Desak Kementan Validkan Program Kerja

Wednesday, 12 February 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa

Foto Istimewa

DAELPOS.com – Komisi IV DPR RI mendesak Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memvalidkan data rencana program kerja, anggaran, berikut bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara baik. Semua data pertanian tersebut sangat dibutuhkan, agar bermanfaat bagi masyarakat luas, terutama para petani.

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pejabat Eselon I Kementan menyerukan, agar Kementan mengavaluasi seluruh kebijakan pertanian dan segera menyiapkan road map kebijakan pengembangan pertanian. Di sinilah dibutuhkan data yang valid bukan sekadar data copy-paste.

“Rencana kerja harus dilakukan secara teliti dengan basis data yang valid jangan bohong. Saya minta data yang disusun harus sesuai dengan kebutuhan, sehingga tepat guna dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat khususnya petani,” serunya dalam rapat tersebut di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (12/2/2020).  Rapat dihadiri Sekjen dan para Direktur Jenderal di lingkungan Kementan.  

Sudin mensinyalir ada oknum yang salah dalam mengalokasikan bantuan alsintan kepada para pertanian. Ada kasus para petani menolak bantuan alsintan, karena tidak sesuai dengan kebutuhan lahannya. “Kami tidak ingin seperti tahun lalu, terjadi jual beli bantuan alsintan. Ada petani enggan menerima bantuan alsintan akibat ketidaksesuaian kondisi lahan dengan batuan yang diberikan,” ungkap politisi PDI-Perjuangan itu.

Sementara soal alokasi anggaran yang dibahas Kementan dan Komisi IV DPR meliputi anggaran di semua direktorat jenderal. Ditjen Hortikultura mendapat anggaran Rp 1,082 triliun, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp 2,022 triliun, dan Badan Penyuluhan dan Ketahanan SDM Pertanian Rp 1,7 triliun. Sementara Badan Ketahanan Pangan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 823 miliar, Badan Litbang Pertanian Rp 1,800 triliun, serta Badan Karantina Pertanian Rp 1,025 triliun. 

See also  Pemanfaatan Aset Negara dengan Bijak, Gus Halim: Dilakukan Mulai Hal Kecil

Berita Terkait

HUT RI ke-81, KAI Tebar Diskon Tiket 17 Persen dan Tarif Rp8
AUM BNI Private Tumbuh 21%, Wealth Management Makin Solid
Sambut 74 Peserta Magang Nasional, Menteri Rini: Belajarlah Bagaimana Negara Bekerja untuk Masyarakat
Dukung DOB Papua Tengah, Kementerian PU Pacu Pembangunan Kantor Gubernur, DPRD, dan MRP
Prabowo Full Support FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah
Butuh Rp8.705 T, Pasar Modal Jadi Andalan Pembiayaan Pembangunan
Danantara-JBS Garap Bisnis Protein, Investasi US$2,5 Miliar
Wamendes Ariza Ajak Tiru Jepang untuk Bangun Desa Tangguh Bencana

Berita Terkait

Tuesday, 11 August 2026 - 17:42 WIB

HUT RI ke-81, KAI Tebar Diskon Tiket 17 Persen dan Tarif Rp8

Tuesday, 11 August 2026 - 15:12 WIB

AUM BNI Private Tumbuh 21%, Wealth Management Makin Solid

Tuesday, 11 August 2026 - 14:54 WIB

Sambut 74 Peserta Magang Nasional, Menteri Rini: Belajarlah Bagaimana Negara Bekerja untuk Masyarakat

Monday, 10 August 2026 - 18:36 WIB

Dukung DOB Papua Tengah, Kementerian PU Pacu Pembangunan Kantor Gubernur, DPRD, dan MRP

Monday, 10 August 2026 - 17:25 WIB

Prabowo Full Support FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah

Berita Terbaru

foto ist

Berita Utama

HUT RI ke-81, KAI Tebar Diskon Tiket 17 Persen dan Tarif Rp8

Tuesday, 11 Aug 2026 - 17:42 WIB

Nasional

Kertas Menyusut Buka Mata Siswa Sumedang tentang Palestina

Tuesday, 11 Aug 2026 - 17:27 WIB