Ace Hasan: Pagu Indikatif Kemensos 2021 Belum Mencerminkan Pemulihan Covid 19

Thursday, 25 June 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja dengan Kementerian Sosial dengan pembahasan pembicaraan awal pagu indikatif RAPBN 2021, Rabu (24/6/2020) di Gedung DPR RI. Menurut Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily, pagu indikatif Kemensos 2021 belum mencerminkan pemulihan pasca Covid 19.

“Saya melihat untuk postur 2021 justru tidak mencerminkan sense bahwa kita ini sedang menghadapi pemulihan pasca Covid 19, Pak Menteri. Kenapa, karena anggarannya itu sama dengan anggaran normal. Saya kok bingung. Jadi anggaran tahun 2020 itu awalnya kan 62 triliun. Nah, anggaran tahun 2021, juga 62 triliun. Artinya Kementerian Sosial tidak melihat ada faktor. Saya tidak tahu mungkin karena Menteri Keuangannya yang membatasai pagu indikatifnya sebesar itu. Artinya bahwa pemerintahan ini tidak mempertimbangkan aspek Covid 19 pada aspek sosial”, ujar Ace.

“Padahal di dalam Perppu No 1 tahun 2020 ada realokasi dan refocusing anggaran yang begitu besar, sebesar Rp. 104 triliun, Pak. Jadi ini pertanyaan saya, kenapa anggaran untuk 2021, padahal dalam pidatonya Ibu Sri Mulyani di depan kami semua pada rapat Paripurna bahwa anggaran tahun 2021 itu di arahkan pada upaya pemulihan ekonomi dan dampak dari Covid 19 tetapi anggaran Kemensos tetep sama dengan anggaran awal tahun 2020 dan 2019 yang masih 62 triliun. Nah ini saya ingin mengkritik secara keseluruhan saja, Pak. Saya ingin memberikan satu perspektif bahwa ketika Pak Menteri kemudian menyusulkan pada halaman agak terakhir (paparan Mensos) anggaran sebesar Rp. 29 triliun untuk tambahan PKH yang seharusnya ini. Bukan anggaran awal yang oleh Kementerian Keuangan itu.”, lanjut Ace.

Ace memberikan catatan kepada Kemensos agar anggaran tahun 2021 disusun dengan memperhatikan kenaikan jumlah kemiskinan akibat Covid 19 dan upaya Kemensos untuk menurunkan kembali angka kemiskinan itu.

See also  Dukung Layanan Air Minum DPSP Lombok-Mandalika, Kementerian PUPR Mulai Bangun SPAM Sembalun di Kawasan Pariwisata Geopark Rinjani

“Anggaran pun harus menyesuaikan PKH, BPNT, Kartu Sembako, ya harus disesuaikan dengan itu juga. Nah pertanyaan saya adalah apakah yang dibuat oleh Pak Menteri ini sudah menyesuaikan dengan dinamika perkembangan angka kemiskinan yang ada kita saat ini. Jangan sampai kita membuat anggaran tetapi tidak disesuaikan dengan kondisi objektif dari masalah sosial yang dihadapi oleh kita, Pak Menteri”, tegas Ace.

Untuk diketahui, pagu indikatif Kemensos dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja (RAPBN) tahun anggaran 2021 adalah sebesar Rp. 62.024.269.578.000. Kemensos kemudian mengajukan usul penambahan anggaran sebesar Rp. 4.078.801.260.000. (*)

Berita Terkait

BGN Perketat Tata Kelola Penerimaan Program MBG.
Tim Ekspedisi Patriot Dongkrak Pendapatan Mama OAP Tiga Kali Lipat, Buka Akses Belajar hingga Air Bersih di Papua
Kemendes dan Bank Dunia Sepakat Percepat Realisasi Program SEHATI
3.000 Buku Calistung dan STEM Buka Jalan Belajar bagi Siswa di Kawasan Transmigrasi Manokwari Selatan
Dukung Program Pengelolaan Sampah Terdesentralisasi, PLN EPI Dorong Sampah Jadi Sumber Energi
Selaraskan Risiko Bisnis dan Keberlanjutan, Hutama Karya Petakan Perencanaan TJSL Lintas Anak Perusahaan
Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Gantikan Purbaya
Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Berita Terkait

Friday, 18 September 2026 - 15:44 WIB

BGN Perketat Tata Kelola Penerimaan Program MBG.

Friday, 18 September 2026 - 14:58 WIB

Tim Ekspedisi Patriot Dongkrak Pendapatan Mama OAP Tiga Kali Lipat, Buka Akses Belajar hingga Air Bersih di Papua

Friday, 18 September 2026 - 14:37 WIB

Kemendes dan Bank Dunia Sepakat Percepat Realisasi Program SEHATI

Thursday, 17 September 2026 - 19:22 WIB

3.000 Buku Calistung dan STEM Buka Jalan Belajar bagi Siswa di Kawasan Transmigrasi Manokwari Selatan

Wednesday, 16 September 2026 - 18:23 WIB

Dukung Program Pengelolaan Sampah Terdesentralisasi, PLN EPI Dorong Sampah Jadi Sumber Energi

Berita Terbaru