Mama-mama Kampung Sahari Sulap Ikan Tak Laku Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi

Tuesday, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kelompok Mama-mama dan nelayan di kawasan transmigrasi Kampung Sahari, Kabupaten Fak-fak, Provinsi Papua Barat, berhasil mengangkat nilai jual hasil tangkapan laut melalui program pengolahan produk turunan. Lewat pelatihan dan pendampingan kemandirian, warga kini mampu memproduksi bakso, nugget, kerupuk, abon, dan sambal ikan dari bahan baku yang sebelumnya hanya dijual mentah.

Salah satu bahan baku utamanya adalah ikan sibula, jenis ikan yang melimpah di perairan setempat namun selama ini kurang diminati dan bernilai jual rendah. Ikan yang semula dianggap kurang bernilai itu kini dapat menjadi tumpuan ekonomi rumah tangga warga transmigrasi.

Salah satu peserta pendampingan, Nayu Ohebor, mengatakan program ini membuka jalan baru bagi kemandirian ekonomi di desanya.

“Alhamdulillah, hari ini kami sudah bisa mengelola ikan menjadi abon, bakso, nugget, dan kerupuk. Tadinya ikan hanya kami jual utuh atau untuk dimakan. Sekarang kami bisa bekerja mandiri untuk menambah ekonomi rumah tangga”, katanya, Senin (7/9).

Program pendampingan ini melibatkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) yang mentransfer teknologi tepat guna kepada warga, termasuk teknik sterilisasi pengemasan. Dengan metode tersebut, produk seperti sambal ikan diklaim mampu bertahan hingga empat bulan pada suhu ruang tanpa bahan pengawet.

“Kami melakukan pendampingan intensif kepada warga agar mereka benar – benar dapat melakukan pengolahan hasil laut secara mandiri dan kedepan ini akan menjadi kemandirian ekonomi untuk mereka”, ungkap Kasmiati selaku Ketua TEP Unhas.

Sebanyak 20 Mama-mama dibagi ke dalam empat kelompok usaha kecil, masing-masing dibekali peralatan produksi yang sama. Selain kelompok perempuan, para nelayan laki-laki juga mendapat pelatihan penanganan pascatangkapan ikan secara higienis. Seluruh peralatan produksi tersebut diserahkan kepada warga agar usaha dapat berlanjut secara mandiri.

See also  18 Lembaga Bakal Dibubarkan, Ini Lho PNS yang Terancam Diberhentikan

Melihat potensi ini, warga berencana membentuk kelompok usaha permanen. “Insyaallah kami bermusyawarah untuk membentuk satu kelompok usaha permanen dari hasil kegiatan ini. Harapan kami, program seperti ini terus didatangkan ke Kampung Sahari”, ujar Nayu.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menilai keberhasilan ini menunjukkan pentingnya pendekatan pembangunan yang disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah.

“Tidak ada pembangunan di tanah air ini yang one size fits all. Sistemnya harus tailor-made”, ujarnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.

“Indonesia Emas 2045 harus tetap menjadi visi kita bersama. Kuncinya adalah kualitas sumber daya manusia, inovasi, produktivitas, dan kepemimpinan. Perubahan membuka peluang baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan mengambil peran aktif dalam pembangunan menuju negara maju, adil, dan sejahtera,” ungkap Menko AHY

Program pemberdayaan ini disebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi akar rumput melalui hilirisasi skala rumah tangga.

“Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam. Kita membangun ketahanan pangan nasional. Kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa. Pembangunan harus memastikan rakyat menjadi pelaku utama dan penerima manfaat dari kemajuan ekonomi nasional,” tegas Presiden Prabowo dalam arahannya terkait swasembada dan penguatan ekonomi desa.

Ke depan, warga Kampung Sahari diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar produk olahan laut mereka dan menjadikannya sebagai produk unggulan daerah. (ABR,YOG)

Berita Terkait

Olahan Matoa Buka Sumber Penghasilan Baru bagi Ratusan Warga Prafi
Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau
Kementerian PU Salurkan 11.800 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jonggol
Bank Jakarta dan ITB Bangun Ekosistem Pendidikan, Riset, dan SDM
PT Astra International Tbk Melalui Nurani Astra Bangun 7 Posko Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur
214 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Flores, Kementerian PU Perkuat Layanan Pengungsi
DP Cuma 1 Persen, 130 Ribu Rumah Dipamerkan di Danantara Expo
ignitePRO Hadir di BATIC 2026, Dorong Transformasi AI ke Aksi Nyata

Berita Terkait

Tuesday, 8 September 2026 - 13:36 WIB

Mama-mama Kampung Sahari Sulap Ikan Tak Laku Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi

Monday, 7 September 2026 - 13:50 WIB

Olahan Matoa Buka Sumber Penghasilan Baru bagi Ratusan Warga Prafi

Friday, 4 September 2026 - 18:33 WIB

Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau

Tuesday, 1 September 2026 - 23:53 WIB

Kementerian PU Salurkan 11.800 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jonggol

Tuesday, 1 September 2026 - 19:27 WIB

Bank Jakarta dan ITB Bangun Ekosistem Pendidikan, Riset, dan SDM

Berita Terbaru

foto ist

News

PJJ di Jakarta Diperpanjang, Antisipasi Abu Vulkanik

Tuesday, 8 Sep 2026 - 09:47 WIB

foto ist

News

Anak Krakatau Erupsi, MBG Disetop Sementara

Tuesday, 8 Sep 2026 - 09:30 WIB