DAELPOS.com – Komisi VII DPR RI Rofik Hananto meminta Pemerintah untuk segera mempertimbahkan langkah lockdown, mengingat wabah virus Corona (Covid-19) ini terus meluas dan memakan banyak korban. Pada Rabu (25/3/2020) jumlah pasien positif terinfeksi virus Covid-19 disebut bertambah menjadi 790 orang. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 58 orang, dengan jumlah yang sembuh 31 orang.
Dari 790 kasus positif Covid-19, sebagian besar tersebar di Pulau Jawa dengan 709 kasus positif; Banten 67 kasus, DKI Jakarta 463 kasus, Jawa Barat 73 kasus, Jawa Tengah 38 kasus, DIY 17 kasus dan Jawa Timur 51 kasus. Jumlahnya terbesar di DKI Jakarta. Melihat kondisi penyebaran yang semakin meluas, Rofik mengingatkan agar Pemerintah segera mempertimbangkan langkah lockdown.
“Saya meminta Pemerintah untuk segera mempertimbangkan langkah lockdown atau karantina wilayah, mengingat wabah virus corona ini semakin hari semakin meluas dan memakan banyak korban,” kata Rofik Kamis (26/03/2020).
Rofik menambahkan penyebaran virus Corona ini paling banyak dibawa oleh para pemudik yang kembali ke kampung halaman.
“Ini betul-betul mengerikan, daerah yang sebelumnya tidak ditemukan kasus positif Corona, kini mulai ditemukan kasus positif, dan jumlahnya setiap hari semakin meningkat. Apabila Pemerintah lambat mengambil sikap, dikhawatirkan kondisi ini semakin buruk dan justru akan semakin sulit untuk dikendalikan,” terang Rofik.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, saat ini para tenaga medis sudah kewalahan menangani pasien corona, dengan peralatan seadanya mereka terus berjibaku, dan bertambahnya pasien positif Covid-19 ini tidak diimbangi dengan ketersediaan tenaga medis dan peralatan yang memadai. Ini semakin memperburuk keadaan.
“Para tenaga medis kita hari ini sudah mulai kewalahan menangani pasien Covid-19, apabila pemerintah tidak segera mengambil keputusan yang tepat, dikhawatirkan kondisi ini akan semakin buruk,” tambah legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah VII itu.
Seperti diketahui, langkah lockdown juga telah dilakukan oleh beberapa negara seperti China, italia, Inggris, Spanyol, Malaysia, dan beberapa negara lain. Arab Saudi juga baru saja melakukan lockdown untuk Mekkah, Madinah dan Riyadh. Amerika Serikat juga sudah me-lockdown San Fransisco. Bahkan India juga telah mengambil langkah lockdown menyeluruh.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

