Koperasi Harus Jadi Pelaku Strategis Industrialisasi Perikanan

Thursday, 27 February 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Peluang usaha perikanan semakin besar seiring dengan konsumsi produk perikanan yang semakin tinggi. Data menunjukkan konsumsi ikan yang pada 1998 baru mencapai 18 kg/kapita/tahun melonjak menjadi 50 kg/kapita/tahun. Tren serupa juga terjadi dunia. Di lain pihak, produksi perikanan tangkap dunia mengalami penurunan 2 juta ton pada 2015 – 2016.

“Tantangan ini, sekaligus peluang pasar produk perikanan dunia semakin terbuka dan besar,” kata Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Riza Damanik, Rabu (26/2) dalam Workshop Kemitraan: Pengembangan Industrilisasi Bidang Perikanan oleh KUMKM Melalui Kemitraan dengan judul “Membangun Industrialisasi Koperasi Perikanan Melalui Kemitraan. Workshop dihadiri oleh berbagai koperasi nelayan, dinas koperasi provinsi, kabupaten/kota, pengusaha perikanan.

Untuk itu, Riza meminta koperasi dapat mengambil momentum dari potensi ekonomi sektor perikanan yang demikian besar. Terlebih di sektor perikanan budidaya, potensi lahannya mencapai 12 juta ha namun pemanfaatannya baru 7-8% saja.

“Kemenkop dan UKM menginginkan koperasi memainkan peran strategis untuk sektor perikanan,” kata Riza.

Ia mengemukakan potret pelaku usaha di sektor perikanan mayoritas adalah UMKM baik dalam perikanan tangkap, budidaya dan pengolahan. Berdasarkan data jumlah koperasi perikanan masih sedikit hanya 1,4 persen atau 1.959 koperasi. Dikatakan, data itu sekaligus mengonfirmasi bahwa sebagian besar nelayan kita belum berkoperasi.

Riza menegaskan jika nelayan dengan kepemilikan lahan dan perahu yang kecil-kecil yang dikelola secara individual, tidak berkelompok, pastilah mendapat nilai ekonomi rendah dan sulit bersaing.

“Harus ada yang memainkan peran untuk menjadi agregator dan konsolidator, yaitu koperasi. Peran itu strategis sekali. Industri perikanan kita akan semakin kuat dan berdaya saing dengan kemitraan koperasi semacam itu” tegas Riza.

Koperasi, lanjutnya, akan berperan melakukan konsolidasi lahan/perahu, hasil produksi, pembiayaan, pasar, hingga konsolidasi program-program pemerintah yang relevan dengan anggotanya. Dengan modal ini, koperasi dapat melakukan kemitraan dan mudah mencari off taker dan pembiayaan.

See also  Presiden Harap Kontingen Indonesia di SEA Games ke-30 Filipina Raih Peringkat Dua Besar

Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit mengatakan pasar ekspor ikan yang terbuka lebar menjadi peluang besar bagi Indonesia yang saat ini belum menjadi pemain utama dalam menyuplai komoditas perikanan ke pasar dunia.

“Melalui pertemuan ini, saya berharap bahwa sektor perikanan nasional khususnya yang dijalankan oleh nelayan anggota koperasi dapat berkembang pesat, memberi manfaat tidak hanya sekedar penjualan bahan baku saja, tapi juga mampu menghasilkan produk-produk berinovasi yang memiliki nilai tambah sehingga komoditas hasil perikanan Indonesia mampu bersaing tidak hanya dengan produk pangan lokal tapi juga dengan komoditas pangan dunia secara global serta produk perikanan mampu menembus pasar ekspor,” kata Victoria.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendorong kemitraan dalam komoditas unggulan udang, garam dan Hidrolisat Protein Ikan antara koperasi perikanan dengan pemilik teknologi dengan dukungan pemerintah setempat. Kemitraan diharapkan berdampak kepada: bertambahnya daya saing koperasi perikanan, peningkatan APBD, turut serta mengatasi stunting, turut serta mengurangi impor garam, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan. []

Berita Terkait

Bangun Karakter Sejak Dini, Kementrans Bangun Ratusan Sekolah dan Toilet
Realisasi Anggaran 2025 Kementerian PU Capai 95,23 Persen, Lebih Tinggi dari Tahun Sebelumnya
Hutama Karya Musnahkan 57.008 Berkas Arsip, Perdana di Klaster BUMN Infrastruktur
Kementerian PU Tangani Banjir Tol Tangerang–Merak KM 50, Siapkan Solusi Sungai Cidurian
Kementerian PANRB Pastikan Keberlanjutan Layanan MPP Pascabencana di Wilayah Sumatra
Kementerian PU Bangun 2 Puskesmas Darurat di Aceh, Jaga Layanan Kesehatan Pascabencana
Menteri Dody Pantau Penanganan Sungai Kuranji di Sumbar
Menteri Dody Tinjau Tanggap Darurat Sungai Air Dingin di Padang

Berita Terkait

Wednesday, 4 February 2026 - 16:31 WIB

Bangun Karakter Sejak Dini, Kementrans Bangun Ratusan Sekolah dan Toilet

Wednesday, 4 February 2026 - 16:12 WIB

Realisasi Anggaran 2025 Kementerian PU Capai 95,23 Persen, Lebih Tinggi dari Tahun Sebelumnya

Tuesday, 3 February 2026 - 22:45 WIB

Hutama Karya Musnahkan 57.008 Berkas Arsip, Perdana di Klaster BUMN Infrastruktur

Tuesday, 3 February 2026 - 20:16 WIB

Kementerian PU Tangani Banjir Tol Tangerang–Merak KM 50, Siapkan Solusi Sungai Cidurian

Monday, 2 February 2026 - 18:09 WIB

Kementerian PANRB Pastikan Keberlanjutan Layanan MPP Pascabencana di Wilayah Sumatra

Berita Terbaru

Berita Utama

Mendes Minta Kades se-Sulteng Sukseskan Posbankum dan Desa Bersinar

Wednesday, 4 Feb 2026 - 14:34 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa / foto ist

Ekonomi - Bisnis

Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi RI Tumbuh Mendekati 8 Persen pada 2029

Wednesday, 4 Feb 2026 - 14:31 WIB