Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Harus Efektif, Efisien, Transparan dan Akuntabel

Monday, 14 February 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto Istimewa / Net

foto Istimewa / Net

DAELPOS.com – Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menekankan komitmen Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) agar penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah dapat berjalan dengan efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Terlebih dalam kondisi pandemi yang belum selesai.

“Semua kementerian dan lembaga pemerintah, perlu meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan APBN. LKPP  perlu benar-benar mengawal proses pengadaan barang dan jasa yang bersumber dari APBN agar dapat berjalan dengan efektif, efisien, transparan dan akuntabel,” ujar Anis dalam rapat kerja dengan LKPP di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Anis menambahkan bahwa setiap tahun pemerintah baik pusat maupun daerah telah menghabiskan anggaran hingga mendekati Rp1.000 triliun untuk pengadaan barang dan jasa. Besarnya anggaran tersebut, menurutnya sangat rawan akan kebocoran dan korupsi, untuk itu, penggunaan e-procurement atau pengadaan barang dan jasa secara elektronik bisa menjadi solusi atas kerawanan permasalahan tersebut.

Lebih lanjut, mengenai komitmen LKPP untuk melindungi usaha kecil, Anis menilai LKPP perlu menyikapi profesionalisme pelaksana pengadaan dan penyelarasan aturan yang melindungi usaha kecil. “LKPP perlu memiliki langkah konkrit apa yang akan dilakukan sebagai jaminan untuk selalu memprioritaskan penggunaan produksi dalam negeri. Hal ini dibutuhkan melihat berbagai kemudahan dan maraknya produksi impor. Karena kita tahu misi LKPP salah satunya adalah mendorong kemandirian bangsa,” tegasnya.

Selain itu, mengenai sengketa kontrak dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, politisi fraksi PKS mengingatkan agar (LKPP) memiliki solusi dan mitigasi risiko dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah. “LKPP perlu memiliki solusi terkait isu-isu yang menimbulkan sengketa tersebut. Termasuk juga mitigasi resiko ketika ada sengketa konflik dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah,” tandasnya.

See also  MRT Jakarta Ditetapkan Sebagai Objek Vital Transportasi Bidang Perkeretaapian

Selanjutnya, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mengingatkan akan pentingnya proses evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan reformasi birokrasi di LKPP. Utamanya terkait dampak dari pandemi Covid-19 selama tahun 2021 sampai tahun 2022. “Proses evaluasi harus selalu ada. Termasuk evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan reformasi birokrasi di LKPP terkait dampak dari pandemi Covid-19,” paparnya.

Terakhir, mengenai program Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLAH), Anis menyarankan adanya peran yang jelas dari LKPP terhadap program tersebut. Pasalnya program tersebut memiliki tujuan untuk memudahkan satuan pendidikan dalam pengadaan barang dan jasa sekolah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Mengingat program ini memiliki kaitan dengan salah satu fungsi  LKPP yaitu menyusun kebijakan dan regulasi terkait pengadaan barang dan jasa pemerintah,” imbuhnya.

Berita Terkait

Anggota DPR RI Komisi V Tinjau Progres Jalan Tol Palembang–Betung, Dorong Percepatan Konektivitas di Sumatra Selatan
Tinjau Lokasi Tanah Bergerak di Tegal, Menteri Dody Siap Dukung Pembangunan Huntara Bagi Warga Terdampak
Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting Segmen I dan II Perkuat Konektivitas Wilayah Papua Selatan
HKA Optimalkan Ruas Tol dan Rest Area demi Kenyamanan Imlek 2026
Menteri Rini Sampaikan Pentingnya Penguatan Literasi Finansial Bagi Perempuan dan Birokrasi
Tinjau Pembangunan Pusat Pemerintahan Papua Selatan, Menteri Dody Tekankan Pentingnya Sistem Drainase Kota
Dukungan dan Apresiasi DPR Pada Kementrans, Wamen Viva Yoga: Membangun Kawasan Transmigrasi Menjadi Tanggung Jawab Semua Komponen Bangsa
Menteri Dody Tinjau IJD Ruas Banjarkemantren–Prasung, Dukung Konektivitas Kawasan Industri Prioritas di Sidoarjo

Berita Terkait

Saturday, 14 February 2026 - 05:35 WIB

Anggota DPR RI Komisi V Tinjau Progres Jalan Tol Palembang–Betung, Dorong Percepatan Konektivitas di Sumatra Selatan

Saturday, 14 February 2026 - 05:22 WIB

Tinjau Lokasi Tanah Bergerak di Tegal, Menteri Dody Siap Dukung Pembangunan Huntara Bagi Warga Terdampak

Tuesday, 10 February 2026 - 13:05 WIB

Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting Segmen I dan II Perkuat Konektivitas Wilayah Papua Selatan

Tuesday, 10 February 2026 - 10:26 WIB

HKA Optimalkan Ruas Tol dan Rest Area demi Kenyamanan Imlek 2026

Monday, 9 February 2026 - 14:05 WIB

Menteri Rini Sampaikan Pentingnya Penguatan Literasi Finansial Bagi Perempuan dan Birokrasi

Berita Terbaru

Menkeu Purbaya / foto ist

News

Awal Ramadan, THR Aparatur Negara Mengalir Rp55 Triliun

Saturday, 14 Feb 2026 - 09:21 WIB