Delegasi Indonesia Paparkan Pentingnya Pengelolaan Bendungan Merespon Isu Perubahan Iklim

Sunday, 5 June 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Dalam Kongres ke-27 International Commission On Large Dams (ICOLD) pada 1-3 Juni 2022 di Marseille, Perancis, beberapa delegasi Indonesia terlibat aktif sebagai pembicara mengenai pembangunan dan pengelolaan bendungan serta kaitannya terhadap isu perubahan iklim. Para pembicara tersebut yakni Ketua Indonesian National Committee on Large Dams (INACOLD) atau Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNIBB), perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan institusi lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum KNIBB yang juga merupakan Direktur Bendungan dan Danau Ditjen Sumber Daya Air Airlangga Mardjono menyampaikan dampak perubahan iklim pada pengelolaan Waduk Jatigede. Waduk Jatigede yang berlokasi di Kabupaten Sumedang Jawa Barat merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia dengan kapasitas sekitar 1 Miliar m3. Waduk ini berfungsi memasok air baku 3,5 m3/detik, jaringan irigasi seluas 90.000 hektar, pembangkit listrik 110 MW, mengendalikan banjir pada area seluas 14.000 hektar di daerah hilir, serta mendukung budidaya perikanan, olahraga, dan fasilitas rekreasi.

“Berdasarkan studi yang dilakukan pada Waduk Jatigede dalam kaitannya dengan dampak perubahan iklim, secara umum inflow waduk sampai tahun 2045 diproyeksikan akan mengalami tren penurunan dan lebih lama pada saat musim kemarau. Simulasi yang dilakukan pada musim hujan dan kondisi normal menunjukkan tidak ada dampak yang signifikan, namun pada saat musim kemarau akan menganggu irigasi serta menurunkan reservoir level dan energy generation”, ujar Airlangga pada Kamis, 2 Juni 2022.

Analisis dampak perubahan iklim pada inflow Waduk Jatigede tersebut menggunakan pendekatan 7 General Circulation Model (GCM) dan skenario Representative Concentration Pathways (RCP) 8,5 berdasarkan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) tahun 2013. Periode waktu yang digunakan sebagai baseline yaitu 1981-2005, sedangkan periode proyeksi tahun 2006-2045.

See also  DPR Minta Kesejahteraan Prajurit TNI Lebih Diperhatikan

Pada Kongres ICOLD 2022 tersebut, pembicara lainnya dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia Evi Anggraheni menjelaskan pengaruh perubahan iklim terhadap sedimentasi bendungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) pengaruh vulkanik, dengan studi kasus pada DAS Serayu dan Brantas. Sedangkan, dari Perum Jasa Tirta II Reni Mayasari menyampaikan dampak perubahan iklim pada pengelolaan 3 waduk besar di Sungai Citarum. Ketiga waduk tersebut yaitu Waduk Saguling (1985), Waduk Cirata (1988), dan Waduk Ir. H. Djuanda (1967). Untuk mengurangi dampak perubahan iklim, diperlukan penguatan dalam pengelolaan ketiga waduk tersebut.

Pada sesi yang lain, pembicara dari Balai Teknik Bendungan, Ditjen Sumber Daya Air Aris Rinaldi menyampaikan bahwa monitoring air tanah dalam evaluasi keselamatan bendungan merupakan bagian penting dalam pengelolaan dan pemeliharaan bendungan. Selain itu, dari Balai Wilayah Sungai Merauke, Ditjen Sumber Daya Air Andri Puji Wahyudi menjelaskan analisis dan evaluasi jangka pendek dan jangka panjang antara instrument data dan seep/w application pada Bendungan Jatiluhur Jawa Barat.

Pembicara lainnya dari PT. Waskita Karya Stella Monica memaparkan penggunaan sistem beton pracetak modular pada dinding samping bendungan, dengan studi kasus di Proyek Bendungan Margatiga Kabupaten Lampung Timur. Sedangkan Anom Prasetyo dari PT Vale Indonesia menyampaikan monitoring kinerja bendungan setelah bencana gempa bumi.

Turut menghadiri Kongres ICOLD 2022, antara lain pengurus KNIBB serta delegasi lainnya dari BUMN dan institusi lainnya. (*)

Berita Terkait

PP PBVSI Berikan Target Tinggi Timnas Voli Putra Indonesia di SEA V Cup 2026
Menteri Dody Sematkan Rompi Kuning, Apresiasi Warga Penjaga Konektivitas di Jembatan Enang-Enang
Hutama Karya Gelar Operasi Keselamatan Secara Berkela di Seluruh Ruas Tol Kelolaan
Prabowo Sambut Narendra Modi, Bahas PLTS hingga Kampus IIT di Indonesia
Perkuat Perlindungan Ekosistem Pantai di Jepara, PT Pelayaran Bahtera Adhiguna Tanam 1.000 Pohon Pesisir
Infrastruktur Jalan dan Air Dibangun, Harapan Baru untuk Wanam, Papua Selatan
DPD RI Dukung Pengembangan Bandar Antariksa Biak Lewat Kemitraan Indonesia–Rusia
Kementerian PU Pastikan Jembatan Enang-Enang Kini Fungsional Secara Terbatas, Penanganan Permanen Dipercepat

Berita Terkait

Thursday, 9 July 2026 - 16:36 WIB

PP PBVSI Berikan Target Tinggi Timnas Voli Putra Indonesia di SEA V Cup 2026

Wednesday, 8 July 2026 - 17:32 WIB

Menteri Dody Sematkan Rompi Kuning, Apresiasi Warga Penjaga Konektivitas di Jembatan Enang-Enang

Tuesday, 7 July 2026 - 18:58 WIB

Hutama Karya Gelar Operasi Keselamatan Secara Berkela di Seluruh Ruas Tol Kelolaan

Tuesday, 7 July 2026 - 18:49 WIB

Prabowo Sambut Narendra Modi, Bahas PLTS hingga Kampus IIT di Indonesia

Tuesday, 7 July 2026 - 13:01 WIB

Perkuat Perlindungan Ekosistem Pantai di Jepara, PT Pelayaran Bahtera Adhiguna Tanam 1.000 Pohon Pesisir

Berita Terbaru