AHY Pimpin Penanganan Pantura, Giant Sea Wall Disiapkan

Wednesday, 6 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto ist

foto ist

daelpos.com – Pemerintah mulai tancap gas menangani persoalan kronis di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono memimpin langsung kick-off meeting lintas kementerian dan lembaga untuk mendorong percepatan perlindungan, pembangunan, serta pengelolaan Pantura secara terpadu, Senin (4/5/2026).

Dalam rapat tersebut, AHY menegaskan bahwa penanganan kawasan pesisir utara Jawa tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Dibutuhkan langkah besar dan terintegrasi, mengingat kondisi Pantura yang kian mengkhawatirkan.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi menyangkut keselamatan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, dan masa depan kawasan pesisir kita,” tegas AHY.

Salah satu fokus utama yang didorong dalam forum tersebut adalah pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa. Menurut AHY, proyek ini merupakan langkah strategis nasional untuk menjawab berbagai ancaman serius yang terus meningkat di kawasan Pantura.

Ia memaparkan, saat ini wilayah Pantura menghadapi tekanan berat mulai dari meningkatnya frekuensi banjir rob, penurunan muka tanah (land subsidence), hingga dampak perubahan iklim berupa kenaikan permukaan air laut.

Jika tidak ditangani secara serius dan cepat, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang lebih besar, serta mengancam kehidupan jutaan masyarakat yang tinggal di sepanjang pesisir utara Jawa.

Karena itu, AHY menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga, termasuk pemerintah daerah, agar penanganan Pantura bisa berjalan efektif dan berkelanjutan.

Kick-off meeting ini menjadi langkah awal untuk menyatukan visi, menyusun strategi, dan mempercepat implementasi program prioritas, termasuk pembangunan Giant Sea Wall yang diharapkan menjadi solusi jangka panjang.

Pemerintah pun optimistis, dengan koordinasi yang solid dan langkah yang terukur, penanganan kawasan Pantura bisa dilakukan lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

See also  Larang Konsep One Man Show, Mendes Ingin Realisasi Program SEHATI Berbasis Kolaborasi

Berita Terkait

Mendes Yandri Tegaskan Keberadaan KDMP Tidak Akan Menutup Warung-warung di Desa
Menkeu Turun Tangan, Dengarkan Jeritan Nelayan NTT
Kemenag Luncurkan 40 Buku PAI Berbasis AI, Belajar Agama Kini Makin Interaktif
Kemendag Dorong Komersialisasi Kekayaan Intelektual untuk Perkuat Daya Saing Produk Indonesia
BPKP Minta Tim Ekspedisi Patriot Bangun Rantai Pasok Kawasan Transmigrasi
HR CPO Turun, Bea Keluar Agustus Jadi USD 148 per Ton
Dirut Bulog Ajak Penggilingan Padi Perkuat Mutu Beras Nasional
Tinjau Sekolah Rakyat Mamuju, Menteri Dody Targetkan Pembangunan Tuntas Akhir Agustus

Berita Terkait

Friday, 7 August 2026 - 20:06 WIB

Mendes Yandri Tegaskan Keberadaan KDMP Tidak Akan Menutup Warung-warung di Desa

Friday, 7 August 2026 - 13:17 WIB

Menkeu Turun Tangan, Dengarkan Jeritan Nelayan NTT

Thursday, 6 August 2026 - 15:32 WIB

Kemenag Luncurkan 40 Buku PAI Berbasis AI, Belajar Agama Kini Makin Interaktif

Thursday, 6 August 2026 - 15:27 WIB

Kemendag Dorong Komersialisasi Kekayaan Intelektual untuk Perkuat Daya Saing Produk Indonesia

Wednesday, 5 August 2026 - 14:44 WIB

BPKP Minta Tim Ekspedisi Patriot Bangun Rantai Pasok Kawasan Transmigrasi

Berita Terbaru