo
Commuter Line Bogor Terkendala, Transjakarta Kerahkan Armada Bantuan
OJK Bekali Generasi Muda Cakap Kelola Keuangan
Kesenian Rakyat Kemerdekaan, Kemendes-Kementrans Gelar Aksi Peduli NTT

Berita Terkait

Friday, 21 August 2026 - 17:56 WIB

Mendes Yandri Dianugerahi Award Trophy Bakti Koperasi Pradana Nayaka

Friday, 21 August 2026 - 10:47 WIB

DPD RI Perkuat Diplomasi Parlemen dengan Rusia, Dorong Beasiswa bagi Pelajar Indonesia ke Moskow

Thursday, 20 August 2026 - 16:30 WIB

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Thursday, 20 August 2026 - 15:44 WIB

Genjot Pembangunan Desa, Kemendes Gandeng PLN EPI dan Educare Smart Serbaindo

Thursday, 20 August 2026 - 14:27 WIB

Commuter Line Bogor Terkendala, Transjakarta Kerahkan Armada Bantuan

Berita Terbaru