Jaksa Minta Hakim Tidak Terima PK Djoko Tjandra

Tuesday, 28 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Jaksa Penuntut Umum meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) untuk tidak menerima permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan buronan perkara pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra.

Jaksa selaku pihak termohon meminta Majelis Hakim agar tidak meneruskan berkas permohonan PK Djoko Tjandra ke Mahkamah Agung (MA) . “Bersama dengan ini Jaksa meminta Majelis Hakim, menyatakan, permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Djoko Soegiarto Tjandra harus tidak dapat diterima, dan tidak diteruskan perkaranya ke Mah kamah Agung (MA),” kata Jaksa Ridwan Ismawanta saat menyampaikan pendapat dalam sidang lanjutan permohonan PK Joko Tjandra di PN Jaksel, Senin (27/7).

Permintaan ini disampaikan Jaksa lantaran Djoko Soegiarto Tjandra selalu mangkir dalam tiga persidangan permohonan PK yang diajukannya dengan alasan sakit. Keterangan sakit itu hanya didasari pada surat keterangandokter di Kuala Lumpur,Malaysia. Jaksa juga meminta Majelis Hakim menolak permintaan Djoko Tjandra agar sidang PK digelar secara daring. Hal ini lantaran Pasal 265 ayat (2) KUHAP dan Surat Edaran Mah kamah AgungNomor 1 Tahun 2012 menyatakan terpida na maupun ahli waris yang mengajukan permohonan PK harus hadir dalam persidangan. “Menolak sidang PK secara daring sebagaimana tertuang dalam surat permohonan Djoko Tjandra pada 17 Juni 2020,” kata Jaksa.

Pada kesempatan itu, Jaksa meragukan Djoko Tjandra sedang sakit di Malaysia. Alasan sakit ini dipergunakan Djoko Tjandra untuk mangkir dalam tiga kali persidangan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Jaksa menyatakan, keterangan sakit Djoko Tjandra hanya berdasarkan surat keterangan dokter di sebuah klinik di Kuala Lumpur, Malaysia. Surat kete rangan tersebut tidak diperkuat dengan keterangan lainnya, seperti rekam medis. “Sehingga keterangan sakit tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan untuk mengetahui apakah Djoko Tjandra benar-benar sakit atau tidak,” kata Jaksa Ridwan Ismawanta.

See also  Transjakarta Dukung Polisi Selidiki Atas Insiden Kecelakaan di Jaksel

Untuk membuktikan kebenaran Djoko Tjandra tengah sa kit, Jaksa meminta Majelis Ha kim memerintahkan yang bersangkutan melakukan pemeriksaan di rumah sakit umum atau rumah sakit daerah. Periksa Kuasa Hukum Djoko Tjandra Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami kasus pertemu an antara kuasa hukum Djoko Tjandra atas nama Anita Kolopaking dengan sejumlah jaksa. Dari hasil klarifikasi yang dilakukan di antara kedua belah pihak, pertemuan itu memang benar terjadi. “Intinya pertemuan itu terjadi. Tetapi materi apa yang dilaku kan di dalam pemeriksaan itu tentu mohon maaf tidak bisa kami sampaikan tetapi pada saat simpulan dari hasil klarifikasi nanti akan kita sampaikan,” kata Kepala Pusat Penerangan dan Hu kum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, di Jakarta,

Berita Terkait

Kadin: Ekonomi Digital Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Kemenag Siapkan Dewan Pengawas Baznas, Cegah Monopoli Peran
Telkom Hadirkan Inovasi OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026
HUT RI ke-81, KAI Tebar Diskon Tiket 17 Persen dan Tarif Rp8
AUM BNI Private Tumbuh 21%, Wealth Management Makin Solid
Sambut 74 Peserta Magang Nasional, Menteri Rini: Belajarlah Bagaimana Negara Bekerja untuk Masyarakat
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Iklan Bank BJB, Negara Rugi Rp223,6 Miliar
Dukung DOB Papua Tengah, Kementerian PU Pacu Pembangunan Kantor Gubernur, DPRD, dan MRP

Berita Terkait

Wednesday, 12 August 2026 - 15:31 WIB

Kadin: Ekonomi Digital Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Wednesday, 12 August 2026 - 15:21 WIB

Kemenag Siapkan Dewan Pengawas Baznas, Cegah Monopoli Peran

Wednesday, 12 August 2026 - 13:23 WIB

Telkom Hadirkan Inovasi OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026

Tuesday, 11 August 2026 - 17:42 WIB

HUT RI ke-81, KAI Tebar Diskon Tiket 17 Persen dan Tarif Rp8

Tuesday, 11 August 2026 - 15:12 WIB

AUM BNI Private Tumbuh 21%, Wealth Management Makin Solid

Berita Terbaru

ilustrasi / fot ist

Ekonomi - Bisnis

Ekspor Nonmigas Tumbuh, Defisit Neraca Dagang Juni 2026 Susut

Wednesday, 12 Aug 2026 - 15:46 WIB

Berita Utama

Kadin: Ekonomi Digital Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Wednesday, 12 Aug 2026 - 15:31 WIB

Berita Utama

Kemenag Siapkan Dewan Pengawas Baznas, Cegah Monopoli Peran

Wednesday, 12 Aug 2026 - 15:21 WIB