DAELPOS.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pasar Bakti, di Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (09/02/2023). Di lokasi tersebut Presiden Jokowi mengecek penyaluran beras Bulog yang dilakukan melalui operasi pasar.
“Kita cek di beberapa warung di dalam tadi juga sudah terima beras dari Bulog, lima kilo harga Rp49 ribu, saya kira ini juga artinya harga dijualnya nanti kan perkilonya di bawah Rp10 ribu, ini juga akan baik,” ujarnya.
Selain beras, Presiden juga melakukan pengecekan harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya seperti daging dan telur.
“Daging baik, sama telur baik tadi kita cek. Yang biasanya naik kan telur, sudah baik di sini. Kemudian nanti bawang merah juga harganya udah Rp40-an ribu, saya kira juga masih baik, kemudian cabai juga pada kondisi baik,” ujar Presiden.
Selain itu, lanjut Presiden, harga minyak goreng juga relatif stabil di kisaran Rp14 ribu per liter.
“Minyak goreng harga juga tadi Rp14 ribu, masih baik, masih baik,” ujar Presiden.
Lebih lanjut Presiden menekankan pentingnya keberadaan infrastruktur untuk mendukung kelancaran distribusi bahan-bahan pokok sehingga harga kebutuhan pokok tersebut dapat menjadi stabil.
“Ada 514 kabupaten/kota, ada 17 ribu pulau, mendistribusikannya itu kadang-kadang, artinya ini masalah distribusi yang kadang-kadang terganggu di lapangan, entah karena cuaca, entah karena kondisi jalan, sehingga yang namanya infrastruktur itu menjadi sangat penting,” ujarnya.
Tampak mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

