Mal Pelayanan Publik, Atasi Benang Kusut Birokrasi dengan Kolaborasi

Tuesday, 15 June 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Alur perizinan pada layanan pemerintah, sering dianggap berbelit. Namun kini, benang kusut birokrasi itu mulai bisa diurai dengan konsep Mal Pelayanan Publik (MPP). Berbagai daerah yang sudah membangun MPP, bisa memanfaatkan sistem satu data agar antarinstansi pemerintah dapat saling berkolaborasi menciptakan pelayanan yang cepat.

Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa menjelaskan, pemberi layanan dari pemerintah, BUMN/D, dan swasta harus bisa menerapkan sistem yang terintegrasi. “Bukan hanya menyatukan layanan secara fisik, namun yang terutama secara sistem, dimana keterpaduan ini mendorong adanya pemanfaatan data bersama yang memungkinkan terjadinya penyederhanaan dalam pengelolaan data dan informasi dalam proses pelayanan,” jelas Diah dalam Lokakarya MPP, yang dilakukan secara virtual, Senin (14/06).

Lokakarya ini mengangkat tema Kolaborasi dan Integrasi Layanan pada Mal Pelayanan Publik. Tujuannya yakni melakukan re-commitment untuk melakukan kolaborasi Dan mendorong integrasi layanan melalui penyelenggaraan MPP di seluruh Indonesia. Lokakarya ini diikuti oleh 32 pimpinan instansi pemerintah pusat dan 9 pimpinan BUMN, termasuk dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Diah mengatakan, terwujudnya integrasi antar penyedia layanan bermuara pada penyederhanaan birokrasi pelayanan yang menimbulkan efisiensi waktu, biaya, serta kemudahan mendapatkan produk layanan baik layanan administrasi, barang dan jasa. “Diharapkan dengan adanya integrasi pelayanan melalui penyelenggaraan MPP dapat menciptakan iklim yang kondusif baik bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing global dan kemudahan berusaha di Indonesia,” ungkap Diah.

Tentu, peningkatan kualitas layanan di MPP harus ditunjang dengan kompetensi ASN. Untuk itu, Deputi Pengembangan Kompetensi ASN LAN RI Muhammad Taufiq, pada lokakarya itu, menjelaskan bahwa setiap ASN tidak bisa bekerja untuk unitnya sendiri. Namun harus membangun kolaborasi, bahkan antarinstansi pemerintah.

See also  Bertolak ke India dan Timur Tengah, Menhub Jajaki Kerja Sama Peningkatan Perhubungan Udara

Taufiq menegaskan, manfaat collaborative government adalah mampu memecahkan masalah. “Juga membangun basis rasa memiliki yang luas dan komitmen berbagai pihak,” ungkapnya.

Pemerintahan kolaboratif bisa mewujudkan pemahaman lebih baik untuk memecahkan masalah kompleks yang melibatkan banyak pemangku kepentingan. Kinerja yang tidak ego sektoral memungkinkan kerja organisasi lebih efisien dalam menciptakan kinerja berbasis outcome.

Pembangunan kualitas layanan tak luput dari peran para pimpinan. “Kuncinya adalah memimpin kolaborasi ini beda dengan memimpin Birokrasi. Birokrasi ini hierarki, kolaborasi lebih ke kemitraan. Pemimpin juga membangun terobosan, mencari peluang, dan orientasi outcome,” jelas Taufiq.

Lokakarya ini juga menghadirkan Kepala DPMPTSP Kab. Badung I Made Agus A sebagai narasumber. Agus menerangkan, awalnya pelayanan di Kab. Badung tersebar serta sarana yang belum memadai.

Kondisi tersebut yang dijadikan tantangan bagi jajarannya. DPMPTSP Kab. Badung kemudian menegaskan masalah dan harapan masyarakat Badung. Harapan pertama, masyarakat membutuhkan layanan prima yang mudah, murah, aman, dan nyaman.

Agus menyampaikan, jajarannya memiliki enam strategi. Strategi tersebut adalah membangun komitmen, mengubah paradigma, mengubah layout ruang layanan dan digitalisasi sarana prasarana, pengawasan dan evaluasi, transformasi pelayanan secara online, serta pengembangan inovasi.

Saat ini, Pemkab Badung sedang menyempurnakan aplikasi Layanan Publik Badung. “Kami juga siapkan virtual account untuk pembayaran agar masyarakat merasa lebih aman,” ungkapnya.

Berita Terkait

Kementerian PU Tangani Jalan Lingkar Krayan Untuk Dorong Aksesibilitas
Hutama Karya Serahkan Kendaraan Pengangkut Sampah dan Tanam Mangrove di Pesisir Marunda
Hutama Karya Resmi Kantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung
Melalui IJD, Warga Aceh Tenggara Kini Lebih Nyaman Ambil Hasil Panen di Ladang
HAN 2026 di LRT Jakarta, Anak Belajar Naik Transportasi Umum Sambil Bermain
Salurkan Air Minum di Tengah Kekeringan, Kementerian PU Beri Bantuan ke Desa Terdampak di Kabupaten Banjar
Peringati Hari Anak Nasional, Hutama Karya dan Yayasan KAKAK Perkuat Perlindungan Anak di Karanganyar
Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali Mulai Dimanfaatkan untuk Dukung MPLS dan Persiapan Kegiatan Belajar

Berita Terkait

Tuesday, 28 July 2026 - 19:59 WIB

Kementerian PU Tangani Jalan Lingkar Krayan Untuk Dorong Aksesibilitas

Tuesday, 28 July 2026 - 17:02 WIB

Hutama Karya Serahkan Kendaraan Pengangkut Sampah dan Tanam Mangrove di Pesisir Marunda

Tuesday, 28 July 2026 - 12:16 WIB

Hutama Karya Resmi Kantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung

Sunday, 26 July 2026 - 01:23 WIB

Melalui IJD, Warga Aceh Tenggara Kini Lebih Nyaman Ambil Hasil Panen di Ladang

Saturday, 25 July 2026 - 17:08 WIB

HAN 2026 di LRT Jakarta, Anak Belajar Naik Transportasi Umum Sambil Bermain

Berita Terbaru

News

Purbaya Soal Bursa Gubernur BI: Saya Ikuti Arahan Presiden

Wednesday, 29 Jul 2026 - 12:58 WIB

News

DPD RI Desak Penertiban ODOL untuk Jaga Kualitas Jalan Daerah

Wednesday, 29 Jul 2026 - 08:23 WIB

Berita Terbaru

Kementerian PU Terus Perkuat Infrastruktur KSPEAN Wanam Merauke

Wednesday, 29 Jul 2026 - 00:01 WIB