Kamala Devi

Thursday, 13 August 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Dahlan Iskan
DAELPOS.com – Devi atau Dewi, artinya penjaga negara. Atau juga bisa diartikan dewa wanita. Kamala, artinya bunga teratai, yang punya makna sumber kehidupan.

Kamala Devi bin Harris, 55 tahun, dipilih Joe Biden untuk menjadi calon wakil presidennya. Yakni untuk bersama-sama menjaga negara Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump kalah di Pilpres 3 November depan.

Kemala Devi Harris dicatat sejarah sebagai keturunan Asia pertama yang menjadi Cawapres Amerika. Ibunyi adalah seorang guru besar: Shyamala Gopalan. Dia  ahli kanker payudara, kelahiran Chennai, pantai timur India, tiga jam penerbangan dari Medan.

Kamala Devi sekaligus keturunan kulit hitam pertama yang jadi Cawapres. Ayahnyi, Donald Harris, kelahiran Jamaica. Ia seorang guru besar ekonomi di UC Berkeley.

Tapi Kamala Harris di urutan ketiga sebagai wanita yang pernah menjadi Cawapres Amerika.

Dua yang pertama gagal terpilih: Geraldine Ferraro dan anda masih ingat, Sarah Palin.

Kamala Harris rasanya tidak akan gagal. Tidak hanya hasil survei, ahli-ahli taktik-politik sudah meramal Joe Biden akan menang.

Trump seperti kehabisan istilah untuk menjatuhkan nama Kamala Harris. “Dia itu menjijikkan,” hanya itu ujar Trump. Sama sekali tidak mengejutkan. Gelar ‘menjijikkan’ sudah sering diberikan Trump untuk banyak tokoh wanita.

Hillary Clinton ia sebut ‘menjijikkan’. Nancy Pelosi ia sebut ‘menjijikkan’. Elizabeth Warren ia sebut ‘menjijikkan’. Dan banyak lagi.

Trump memang termasuk presiden yang kemampuan kata-katanya terbatas.

Dan Trump juga terkenal dengan ketidak konsistenannya.

Sekarang ia menyebut Kamala Harris ‘menjijikkan’. Tapi tahun 2011 Trump menyumbang Kamala Harris 6.000 dolar. Yakni ketika Kamala Devi mencalonkan diri sebagai Jaksa Agung California. Lalu menyumbang lagi saat Kamala maju kembali sebagai calon incumbent jaksa agung.

See also  Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1441H Jatuh pada 31 Juli 2020

Di pemilihan jaksa agung yang kedua itu Ivanka Trump, anaknya, juga menyumbang Kamala 2.000 dolar.

Kamala sendiri menyatakan uang dari Trump dan Ivanka itu tidak pernah digunakan. Akhirnya, belakangan, uang itu dia sumbangan ke perjuangan hak-hak pengungsi masyarakat Amerika Tengah.

Meski dilahirkan di Aukland (kota pelabuhan di utara San Fransisco), Kamala sekolah SD di Berkeley, 1,5 jam naik mobil dari Aukland. Ketika umurnyi baru 7 tahun orang tuanyi bercerai. Kamala dan adiknyi, Maya, ikut ibu mereka ke Kanada. Sang ibu menjadi guru besar di McGill University. Maka Kamala sekolah SMA di Quebec, dekat tempat ibunyi mengajar.

Gelar sarjana politik dan hukum diperoleh Kamala di Washington DC dan UC Hasting di San Fransisco. Kamala pun berkarir di kejaksaan.

Dia terpilih sebagai jaksa distrik. Di sana jaksa itu dipilih langsung oleh rakyat. Kamala lantas ikut pemilihan jaksa di kota besar San Fransisco. Terpilih. Berikutnya ikut pemilihan Jaksa Agung California. Terpilih. Maju lagi terpilih lagi. Sampai 2017.

Tahun itu Kamala menjadi calon anggota Senat dari Dapil California. Pun terpilih. Lalu ikut konvensi calon presiden di Partai Demokrat. Dukungan untuk Kamala sempat tertinggi.  Tapi akhirnya disalip Joe Biden. Kamala pun mengundurkan diri dari pencalonan.

Kamala tidak punya anak. Tapi ia mengasuh dua anak bawaan suaminyi dari perkawinannya terdahulu. Sang suami juga seorang jaksa.

Apakah kerelaan Trump menyumbang Kamala Harris dulu itu bisa menjadi bukti bahwa Trump itu tidak rasis?

Banyak yang menilai sumbangan Trump waktu itu bukan sebagai dukungan kepada keturunan hitam-Asia. Itu dianggap sebagai permainan rolet Trump. Khas pengusaha. Menyumbang dua pihak untuk kepentingannya sendiri.

See also  Jokowi: Kita Bersyukur Dari Awal Memilih Kebijakan PSBB, Bukan Lockdown

Tapi apa komentar Kamala sendiri?

“Itu tidak perlu lagi di perdebatkan. Begitu panjang daftar ucapannya. Begitu banyak Twitter-nya. Lihat juga tindakannya sebagai presiden. Jelas sekali Trump itu punya jiwa kebencian. Membeda-bedakan. Jelas sekali semua itu rasis,” ujar Kamala.

Kamala belum pernah ke Jamaica, kampung halaman bapaknyi. Tapi dia pernah ke Chennai, tempat kelahiran ibunyi. Yakni setelah sang ibu meninggal. Kamala membawa abu ibunyi itu ke India. Lalu menaburkan abu itu di laut dekat Chennai, di Teluk Benggala.(*)

Berita Terkait

Bangun Desa di Bengkulu, Kemendes Kolaborasi dengan Kopassus
HKI Perkuat Reputasi Infrastruktur Berkelanjutan melalui Capaian Tiga Penghargaan IQSA 2026
Mama-mama Kampung Sahari Sulap Ikan Tak Laku Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi
Olahan Matoa Buka Sumber Penghasilan Baru bagi Ratusan Warga Prafi
Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau
Kementerian PU Salurkan 11.800 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jonggol
Bank Jakarta dan ITB Bangun Ekosistem Pendidikan, Riset, dan SDM
PT Astra International Tbk Melalui Nurani Astra Bangun 7 Posko Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur

Berita Terkait

Thursday, 10 September 2026 - 13:51 WIB

Bangun Desa di Bengkulu, Kemendes Kolaborasi dengan Kopassus

Wednesday, 9 September 2026 - 13:36 WIB

HKI Perkuat Reputasi Infrastruktur Berkelanjutan melalui Capaian Tiga Penghargaan IQSA 2026

Tuesday, 8 September 2026 - 13:36 WIB

Mama-mama Kampung Sahari Sulap Ikan Tak Laku Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi

Monday, 7 September 2026 - 13:50 WIB

Olahan Matoa Buka Sumber Penghasilan Baru bagi Ratusan Warga Prafi

Friday, 4 September 2026 - 18:33 WIB

Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau

Berita Terbaru

Berita Utama

Mendes Yandri Berdialog dengan Petani Kopi Desa Megamendung

Friday, 11 Sep 2026 - 18:48 WIB