Penyelesaian Pembangunan DI Bendungan Rajui Berikan Peningkatan Hasil Pertanian

Sunday, 23 February 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Banda Aceh, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) telah menyelesaikan pembangunan Daerah Irigasi (DI) Rajui yang berada di dalam sistem Bendungan Rajui, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Jaringan irigasi tersebut memberikan manfaat dalam mengairi area persawahan terhadap peningkatan hasil pertanian di Aceh.

Bendungan Rajui mempunyai kapasitas tampung sebesar 2,67 juta meter kubik (m3) untuk mengairi areal persawahan produktif di downstream bendungan yakni wilayah Seumayam Tanjung seluas 1.000 hektare (ha). Areal persawahan tersebut merupakan hasil pembukaan lahan pada tahun 1995 yang sebagian besarnya ditanami padi dan palawija seperti kacang-kacangan dan jagung.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR telah membangun banyak bendungan di berbagai daerah dan selanjutnya akan diikuti dengan pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi untuk menunjang produktivitas sentra-sentra pertanian.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata dimana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” jelas Menteri Basuki.

Bendungan Rajui telah selesai dibangun pada 2016, lalu dilanjutkan dengan pembangunan jaringan irigasi dan bendung pengarah pada 2017-2019 agar memberikan manfaat yang nyata bagi petani. DI Rajui dibangun dengan dana APBN sebesar Rp 101,4 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor PT.Andesmont Sakti.

Kepala BWS Sumatera I Djaya Sukarno mengatakan, pembangunan DI Rajui meliputi pekerjaan konstruksi bendung pengarah sebanyak 1 unit dengan kapasitas debit pengambilan sebesar 2 m3/detik atau 2.000 liter/detik. Sementara untuk pekerjaan jaringan irigasinya terdiri dari pembangunan saluran induk, sekunder dan suplesi sepanjang 15 km, bangunan irigasi 59 unit, dan jalan inspeksi.

See also  KTNA: Stok Beras Era Amran Luar Biasa dan Membanggakan

Dengan dibangunnya jaringan irigasi tersebut, diharapkan dapat membantu petani untuk meningkatkan intensitas tanamnya jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya satu kali dalam setahun. “Harapannya pada tahun 2020 ini sudah dapat memberikan kontribusi peningkatan periode tanam para petani dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun,” ujar Djaya.

Salah seorang petani setempat, Zainal Ibrahim (58) mengaku optimis bahwa jaringan irigasi tersebut dapat membantu petani meningkatkan tanam dan panen di lahan pertanian mereka. “Saya sendiri punya lahan pertanian setengah hektare, kami yakin bisa meningkatkan kegiatan menanam jadi dua hingga tiga kali setahun, karena kapasitas air saya lihat cukup dalam,” ujarnya.

Zainal mengaku, manfaat jaringan irigasi tersebut sudah dirasakan ketika diuji coba pembukaan saluran pengairannya pada awal tahun 2020. “Kemarin musim kemarau, hingga Februari 2020 baru kemarin bisa menanam waktu diuji coba dibuka irigasi ini, sehingga kami harap jangan ditutup lagi,” tuturnya. (PRY)

Berita Terkait

Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola
Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman
Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah
Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur
Dukung Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045, Hutama Karya Gelar ‘HK Mengajar’ di Universitas Bung Hatta
Kementerian PU Berhentikan Sementara ASN Tersangka Narkotika
Dorong Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan, Hutama Karya Hadirkan HK Bio Care di Lampung
Anak Transmigran Senggi Petakan Kampung dan Titipkan Harapan untuk Pembangunan Kawasan

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 20:50 WIB

Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola

Monday, 21 September 2026 - 19:42 WIB

Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman

Monday, 21 September 2026 - 12:53 WIB

Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah

Sunday, 20 September 2026 - 16:52 WIB

Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur

Sunday, 20 September 2026 - 12:20 WIB

Dukung Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045, Hutama Karya Gelar ‘HK Mengajar’ di Universitas Bung Hatta

Berita Terbaru

foto istimewa

Olahraga

Indonesia Tekuk Vietnam 3-0, Bidik Posisi Kelima

Monday, 21 Sep 2026 - 19:16 WIB

Berita Terbaru

DPD RI, BRIN dan ICMI Siapkan Kajian RUU Kecerdasan Artifisial

Monday, 21 Sep 2026 - 18:27 WIB