Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan, Kementerian PUPR Selaraskan Program Pembangunan Infrastruktur pada Rakornas KKP.

Thursday, 5 December 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendukung upaya Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup nelayan melalui sejumlah pembangunan infrastruktur di Indonesia. Pada tahun 2020, dukungan infrastruktur dilakukan Kementerian PUPR antara lain Bidang Sumber Daya Air (SDA) melalui peningkatan jaringan irigasi tambak garam dan perikanan, Bidang Permukiman melalui peningkatan kualitas kawasan permukiman nelayan, dan Bidang Perumahan melalui pembangunan Rumah Khusus (Rusus) dan perbaikan Rumah Swadaya untuk nelayan.

“Sesuai dengan Perintah Bapak Presiden Joko Widodo bahwa Pembangunan Infrastruktur akan terus dilanjutkan dengan memastikan konektivitas antar kawasan seperti: kawasan industri rakyat, industri kecil, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan pariwisata, dan Kawasan pertumbuhan lain termasuk kawasan perikanan dan permukiman nelayan seperti di Pansela, Pantura, dan Pantai Timur Sumatera,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (Rakornas KKP) di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Selain Menteri Basuki, hadir pula pada acara tersebut Menteri KKP Edi Prabowo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

Untuk meningkatkan produktifitas garam dan perikanan, Kementerian PUPR tahun 2020 akan membangun jaringan irigasi tambak sepanjang 197 Km dengan cakupan seluas 5.569 Ha dan rehabilitasi jaringan tambak sepanjang 109 Km dengan cakupan seluas 4.563 Ha yang tersebar di 10 Provinsi di Indonesia.

“Program pembangunan irigasi tambak garam dan irigasi perikanan ini harus kita sinkronkan dengan program di KKP sehingga Kementerian PUPR tahu di mana saja sentra-sentra produksi tambak garam dan perikanan prioritas untuk dikembangkan,” ujar Menteri Basuki.

Untuk meningkatan kualitas permukiman nelayan Kementerian PUPR membangun penyediaan air bersih dan sanitasi serta penataan lingkungan (termasuk pembangunan jalan produksi). Pembangunan tersebut tersebar di 3 Provinsi yakni di Kawasan Senggarang Kampung Bugis, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau; Kawasan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur; Karang Rejo dan Jalan Lingkungan Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

See also  Menteri LHK, Siti Nurbaya Ajak Siswa Sekolah Jaga Alam dan Lingkungan

“Termasuk pengerukan muara-muara sungai, terutama di Pantai Utara Jawa karena pasti menjadi hambatan bagi nelayan untuk menambatkan kapalnya. Contohnya di Muara Sungai Juana dan Muara Sungai Losari,“ ujar Basuki.

Untuk meningkatkan taraf hidup nelayan akan dibangun rumah khusus nelayan sebanyak 350 unit yang tersebar di 9 provinsi yang terdiri dari Sumatera Utara (30 unit), Riau (30 unit), Kalimantan Barat (30 unit), Sulawesi Selatan (30 unit), Sulawesi Tengah (60 unit), Sulawesi Utara (30 unit), Maluku Utara (60 Unit), Papua (40 unit), dan Papua Barat (40 unit). Menteri Basuki mengatakan pembangunan rumah khusus bertujuan agar para nelayan memiliki rumah layak huni dan mengatasi kawasan kumuh di pesisir.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Basuki juga menyampaikan akan mensinkronkan program-program di Kementerian PUPR dengan usulan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa terkait rencana pembangunan internasional fish market di Indonesia.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan sebagai negara maritim, Indonesia perlu memiliki pasar ikan bertaraf internasional atau internasional fish market. Adanya pasar ikan tingkat internasional akan menjadi sumber devisa bagi Indonesia dan meningkatkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) di sektor perikanan.

Terdapat tiga lokasi yang diusulkan Bappenas sebagai internasional fish market yakni Likupang di Sulawesi Utara, wilayah Tual dan Saumlaki di Maluku serta Bagansiapi-api di Riau.

