Menteri Basuki Tinjau Kerusakan Groundsill Sungai Serayu Akibat Banjir di Kabupaten Banyumas

Thursday, 4 February 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Disela-sela Kunjungan Kerja ke Provinsi Jawa Tengah, Rabu (3/2/2021), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau kerusakan Dam pengendali arus sungai (Groundsill) Sungai Serayu yang tengah dibangun untuk melindungi struktur/pondasi Jembatan Cindaga pada jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas. Banjir yang terjadi di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya pada 19 Oktober 2020 mengakibatkan debit air Sungai Serayu mencapai lebih dari 1.100 m3/detik hingga merusak Groundsill Cindaga yang hampir selesai.

Menteri Basuki mengatakan, pembangunan Groundsill bertujuan untuk mempertahankan dasar sungai agar tidak terjadi penurunan. Sebab, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, dasar sungai mengalami penurunan hingga kurang lebih enam meter.

“Kita buat groundsill (dam pengendali dasar sungai) di hilir dengan meninggikan dasar sungai supaya arusnya tidak terlalu deras dan menghantam kiri dan kanan tebing,” ujar Menteri Basuki.

Groundsill juga berfungsi untuk menahan besarnya arus sungai yang sempat merusak pondasi Jembatan Cindaga yang ada di wilayah tersebut. Selain itu Groundsill ini juga dirancang untuk melindungi Bendung Gerak Serayu yang mengairi 2.200 ha lahan sawah di sekitarnya. Struktur Groundsill membentang Sungai Serayu di Banyumas dengan panjang 160 meter.

Sebelum terjadi banjir pada Oktober 2020, pembangunan konstruksi Groundsill telah mencapai 89% atau tinggal menyisakan 17 meter yang belum tersambung dari sisi kanan ke kiri sungai. Namun akibat banjir pembangunan groundsill yang seharusnya selesai akhir 2020 menjadi tertunda.

Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Ditjen Sumber Daya Air telah merencanakan perbaikan Groundsill pada TA 2021 dimulai dari perbaikan rivetmen dan sayap. Dilanjutkan galian tanah, timbunan cofferdam, dan lanjutan konstruksi Groundsill. Pembangunan kembali groundsill yang rusak akan dilanjutkan kembali setelah kondisi sungai normal dan diperkirakan akan selesai pada akhir 2021.(*)

See also  KPK Tetapkan Tersangka Baru Dalam Perkara Pengadaan Ruang Terbuka Hijau di Pemkot Bandung Tahun 2012

Berita Terkait

Gunakan Pendekatan Octahelix, Mendes Libatkan UMMI dalam Pembangunan Desa
Revitalisasi Madrasah Perkuat Infrastruktur Pendidikan Keagamaan
Kemendes Gandeng KSP Tuntaskan Desa Tertinggal di 30 Kabupaten
PT Hutama Karya (Persero) Perkuat Transformasi ESG dan Budaya Kerja Berkelanjutan
Jalan Lenteng Agung Raya Kembali Dibuka, Kendaraan Sudah Bisa Melintas
Hutama Karya Dukung Lahirnya Inovator Konstruksi Masa Depan di International BIM Innovation Contest Undip 2026
Eks Hotel Sultan Dieksekusi 18 Juni, Negara Ambil Alih Blok 15 GBK
Transformasi RSUD Muara Dua, Hutama Karya Perkuat Infrastruktur Kesehatan Berbasis Teknologi dan Human-Centered Design

Berita Terkait

Saturday, 13 June 2026 - 12:14 WIB

Gunakan Pendekatan Octahelix, Mendes Libatkan UMMI dalam Pembangunan Desa

Thursday, 11 June 2026 - 08:08 WIB

Revitalisasi Madrasah Perkuat Infrastruktur Pendidikan Keagamaan

Monday, 8 June 2026 - 16:43 WIB

Kemendes Gandeng KSP Tuntaskan Desa Tertinggal di 30 Kabupaten

Wednesday, 3 June 2026 - 22:01 WIB

PT Hutama Karya (Persero) Perkuat Transformasi ESG dan Budaya Kerja Berkelanjutan

Tuesday, 2 June 2026 - 16:39 WIB

Jalan Lenteng Agung Raya Kembali Dibuka, Kendaraan Sudah Bisa Melintas

Berita Terbaru

foto ist

Megapolitan

HUT DKI, Pramono Gratiskan Transportasi dan Tempat Wisata

Monday, 15 Jun 2026 - 10:30 WIB