DAELPOS.com — Anggota DPR RI Komisi IX dari F PKS, Alifudin kembali menegaskan menolak kenaikkan iuran BPJS yang disampaikan langsung kepada menteri kesehatan RI dan Direktur BPJS saat rapat kerja dan dengar pendapat perdana bersama Kemenkes dan Dirut BPJS, Rabu (6/11/2019), di Ruang rapat Komisi IX DPR RI, Gedung Nusantara I, Jakarta.
Alifudin yang sejak awal komitmen mengawal masalah BPJS mengatakan perlu ada uadit khusus agar bisa menekan defisit.
“Terhadap tarif kami tegas karena banyak aspirasi dari dapil kami yang menolak, solusinya bagaimana kita mengoptimalkan pajak, kalua perlu kita sisir pake sisir yang sangat halus kalo perlu, sehingga bagaimana kita bisa menutup defisit yang bapak sampaikan tadi itu langsung kita tutup saja kita bayar kita masukan dalam anggaran sehingga tidak ada defisit tentu saja sebelumnya harus ada audit kalau perlu DPR meminta kepada BPK untuk melakukan audit khusus”, ujarnya.
Alifudin juga meragukan alasan kenaikkan iuran BPJS bisa menutup defisit yang dialami oleh BPJS saat ini.
“Berikutnya apakah manakala bapak-bapak melakukan kenaikkan tarif apa sudah menjamin tidak terjadi defilit lagi bagaimana dengan akumulasi defisit dari tahun-tahun sebelumnya”, tambahnya.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