“Dari hasil penelitian, Likupang merupakan daerah paling siap untuk pembangunan Internasional Fish Market karena sudah ada pasokan ikan yang mencukupi, sentra budidaya ikan, industri pengelolaannya tersedia,” tutur Suharso.

Dukungan Infrastruktur Kementerian PUPR Periode 2015-2019

Dukungan infrastruktur bagi nelayan telah dilakukan Kementerian PUPR pada tahun 2015-2019. Secara nasional untuk pembangunan tambak garam seluas 410.000 Ha dan rehabilitasi 3.740 Ha. Untuk pembangunan tambak perikanan seluas 14.608 Ha dan rehabilitasi seluas 79.324 Ha.

See also  Dukung Kelancaran Ibadah Haji, Hutama Karya Buka Akses Tol Sigli - Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji - Seulimeum) Secara Terbatas

Selanjutnya juga penataan kawasan permukiman nelayan seperti di Kampung Tepi Air Tambak Lorok, Kota Semarang dan Kampung Nelayan Tegal Sari, Kota Tegal di Provinsi Jawa Tengah. Kemudian pembangunan Jembatan Muara Gembong yang membentang di Sungai Citarum sepanjang 82 meter. Jembatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan konektivitas antara Desa Pantai Mekar dan Desa Pantai Bahagia sehingga mendukung produksi perikanan nelayan setempat.

Dalam meningkatkan rumah layak huni, Kementerian PUPR melalui Ditjen Penyediaan Perumahan membangun rumah susun sebanyak 6 tower, 316 unit yang tersebar di 6 Provinsi yakni Aceh, Jawa Timur, Banten, Sumatera Barat, Bangka Belitung, dan Kalimantan Timur. Pembangunan rumah khusus sebanyak 9.833 unit yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia. (RED)

Berita Terkait

BNI Jalankan Aksi Korporasi Terukur, Fundamental Bisnis Tetap Solid
Keminveshil-Kemenhub Jajaki Investasi Terminal Purabaya dan Betan Subing
Pastikan Kenyamanan Pengguna Jalan, Hutama Karya Lakukan Pemeliharaan JTTS dan Bangun Akses Baru di Tol Terpeka
Penasihat Hukum Global Sumud Flotilla Soroti Lemahnya Hukum Internasional
Bekali Mahasiswa Keahlian Industri, ITPLN Gandeng Enerflow
TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa
Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 20:52 WIB

BNI Jalankan Aksi Korporasi Terukur, Fundamental Bisnis Tetap Solid

Wednesday, 21 October 2026 - 20:45 WIB

Keminveshil-Kemenhub Jajaki Investasi Terminal Purabaya dan Betan Subing

Wednesday, 21 October 2026 - 17:22 WIB

Pastikan Kenyamanan Pengguna Jalan, Hutama Karya Lakukan Pemeliharaan JTTS dan Bangun Akses Baru di Tol Terpeka

Tuesday, 20 October 2026 - 13:18 WIB

Penasihat Hukum Global Sumud Flotilla Soroti Lemahnya Hukum Internasional

Tuesday, 20 October 2026 - 13:15 WIB

Bekali Mahasiswa Keahlian Industri, ITPLN Gandeng Enerflow

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Hutama Karya Jaga Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh hingga Triwulan III 2026

Wednesday, 21 Oct 2026 - 21:05 WIB

Ekonomi - Bisnis

Telkom Hadirkan Inovasi Pembelajaran Numerasi untuk 100 Sekolah di Wilayah 3T

Wednesday, 21 Oct 2026 - 20:58 WIB

Berita Utama

BNI Jalankan Aksi Korporasi Terukur, Fundamental Bisnis Tetap Solid

Wednesday, 21 Oct 2026 - 20:52 WIB

Berita Utama

Keminveshil-Kemenhub Jajaki Investasi Terminal Purabaya dan Betan Subing

Wednesday, 21 Oct 2026 - 20:45 WIB