Polisi Panggil Pemakai Surat Tes Covid-19 Palsu, Bos Restoran Ikut Dijerat

Tuesday, 19 January 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Setelah Tim Garuda Polresta Bandara Soekarno Hatta (Soetta) meringkus 15 pelaku pemalsuan surat kesehatan Covid-19 (surat hasil rapid dan swab test), polisi mengungkapkan bakal memanggil pihak pembeli atau pengguna jasa surat kesehatan palsu tersebut.

Adapun pembeli atau konsumen terbukti menggunakan surat hasil swab tes negatif Covid-19 palsu yang dijual di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang selama masa pandemi.

“Penyidik akan melakukan pemanggilan terhadap pengguna dokumen kesehatan hasil swab PCR palsu,” terang Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra melalui pernyataan resminya, di Mapolresta Soetta, Senin (18/1/2021).

Masih dari keterangan Adi, kepolisian akan mengembangkan perkara pemalsuan surat hasil swab tersebut di wilayah Bandara Soetta. Alasannya, kepolisian menduga bahwa kegiatan jual-beli tersebut melibatkan sindikat yang luas.

Diberitakan sebelumnya, dalam pengungkapan kasus itu, terdapat 15 orang tersangka yang dibekuk oleh aparat kepolisian. Beberapa di antaranya bahkan merupakan pekerja di lingkungan Bandara. Beberapa di antaranya seperti mantan relawan hingga yang masih aktif sebagai validasi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soetta.

Berikutnya, ada tersangka yang berprofesi sebagai pegawai fasilitas Rapid Tes Kimia Farma di Terminal 2 dan Farma Lab di Terminal 3. Lalu, tersangka lain ada yang berprofesi sebagai sekurti area parkir dan karyawan Lion Air.

“Surat kesehatan untuk proses penerbangan tanpa melalui mekanisme pemeriksaan kesehatan dengan memasang tarif sebesar Rp1 juta sampai Rp1,1 juta,” kata dia.

Adi mengungkapkan terdapat tersangka yang turut dijerat karena menggunakan surat palsu tersebut. Salah satunya yaitu pemilik restoran Konro berinisial CY alias S di wilyah Kepala Gading. Dia diduga telah menggunakan surat palsu tersebut sebanyak 13 kali untuk keperluan pribadinya.

See also  IPA 2024: Dirut Pertamina Beberkan Strategi Jaga Ketahanan Energi dan Kelestarian Lingkungan

“Peran (tersangka) memesan dan menggunakan surat rapid test yang dibuat tersangka 4 sebanyak 13 kali untuk keperluan pribadi dan keluarganya saat melakukan penerbangan melalui Bandara Soekarno-Hatta,” sambungnya.

Para tersangka, menurutnya, memperoleh keuntungan dari penjualan surat palsu tersebut mulai dari Rp50 ribu hingga Rp250 ribu per surat. Karena itu, sindikat tersebut juga melibatkan sejumlah calo tiket yang biasa berada di sekitar wilayah Bandara Soetta untuk mencari calon pembeli.

“Penyidik telah menghubungi Naraya Medical Center, Farmalab dan Fasilitas Kesehatan perihal hasil PCR yang diduga palsu tersebut dan didapatkan keterangan bahwa surat hasil negatif swab PCR, rapid antibodi maupun rapid antigen tersebut adalah palsu,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pemprov DKI Usulkan Modal Dasar Bank Jakarta Naik Jadi Rp26 Triliun
31 Bangunan Terdampak, Warga Kapuk Mulai Angkat Kaki
Blok M Direvitalisasi, Ditargetkan Rampung 2029
Pramono Tinjau Mal Pelayanan Publik, Pastikan Layanan Investasi Tak Berbelit
Bansos KAJ, KLJ, dan KPDJ September Mulai Dicairkan
Soal Desil KJP-KJMU, Pramono: Itu Kewenangan Pusat
LRT Jakarta Layani Lebih dari 100 Ribu Penumpang
Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai

Berita Terkait

Sunday, 11 October 2026 - 18:26 WIB

Pemprov DKI Usulkan Modal Dasar Bank Jakarta Naik Jadi Rp26 Triliun

Saturday, 10 October 2026 - 20:08 WIB

31 Bangunan Terdampak, Warga Kapuk Mulai Angkat Kaki

Tuesday, 6 October 2026 - 19:35 WIB

Blok M Direvitalisasi, Ditargetkan Rampung 2029

Friday, 2 October 2026 - 12:52 WIB

Pramono Tinjau Mal Pelayanan Publik, Pastikan Layanan Investasi Tak Berbelit

Tuesday, 29 September 2026 - 15:13 WIB

Bansos KAJ, KLJ, dan KPDJ September Mulai Dicairkan

Berita Terbaru

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria / foto ist

Ekonomi - Bisnis

Danantara Siapkan PT Kawasan Industri Indonesia, Kelola 35.000 Hektare

Monday, 12 Oct 2026 - 18:55 WIB

Nasional

TEP ITB Dorong Digitalisasi Layanan Kesehatan di Papua

Monday, 12 Oct 2026 - 18:50 WIB

Energy

Srikandi PLN: Soft Skill Jadi Kunci Bersaing di Era AI

Monday, 12 Oct 2026 - 18:31 WIB