Menkop dan UKM Teten Dorong 3,5 Juta Warung Masuk dalam Wadah Ekosistem

Saturday, 14 December 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Koperasi dan UKM warung mengatakan warung tradisional yang kini jumlahnya 3,5 juta warung, bila digerakkan dalam satu ekosistem, bisa menjadi salah satu usaha mikro yang memberikan dampak besar bagi perekonomian nasional.

“Warung tradisional menghadapi tantangan berat, bukan hanya tuntutan serba ada seperti ritel modern, namun warung juga harus mulai serba pintar.
Untuk bisa pintar, warung harus dibangun konektivitasnya sehingga bisa masuk dalam supply chain, sehingga bisa mendapatkan perlakuan sama dalam pengadaan barang misalnya,” ujar Menkop dan UKM Teten Masduki, usai membuka Festival Gerakan Warung Nasional (FGWN) yang diinisiasi oleh platform Tokopedia dan Warung Pintar, di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (14/12)

Menteri Teten menjelaskan, strategi Kemenkop dan UKM dalam mendorong UMKM antara lain dengan memperluas pasar melalui digitalisasi. “Memang tidak semua warung cocok dengan digitalisasi. Namun saya melihat banyak UMKM anak muda yang memiliki produk produk bagus bahkan potensial untuk ekspor, mereka ini akan kita dorong terus agar bisa go internasional,” kata Teten.

Teten menegaskan selain memperkuat pasar dalam negeri, UMKM juga harus mampu meningkatlan kontribusinya untuk ekspor. “Saat ini kontribusi UMKM untuk ekspor masih sekitar 14,5 persen
china sudah 70 persen, korea 59 persen, Jepang 55 persen dan thailand 35 persen. Artinya, UMKM kita juga bisa seperti mereka, kita dorong UMKM untuk bisa go global.

Menurut Menkop dan UKM, ada banyak komoditi unggulan yang bisa diekspor, tinggal bagaimana menghubungkannya dengan pasar/market. Kemenkop dan UKM juga siap membantu UMKM yang potensial ekspor, melalaui berbagai pembinaan pengemasan maupun branding yang melibatkan anak-anak muda kreatif.

Acara yang diikuti juragan warung pintar se Jabodetabek itu juga dihadiri
CEO tokopedia William Tanuwijaya, CEO Warung Pintar Agung Hadinegoro, founder SAHARA Shamila Yahya, Presdir OVO Karaniya dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

See also  Sukseskan Prioritas Presiden, Menteri PANRB dan Menkeu Perkuat Peran Strategic Diamond

Warung dengan Sentuhan Digital

CEO Tokopedia, William Tanuwijaya mengatakan FGWN digelar untuk memajukan ekosistem warung, sekaligus mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia.

“Kami berkomitmen menjembatani pelaku usaha tradisional, seperti pemilik warung, toko kelontong, dan usaha sejenis lainnya dengan teknologi untuk mempermudah mereka mengembangkan usaha di era digital,” ujarnya.

Melalui FGWN, William berharap seluruh profesi di Indonesia, salah satunya pemilik warung, dapat berevolusi menjadi perusahaan teknologi lewat ekosistem.

“Sehingga mereka dapat selalu relevan dengan perubahan zaman dan terus berperan dalam pemerataan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tukasnya.

Sementara itu, CEO dan Co-Founder Warung Pintar, Agung Bezharie Hadinegoro mengatakan pihaknya fokus mentransformasi dan membuka akses bagi para pemilik warung di era digital, agar dapat ikut bertumbuh untuk ekonomi masa depan.

“Lewat Festival Gerakan Warung Nasional, Warung Pintar ingin mendukung komitmen para juragan warung yang ingin bertumbuh tanpa batas menggunakan sistem teknologi yang mudah dipakai dan dipahami,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pembangunan LNG Abadi Masela Mulai Jalan, Ekonomi Lokal Diyakini Ikut Ngebut
Mentrans Iftitah Turun Tangan Telusuri Dugaan Tumpang Tindih Lahan Transmigrasi dengan HGU Sawit
Mentrans: Tidak Ada Kemenangan Tanpa Kolaborasi, Begitu Juga Transmigrasi
Kemendes dan 10 Asosiasi Desa Gelar Seminar Nasional KDKMP
Punya Fasilitas Lengkap, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Medan Siap Sambut MPLS
Suasana Haru Warnai Hari Pertama MPLS Sekolah Rakyat Sragen, Anak Buruh Kini Bisa Wujudkan Mimpi
Sekolah Rakyat DKI Jakarta Garapan Hutama Karya Fungsional di Hari Pertama MPLS 2026
Lepas 25 Kades Study Visit ke Tiongkok, Mendes Harap Jadi Role Model bagi Desa di Indonesia

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 19:17 WIB

Pembangunan LNG Abadi Masela Mulai Jalan, Ekonomi Lokal Diyakini Ikut Ngebut

Friday, 17 July 2026 - 19:02 WIB

Mentrans Iftitah Turun Tangan Telusuri Dugaan Tumpang Tindih Lahan Transmigrasi dengan HGU Sawit

Thursday, 16 July 2026 - 18:28 WIB

Mentrans: Tidak Ada Kemenangan Tanpa Kolaborasi, Begitu Juga Transmigrasi

Thursday, 16 July 2026 - 18:22 WIB

Kemendes dan 10 Asosiasi Desa Gelar Seminar Nasional KDKMP

Thursday, 16 July 2026 - 18:15 WIB

Punya Fasilitas Lengkap, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Medan Siap Sambut MPLS

Berita Terbaru