Desak Bikin Pansus, SBY Tidak Ingin Kasus Jiwasraya Berujung seperti Century

Sunday, 2 February 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaerun mengatakan Presiden keenam menyampaikan keterangan tertulisnya di sosial media soal kasus dugaan megakorupsi Jiwasraya lantaran tidak ingin berujung seperti kasus Century.

Herman Khaerun menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin pemerintah bersikap objektif dalam melihat kasus Jiwasraya.

Hal itu dikarenakan hingga saat ini Partai Demokrat mendesak parlemen untuk membentuk panitia khusus angket dalam proses penyelidikan kasus gagalnya pembayaran uang nasabah JS Saving Plan PT. Asuransi Jiwasraya.

“Dalam tulisan Pak SBY itu menginginkan, meluruskan, jangan sampai  terjadi seperti dulu pansus Bank Century lebih banyak politisnya. Ayo kita arahkan, Demokrat secara tegas oleh ketum kami, untuk bisa objektif, dalam persoalan,” ucap Khaerun di acara Crosscheck, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (2/2).

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat itu meminta agar masyarakat tidak perlu bereaksi secara berlebihan mengenai tulisan SBY di sosial media. Untuk pemerintah, hanya perlu menjawab secara jelas mengenai kasus yang saat ini tengah mencuat.

“Kalau nanti banyak pertanyaan silahkan saja jawab pertanyaan itu, berapa besar. Contoh pertanyaan Pak SBY berapa besar sih sebetulnya uang yang disiapkan, berapa sih jebolnya?,” tuturnya.

Atas dasar tersebut, lanjut Herman, diperlukan adanya Pansus hak angket Jiwasraya lantaran dianggap efektif dan objektif dalam mengungkap kasus Jiwasraya. Hal itu juga dapat menepis spekulasi di tengah masyarakat yang menjurus pada persoalan politis pemerintah.

“Dan kita buktikan, pansus bisa membuktikan hal itu melalui hak angket,” tutupnya.[]

See also  HNW Minta Aparat Hukum Harus Transparan dan Adil, Tangani Tokoh Agama

Berita Terkait

Bersama Becky Tumewu dan Wahyu Wiwoho, PPID Sharing Ulik Komunikasi di Era Keterbukaan Informasi
Terima Laporan Bahlil, Prabowo Pastikan Ketahanan Energi Aman
PLN Gerak Cepat Atasi Pemadaman Bergilir
MotoGP Mandalika Jadi Mesin Penggerak Ekonomi NTB
Kementerian PU Kantongi Pagu Indikatif Rp98,47 Triliun, Fokus Pada Program Infrastruktur Berdampak Bagi Rakyat
Gunakan Pendekatan Octahelix, Mendes Libatkan UMMI dalam Pembangunan Desa
Revitalisasi Madrasah Perkuat Infrastruktur Pendidikan Keagamaan
Kemendes Gandeng KSP Tuntaskan Desa Tertinggal di 30 Kabupaten

Berita Terkait

Thursday, 25 June 2026 - 13:06 WIB

Bersama Becky Tumewu dan Wahyu Wiwoho, PPID Sharing Ulik Komunikasi di Era Keterbukaan Informasi

Wednesday, 24 June 2026 - 13:29 WIB

Terima Laporan Bahlil, Prabowo Pastikan Ketahanan Energi Aman

Sunday, 21 June 2026 - 08:31 WIB

PLN Gerak Cepat Atasi Pemadaman Bergilir

Friday, 19 June 2026 - 18:46 WIB

MotoGP Mandalika Jadi Mesin Penggerak Ekonomi NTB

Wednesday, 17 June 2026 - 21:03 WIB

Kementerian PU Kantongi Pagu Indikatif Rp98,47 Triliun, Fokus Pada Program Infrastruktur Berdampak Bagi Rakyat

Berita Terbaru

Nasional

Harga Pupuk Turun, Transmigrasi Siap Dukung Swasembada Pangan

Sunday, 28 Jun 2026 - 00:51 WIB

Olahraga

Permalukan India, Timnas Voli Indonesia ke Final AVC Cup 2026

Sunday, 28 Jun 2026 - 00:09 WIB

Nasional

PAPDESI Deklarasi Dukung Penuh MBG dan KDMP

Sunday, 28 Jun 2026 - 00:02 WIB