Selama Pandemi, Permintaan Buah Lokal Melonjak Tajam

Tuesday, 11 August 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Macmud mengatakan bahwa ekspor buah lokal diprediksi mengalami peningkatan yang cukup tajam. Peningkatan terjadi karena permintaan pasar terus melonjak. Utamanya selama pandemi Covid 19.

“Pada bulan Januari hingga Mei, permintaan ekspor buah meningkat sebesar 357 ribu ton. Selanjutnya nlai tambah ekspor juga naik 73,4 persen. Ini merupakan peluang seklagius tantangan untuk meningkatkan produksi buah-buahan kita,” ujar Musdhalifah saat menghadiri webminar Gerakan Konsumsi Buah Nusantara Dalam Rangka menguatkam Bangga Buatan Indonesia, Senin (10/8).

Seperti diketahui, PDB pertanian tumbuh sebesar 16,24 persen pada triwulan-II 2020 (q to q). Bahkan sektor pertanian secara yoy tetap berkontribusi positif hingga sebesar 2,19 persen. Pertumbuhan sektor pertanian disebabkan karena adanya dukungan kuat dari sub sektor pangan 34,77 persen, hortikultura 21,75 persen dan perkebunan 23,46 persen.

Menurut Musdhalifah, berdasarkan catatan Kemenko volume ekspor terbesar secara berturut-turur adalah ekspor ke negara Vietnam, yakni sebesar 27 persen, kemudian Malaysia 19 persen, Tingkok 17 persen, India 10 persen, Hongkong 6 persen, Thailand 6 persen dan UEA 3 persen.

“Untuk itu perlu gerakan besar dalam membangun raksasa yang sedang tertidur. Salah satunya melalui gelar buah nusantara ini,” katanya.

Karena itu, lanjut Musdhalifah pemerintah terus melakukan pengembangan agribisnis hortikultura dengan berbagai cara. Diantaranya dengan melibatkam beberapa Kementerian lain seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.

“Kementan sendiri memiliki tugas dalam mendorong gerakan gedor kawasan buah, gerakan tiga kali ekspor atau gratiek, subsidi ongkos angkut losgistik pangan, pengembangan pasar mitra tani dan toko tani di setiap provinsi,” katanya.

Sementara itu, Rektor Institut Pertanian Bogor, Arif Satria mengatakan bahwa untuk mengembangkan buah nasional diperlukan teknologi secara masif agar terjadi percepatan transformasi.

See also  Pertamina Foundation Bantu 50 Laptop Untuk Pembelajaran Jarak Jauh

“Ini momentumnya dan pandemi covid-19 sangat berpengaruh sehingga kita dituntut untuk lebih punya komitmen bagaimana kemandirian pangan, kemandirian buah-buahan, kemandirian hortikulutura bisa terwujud,” katanya.

Sementara itu, Komite Tetap Pengembangan Hortikultura Kadin Indonesia, Karen Tambayong menyampaikan bahwa Indonesia memiliki 266 jenis buah dan hanya sebagian kecil saja yang dibudidayakan.

“kita mempunyai peluang yang luar biasa pada buah bisbul, kesemek, keledang, matao, tampoi, lahung, jambu bol, kelubi dan lain-lain. Ini yang harus kita budidayakan lagi,” katanya.

Karen berharap perguruan tinggi, pengusaha, petani dan pemerintah bisa berkolaborasi dan bersinergi guna meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas untuk pengadaan produksi buah nasional dengan teknologi terkini sesuai preferensi pasar.

“Kita harus mulai memprioritaskan hortikultura, melakukan sosialisasi, meningkatkan konsumsi buah dan investasi dan meningkatkan ekspor,” tutupnya.(*)

Berita Terkait

Pertamina–POSCO Jajaki Kolaborasi Teknologi Rendah Karbon RI–Korsel
Dari Terputus Jadi Terhubung, Jembatan Gantung Bantaragung Kembali Pulihkan Aktivitas Warga
Konsultasi Regional Program PU 2027, Kementerian PU Dorong Infrastruktur Produktif untuk Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas
Gempa M7,3 Guncang Sulut, Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada
Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH Sepekan Sekali
Ade Yuliasih Soroti Overkapasitas Lapas dan Dorong Pembinaan Ex-Narapidana
Progres Bendungan Manikin Lampaui Target, Perkuat Ketahanan Pangan dan Air di NTT
Segera Beroperasi, Junction Palembang Muluskan Konektivitas Tol Sumatra

Berita Terkait

Friday, 3 April 2026 - 02:17 WIB

Pertamina–POSCO Jajaki Kolaborasi Teknologi Rendah Karbon RI–Korsel

Friday, 3 April 2026 - 02:07 WIB

Dari Terputus Jadi Terhubung, Jembatan Gantung Bantaragung Kembali Pulihkan Aktivitas Warga

Friday, 3 April 2026 - 02:04 WIB

Konsultasi Regional Program PU 2027, Kementerian PU Dorong Infrastruktur Produktif untuk Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas

Thursday, 2 April 2026 - 01:09 WIB

Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH Sepekan Sekali

Wednesday, 1 April 2026 - 16:14 WIB

Ade Yuliasih Soroti Overkapasitas Lapas dan Dorong Pembinaan Ex-Narapidana

Berita Terbaru