Bertanya Saja Diserang, JK: Bagaimana Mengkritik

Monday, 15 February 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto Ist

foto Ist

 DAELPOS.com – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) di kediaman pribadinya hari ini, Senin (15/2/2021), mengatakan bahwa dirinya mendapat banyak serangan karena pertanyaannya bagaimana mengkritik pemerintah tanpa dipolisikan. Padahal itu untuk kebaikan pemerintah.

Karena itulah JK meminta semua pihak tidak terlalu reaktif menanggapi pertanyaannya tersebut. Menurutnya, dalam sebuah pemerintahan demokrasi, kritik merupakan hal yang sangat penting sebagai bagian dari koreksi jalannya roda pemerintahan.

“Apabila pemerintahan ingin berjalan secara demokratis, maka penting ada check and balancing. Dan apa yang saya kemukakan itu berwujud pertanyaan dan itu wajar bahwa bagaimana dong caranya mengkritik tanpa dipanggil polisi. Itu murni pertanyaan dan banyak menanggapinya secara berbeda-beda terutama buzzer-buzzer ini kan?” kata dia.

JK menilai aneh jika pertanyaannya itu justru diserang oleh berbagai pihak.

 “Ini kesannya bertanya saja tidak boleh, apalagi mengkritik. Padahal pertanyaan saya sederhana sekali, yaitu bagaimana caranya mengkiritik?” kata JK.

JK juga mengapresiasi pihak Istana yang telah memberikan respons terkait pernyataannya itu. Politisi Golkar itu mengatakan, semua pihak menanggapi pertanyaannya tidak dengan tafsir yang macam-macam.

 “Maksud saya bertanya seperti itu, dan itu betul-betul keluar dari hati saya, ingin melihat bagaimana caranya agar pemerintah ini baik dan masyarakat juga baik, jangan disalahartikan dan diberi tafsir yang macam-macam,” jelas JK.

JK juga meminta para pendukung setia Presiden Jokowi agar sejalan dengan keinginan yang bersangkutan. Sebab, Jokowi meminta masyarakat untuk mengkritiknya. Meskipun Jokowi tidak menjelaskan bagaimana caranya agar mengkritik tanpa dipanggil aparat.

Untuk itulah, JK mengajukan pertanyaan tersebut agar masyarakat bisa mendapat penjelasan.

“Sekarang presiden sendiri yang membuka peluang untuk kritik itu, dan itu bagus sekali. Tetapi caranya harus dijelaskan supaya baik untuk pemerintah dan baik untuk masyarakat. Jadi apakah saya salah kalau mengajukan suatu pertanyaan? Nah, dari situ bisa lihat karakter mereka yang mempersoalkan pertanyaan tersebut itu, artinya mereka antikritik dan bertentangan dengan Jokowi, para buzzer-buzzer itu,” tegas JK.

See also  Jokowi LRT Jabodebek Ditargetkan Beroperasi Juni 2022

Berita Terkait

HUT ke-22 DPD Tak Mau Sekadar Seremonial, Sultan Najamudin Dorong Donor Darah Serentak di 38 Provinsi
DPD RI Dorong Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih
Aspirasi Daerah Dorong Pembaruan UU Ketransmigrasian, Komite I DPD RI Buka Ruang Pra-Pembahasan
Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru
Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara
HUT ke-81 TNI Digelar Sederhana, Prabowo-Jokowi-SBY Hadir
HUT ke-81 TNI, Kemhan Komitmen Perkuat Pertahanan Nasional
HUT ke-28, Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun

Berita Terkait

Thursday, 8 October 2026 - 13:20 WIB

HUT ke-22 DPD Tak Mau Sekadar Seremonial, Sultan Najamudin Dorong Donor Darah Serentak di 38 Provinsi

Tuesday, 6 October 2026 - 19:42 WIB

DPD RI Dorong Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih

Tuesday, 6 October 2026 - 16:11 WIB

Aspirasi Daerah Dorong Pembaruan UU Ketransmigrasian, Komite I DPD RI Buka Ruang Pra-Pembahasan

Monday, 5 October 2026 - 13:30 WIB

Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru

Monday, 5 October 2026 - 13:28 WIB

Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara

Berita Terbaru