Sekat Jalur Cepat Lambat Di Rasuna Said Hambat Akses Rumah Sakit, Komunikolog Hingga Pakar Transportasi Angkat Bicara

Wednesday, 19 January 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto Istimewa

foto Istimewa

DAELPOS.com – Warga DKI Jakarta baru tahu bahwa ada penyekatan jalur cepat ke jalur lambat yang menghambat akses ke Rumah Sakit di Jalan Rasuna Said. Hal tersebut pun sontak menjadi perbincangan berbagai kalangan hingga di media sosial.

Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Komunikolog Politik Nasional Tamil Selvan angkat bicara terkait hal ini, menurutnya tidak ada kebijakan publik yang mutlak apalagi jika dihadapkan dengan persoalan kemanusiaan.

“Saya sudah dengar tentang (penyekatan) itu, yang saya binggung kok sampai sekarang belum dibuka? Gimana kalau kondisi emergency, ini soal nyawa manusia lho. Saya kira Gubernur harus bersikap,” terangnya kepada awak media, Rabu (19/1)

Kang Tamil panggilan akrabnya mengatakan bahwa, penyekatan tersebut bertolak belakang dengan visi misi Anies dalam memimpin DKI Jakarta yang ingin bahagia warganya dan maju kotanya.

“Penyekatan itu jelas-jelas tidak membuat masyarakat bahagia, apalagi yang sedang perlu untuk berobat ke RS Mayapada itu. Ini mencoreng wajah gubernur namanya,” Tandasnya.

Lebih lanjut Kang Tamil mengilhami alasan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam melakukan penyekatan itu demi mengurangi potensi kemacetan, namun dirinya mengatakan bahwa nyawa manusia harus diutamakan.

“Kalau alasannya macet, bisa dilakukan banyak rekayasa lalu lintas. Ini soal nyawa, ngak bisa tawar menawar. Kadishub harus cepat lalukan pembukaan, ini potensi pelanggaran HAM lho,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pakar transportasi publik Jim Lomen Sihombing bahwa penutupan akses jalur cepat ke jalur lambat di depan Eks Kedutaan Australia membuat warga harus berputar-putar, bahkan dirinya menyayangkan tidak adanya rambu penanda adanya rumah sakit.

“Putaran balik didepan menara kuningan itu tidak bisa masuk ke RS Mayapada karena penyekatan tadi. Jadi banyak orang seolah kena ‘prank’, mereka sudah putar balik disitu tapi ngak bisa masuk, jadi harus putar balik lagi depan Kedutaan Malaysia dan putar lagi didepan gedung KPK. Ngak boleh akses ke rumah sakit dibuat begitu,” jelasnya.

See also  Wilayah Didominasi Perbukitan, Desa Srimulyo Bangkit dengan 19 Wisata Alam

“Bayangkan kalau itu mobil ambulance atau kondisi pasien yang butuh penanganan darurat, tentu akan sangat berbahaya, apalagi itu jalur yang sangat padat di jam kerja,” Ungkapnya

Diketahui bahwa Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan penyekatan jalur cepat ke jalur lambat di jalan Haji R. Rasuna Said, tepatnya di depan eks Kedutaan Besar Australia. Hal tersebut pun membuat akses masuk ke Rumah Sakit Mayapada dan MMC menjadi terhambat. (*)

Berita Terkait

Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD
GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI
PLN Icon Plus Resmikan Kantor Pelayanan Manado, Perkuat Jangkauan Layanan di Sulawesi Utara
GKR Hemas Gandeng Kemendagri Dorong Percepatan RUU Daerah Kepulauan
Irman Gusman Ajak Perantau Lambah Bangkitkan Ekonomi Nagari
Bayar Pajak Tanpa KTP, Warga Jabar Tetap Diminta Bikin Pernyataan
Kementerian PANRB Dorong Percepatan MPP dan MPP Digital di Daerah
Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Banda Aceh, Darwati Soroti Peran Ibu dalam Menjaga Persatuan

Berita Terkait

Monday, 3 August 2026 - 16:20 WIB

Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD

Sunday, 2 August 2026 - 18:19 WIB

GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI

Monday, 20 July 2026 - 22:10 WIB

PLN Icon Plus Resmikan Kantor Pelayanan Manado, Perkuat Jangkauan Layanan di Sulawesi Utara

Tuesday, 2 June 2026 - 14:40 WIB

GKR Hemas Gandeng Kemendagri Dorong Percepatan RUU Daerah Kepulauan

Sunday, 31 May 2026 - 22:21 WIB

Irman Gusman Ajak Perantau Lambah Bangkitkan Ekonomi Nagari

Berita Terbaru

Berita Utama

AUM BNI Private Tumbuh 21%, Wealth Management Makin Solid

Tuesday, 11 Aug 2026 - 15:12 WIB

foto ist

News

HUT Ke-81 RI, Naik MRT-LRT-Transjakarta Cuma Rp1

Tuesday, 11 Aug 2026 - 10:00 WIB