Bio Farma Jabarkan Produksi 19,8 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Tuesday, 27 July 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto Ilustrasi / Net

foto Ilustrasi / Net

DAELPOS.com – Proses pengiriman vaksin Covid-19, berbentuk barang jadi, dan bulk terus berlanjut. Sejak 6 Desember 2020 hingga 22 Juli 2021, jumlah vaksin masuk Indonesia, kurang lebih 151,9 juta dosis. Berbentuk bulk 123,5 juta dosis dari Sinovac, dan 22,4 juta berbentuk finish product dari AstraZeneca, dan Moderna.

Proses karantina vaksin itu, tidak hanya berbentuk finish product, tetapi juga bulk vaksin. Bulk vaksin, menjalani proses karantina lebih panjang, dibanding vaksin dalam kemasan finish product. Dan, Bio Farma tidak bisa langsung mengirimkan vaksin kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota.

”Jenis vaksin Bulk, harus melakukan karantina seperti uji internal oleh Quality Control (QC) Bio Farma, dan perlu mendapat izin rilis Quality Assurance Bio Farma. Selanjutnya, masuk proses fill and finish fasilitas produksi Bio Farma,” tutur Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto.

Setelah selesai proses fill and finish, produk vaksin Covid-19 yang sudah jadi, masih harus melalui proses karantina, sambil menunggu lot rilis, dikeluarkan Badan POM. Berbeda dengan vaksin jenis finish product, tidak memerlukan COR untuk dapat digunakan masyarakat. Vaksin dalam bentuk finish product ini, akan menjalani proses sampling Badan POM sebelum digunakan masyarakat.

Setiap proses fill and finish bulk vaksin Covid-19, ada yang harus menjadi catatan. Yaitu, mengenai penyusutan setiap proses pembuatan vaksin Covid-19. Itu menyebabkan jumlah dosis diterima berbentuk bulk, tidak sama dengan jumlah dosis saat menjadi finish product (produk jadi). Biasanya 10-15 persen lebih rendah dari jumlah bulk diterima, jadi dari target 140 juta dosis bulk vaksin akan diterima Bio Farma, diperkirakan akan menjadi kurang lebih 122.5 juta dosis produk jadi siap pakai.

Penyusutan itu, merupakan hal normal setiap proses pembuatan vaksin jenis apapun, dan terjadi pada manufaktur manapun. Itu disebabkan banyak faktor. Mulai saat proses produksi manufaktur maupun saat proses pemberian vaksin di masyarakat. ”Itu karena dalam proses produksi mulai homogenisasi, filling, dan packing, akan ada vaksin hilang selama proses. Tentu pada proses ini ada wastage. Itu proses ini normal dan tidak bisa dihindari. Misalnya, di selang ada yang tersisa, tangki ada tersisa itu juga ada wastage. Termasuk juga terjadi dalam proses packaging,” “tegas Bambang.

See also  AgenBRILink di Wilayah Transmigrasi Merauke Dorong Kemajuan Ekonomi Lokal

Selain itu, vaksin Sinovac produksi Bio Farma, ada overfill atau ekstra volume vaksin untuk mengantisipasi proses filling dalam kemasan vial multidose. Vaksin Covid-19 dikemas dalam kemasan 5 mililiter (ml) untuk 10 penerima. Itu artinya setiap orang akan menerima 0,5 ml. Tetapi pada kenyataannya, Bio Farma tidak akan memasukkan larutan vaksin tepat 5 ml dalam vial, melainkan diberi tambahan volume antara 5,9-6 ml.

Berita Terkait

wondr by BNI Bantu Nasabah Kelola Keuangan Keluarga
Epson Catat Penjualan Kumulatif EcoTank Tembus 100 Juta Unit Secara Global
Ekspor Nonmigas Tumbuh, Defisit Neraca Dagang Juni 2026 Susut
Legalitas Jadi Kunci, Keminveshil/BKPM Dorong UMKM Perempuan Banyumas Naik Kelas
Bank Mandiri-Paramount Perkuat Sinergi, Dorong Ekosistem Properti Berkelanjutan
Bank Jakarta Investasi Talenta Digital, Kejar Transformasi Berkelanjutan
Bank Mandiri Perluas Akses Kerja Inklusif bagi Generasi Difabel
Indonesia dan Arab Saudi Tingkatkan Sinergi Promosi serta Fasilitasi Investasi

Berita Terkait

Thursday, 13 August 2026 - 17:59 WIB

wondr by BNI Bantu Nasabah Kelola Keuangan Keluarga

Thursday, 13 August 2026 - 10:42 WIB

Epson Catat Penjualan Kumulatif EcoTank Tembus 100 Juta Unit Secara Global

Wednesday, 12 August 2026 - 15:46 WIB

Ekspor Nonmigas Tumbuh, Defisit Neraca Dagang Juni 2026 Susut

Wednesday, 12 August 2026 - 00:02 WIB

Legalitas Jadi Kunci, Keminveshil/BKPM Dorong UMKM Perempuan Banyumas Naik Kelas

Monday, 10 August 2026 - 17:31 WIB

Bank Mandiri-Paramount Perkuat Sinergi, Dorong Ekosistem Properti Berkelanjutan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Investasi dan Hilirisasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Nasional

Friday, 14 Aug 2026 - 17:34 WIB