Kongres Nasdem: Pengelolaan Sampah Plastik, Salah Satu Rekomendasi Politik

Monday, 11 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),Pada Sidang Komisi Rekomendasi Politik Kongres Nasional Demokrat (Nasdem) pagi ini di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Minggu 10 Nopember. Komisi yang dipimpin oleh Irma S Chaniago, Charles Meikiansyah dan Vena Melinda menghadirkan kadernya sendiri yang adalah Menteri LHK Siti Nurbaya untuk memberikan referensi tentang penanganan sampah plastik. 

Menteri Siti menjelaskan tentang pentingnya peran kader partai dalam pembangunan termasuk dalam pengelolaan sampah plastik. Dijelaskan olehnya secara cukup rinci pada kesempatan tersebut tentang persepsi publik terkait sampah, fakta dan data sampah serta sampah plastik, perubahan paradigma kelola sampah, kebijakan dan rencana aksi pengelolaan sampah. Dihadapan peserta sidang komisi itu pun Menteri Siti menegaskan agar sesama koleganya kader Partai Nasdem beraktualisasi mengisi pemerintahan dan pembangunan dengan sebaik-baiknya, tepat issue dan tepat sasaran.(11/11/2019)

Diuraikan juga oleh Menteri tentang kebijakan pemerintah perihal pengurangan sampah plastik. Pada tahun 2016, telah dirintis oleh asosiasi ritel didukung pemerintah untuk penerapan kebijakan kantong plastik berbayar hampir di seluruh minimarket di Indonesia. Kantong plastik berbayar dalam arti bahwa bayaran itu untuk beban yang diberikan kepada lingkungan. 

“Menurut survey yg dilakukan pada 2016 itu sekitar 87% masyarakat setuju dengan kebijakan kantong plastik berbayar, dan 91% masyarakat bersedia membawa kantong belanja sendiri dari rumah. Dan perubahan perilaku terjadi di masyarakat akibat kampanye dan regulasi pengurangan sampah plastik yaitu lebih meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan tumbler, tas belanja, dan sedotan tidak sekali pakai,” ujar Menteri Siti

Dari segi ancaman terhadap upaya konservasi dan pariwisata, sampah plastik adalah sampah yang paling dominan ditemukan di destinasi wisata Taman Nasional, baik di gunung maupun di laut, dan paling sulit terurai. Di contohkan olehnya destinasi seperti Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru, misalnya, sebanyak 56% sampah merupakan sampah plastik, sementara sampah organik hanya 14%. Sementara komposisi sampah nasional pada 2018, sebanyak 57% sampah organik dan hanya 15% sampah plastik. 

“Oleh karena itu, pemerintah bersama para pihak terus menggencarkan kampanye pengurangan sampah plastik, dan mengeluarkan regulasi pajak yang lebih besar untuk plastik,” tegas Menteri Siti.

Pemerintah juga mengingatkan telah terjadi perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah secara umum, utamanya dengan langkah memilah jenis sampah. Untuk kemudian diolah menjadi sumberdaya seperti mendaur ulang sampah menjadi kreasi unik dan berharga. Di beberapa Bank Sampah sudah terlaksana, seperti bayar tagihan atau beli sembako bisa menggunakan sampah plastik.

Paradigma baru mengenai sampah yang berusaha dibangun adalah kesadaran bahwa setiap orang adalah penghasil sampah maka setiap orang bertanggungjawab atas sampahnya. “Sampahku tanggung jawabku, sampah kita tanggung jawab kita,” kata Menteri Siti mengangkat slogan paradigma baru sampah. 

Pemerintah juga mendorong upaya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), sesuai implementasi Peraturan Presiden No. 35 Tahun 2018. Tahap awal akan dilakukan di 12 Kota Indonesia seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Surabaya, Bekasi, Tangerang dan Tangsel. Surakarta, Makassar dll. 

“Selain itu juga menenerapkan teknologi sampah plastik menjadi bahan baku aspal. Sejak 2018 sampai saat ini telah di uji coba pada 16 kota daerah,” kata Menteri Siti.

Menteri LHK mengajak seluruh kader Nasdem untuk ikut mengkampanyekan dan melakukan edukasi masyarakat dalam hal pengurangan sampah plastik, demi menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan bernilai. Juga melakukan praktek bersama masyarakat dalam penerapan komposting sampah organik, bank sampah dan industri, jadikan sampah sebagai sumberdaya. Itu semua menempatkan sampah sebagai sumberdaya.

Produksi kantong plastik mencapai 5 triliun lember setiap tahun, dan terbuat dari minyak bumi sebanyak 12 juta barel atau 8% dari konsumsi minyak dunia setiap tahun. Sementara rata-rata umur pakai hanya 20 menit saja, setelah itu jadi sampah dan hanya kurang dari 3 persen yang didaur ulang. Sisanya menjadi sampah yang perlu 1.000 tahun untuk hancur secara alami. 

Sehingga kepada para kader Partai Nasdem Menteri Siti berpesan sebaliknya dari program eksekutif dan legislatif, kader partai juga dapat menstimulir masyarakat untuk mengelola sampah plastik sebagai program konsituensi. “Dengan kader beragam, partai dapat lebih peka pada masalah sampah plastik dan begitupun, sampah plastik dapat menjadi perhatian untuk dikelola termasuk dalam pengembangan ekonomi seperti dengan bank sampah, rumah kompos, pelayanan kelola pilah sampah, waste to energi,” pungkas Menteri Siti.(PRY)

See also  Tinjau Terowongan Cisumdawu, Menteri Basuki: Tidak Ada Kerusakan Akibat Gempa Sumedang

Berita Terkait

Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh
Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel
Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen
Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta
Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Berita Terkait

Saturday, 26 September 2026 - 18:30 WIB

Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh

Saturday, 26 September 2026 - 07:30 WIB

Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel

Friday, 25 September 2026 - 20:37 WIB

Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen

Friday, 25 September 2026 - 17:38 WIB

Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta

Thursday, 24 September 2026 - 14:22 WIB

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Berita Terbaru

Berita Utama

OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital

Saturday, 26 Sep 2026 - 23:12 WIB

Berita Utama

Biji Pala Werianggi-Werabur Diolah Jadi Pembersih Tangan Organik

Saturday, 26 Sep 2026 - 20:59 WIB

foto ist

Nasional

Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh

Saturday, 26 Sep 2026 - 18:30 WIB