Kurangi Pencemaran Lingkungan, Kementerian PUPR Bangun Sistem Pengolahan Air Limbah Terintegrasi KIT Batang di Jateng

Friday, 4 March 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya tengah membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terintegrasi beserta jaringan perpipaan untuk pengelolaan air limbah pada Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan infrastruktur ini bertujuan untuk meningkatkan layanan sanitasi skala kawasan dan mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh air limbah industri maupun domestik sehingga tidak dibuang secara langsung ke sungai maupun tanah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan kawasan industri ini merupakan pola baru karena menggunakan tanah negara dan fasilitas disediakan pemerintah, seperti jalan, air, sanitasi dan perumahan sehingga investor yang datang hanya perlu membangun pabrik dan langsung beroperasi.

Secara teknis, skema pengolahan air limbah KIT Batang menggunakan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) yang dilakukan dengan cara mengalirkan air limbah domestik dan air limbah yang berasal dari industri yang telah melalui pengolahan awal (pretreatment) melalui jaringan perpipaan untuk diolah ke IPAL Terintegrasi sehingga menghasilkan standar influen (baku mutu) yang ditetapkan sebelum dilakukan daur ulang maupun bercampur dengan badan air/dialirkan ke sungai.

IPAL Terintegrasi ini memiliki kapasitas 18.000 m3/hari yang dilengkapi dengan jaringan perpipaan air limbah sepanjang kurang lebih 18 km dengan diameter pipa 200-700 mm dan dilengkapi dengan manhole, bak kontrol serta beberapa pompa wet pit untuk mengalirkan air limbah secara gravitasi menuju IPAL. Pekerjaan IPAL Terintegrasi beserta jaringan perpipaan air limbah KIT Batang Fase 1 seluas 450 hektare mulai dikerjakan sejak kontrak 15 Desember 2021 dan ditargetkan selesai 14 Desember 2023. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan metode rancang bangun (Design and Build) dengan progres saat ini yaitu proses penyusunan rencana teknis terinci (DED) IPAL, Jaringan Perpipaan dan bangunan pendukung. Pararel dengan proses desain, di lapangan telah dimulai pekerjaan persiapan konstruksi meliputi pekerjaan uji geolistrik, survey topografi, pekerjaan sondir dan boring, jalan akses, pembangunan pagar temporari dan direksi keet.

See also  Dukung Pendidikan Santri Tahfidz Al-Qur'an, Kementerian PUPR Serah Terimakan Rusun Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Dzikrul Qolbi di Kulonprogo

Anggaran pembangunannya bersumber dari APBN TA 2021-2023 (MYC) senilai Rp341,7 miliar untuk pekerjaan fisik oleh kontraktor PT PP-PT SBS-PT MKJ (KSO) dan pekerjaan konsultan manajemen konstruksi senilai Rp. 8,7 miliar oleh PT Arkonin EMP–PT Virama Karya (KSO). Lingkup pekerjaannya meliputi rencana teknis terinci (DED), konstruksi fisik, pendampingan operasional hingga pemeliharaan.

Selain membangun pengolahan air limbah, Kementerian PUPR juga memulai pembangunan infrastruktur persampahan untuk meningkatkan layanan sanitasi KIT Batang berupa pembangunan Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) berkapasitas 35 ton/hari. Pembangunan TPST KIT Batang mulai dikerjakan berbarengan dengan pekerjaan IPAL dengan biaya sebesar Rp20 miliar. Saat ini tengah diselesaikan pekerjaan fisik meliputi persiapan, bangunan utama, bangunan penunjang, lansekap, dan pekerjaan comisioning.

Di bidang permukiman, Kementerian PUPR juga menyiapkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minun (SPAM) berkapasitas 285 liter/detik untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Pembangunan KIT Batang merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam mewujudkan pemulihan ekonomi nasional akibat Pandemi COVID-19, juga sebagai pengembangan kawasan ekonomi baru di wilayah Batang khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya. (*)

Berita Terkait

Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen
Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta
Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 20:37 WIB

Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen

Friday, 25 September 2026 - 17:38 WIB

Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta

Thursday, 24 September 2026 - 14:22 WIB

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Thursday, 24 September 2026 - 13:59 WIB

Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat

Thursday, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Berita Terbaru

Energy

Raih 11 Medali, PLN Icon Plus Masuk Top 10 TBCCI 2026

Friday, 25 Sep 2026 - 20:34 WIB