HNW: Pancasila Anugerah Tuhan Yang Harus Disyukuri dan Dijaga

Wednesday, 10 March 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid / Net

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid / Net

DAELPOS.com – Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengungkapkan bahwa Pancasila adalah pondasi kuat warisan para Bapak Bangsa, sebagai penjaga eksistensi negara Indonesia sejak awal merdeka hingga kini.

Pondasi yang ditanamkan tersebut tidak main-main. Karena, telah melalui pemikiran, diskusi dan perdebatan yang dalam sehingga, walaupun para Bapak Bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta, Moh. Yamin, Moh. Natsir dan lainnya telah wafat seluruhnya, tapi Indonesia tidak ikut wafat.  Sebab, pondasi tersebut telah begitu mengakar menghujam sanubari rakyat dan bertahan sampai sekarang.

“Menurut saya, itu adalah anugerah Allah SWT yang harus kita syukuri bersama dan harus dijaga terus terutama oleh generasi saat ini,” katanya, saat hadir secara virtual pada acara Sosialisasi Empat Pilar MPR kerjasama MPR dengan Yayasan Senyum Bersama Indonesia, kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (8/3/2021).

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang H. Muhdi, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Agama Syarief, Ketua Yayasan Senyum Bersama Indonesia Agus Purwanto, serta perwakilan beberapa Majelis Taklim dan masyarakat sekitar sebagai peserta.

Dari catatan sejarah, lanjut Hidayat, ada contoh nyata negara Yugoslavia yang juga memiliki Bapak Bangsa pendiri negara sekaligus tokoh fenomenal saat itu yakni Josip Broz Tito, malah hancur menjadi negara-negara kecil begitu Bapak Bangsanya tiada.

Padahal, Yugoslavia hanya negara daratan yang tidak teralu besar dengan tiga atau empat etnis serta tiga agama yang berbeda yakni Islam, Kristen Katolik dan Kristen Ortodoks tapi, persatuan mereka sangat ringkih sehingga mudah pecah.

Sedangkan Indonesia, sebuah negara kepulauan yang luas terdiri dari 17 ribu pulau lebih menyebar dari Sabang sampau Merauke, didiami 200 juta lebih manusia terbagi atas 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010 dengan beragam bahasa, warna kulit, agama, kepercayaan, serta budaya, namun landasan berdirinya negara sangat kuat tidak mudah tercerai berai.

See also  Jaksa Fokus Gali Bukti Korupsi Jiwasraya

“Mengapa hal itu bisa terjadi, karena pendiri bangsa Yugoslavia dalam mendirikan negara, tidak menghadirkan satu ideologi yang mampu mempersatukan semua perbedaan yang ada.  Sehingga begitu pendiri bangsanya wafat, pondasi negara tidak kuat menahan berbagai keberagaman, lalu pecah. Indonesia memiiki Pancasila sehingga hal tersebut tidak terjadi,” terang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akrab disapa HNW ini.

Di sesi akhir, HNW mengajak peserta dan seluruh rakyat untuk menghormati Bapak Bangsa Indonesia yang telah susah payah menggali serta menyusun Pancasila yang luarbiasa tersebut dengan cara memahami dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Berita Terkait

Menteri Dody Siapkan 5 Strategi Infrastruktur Tahun 2028, Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
PLN EPI dan FLEXIH Inc. Jajaki Pengembangan Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa
Mendes Yandri Sebut Asta Cita Keenam Jadikan Desa Sebagai Subjek Utama Pembangunan
Pelajari Pertanian Berbasis AI di Chongqing, Iftitah Dorong Investasi Tiongkok ke Papua dan Sulawesi
Ahmad Syauqi Kawal Revitalisasi SMK Muhammadiyah Prambanan
SPBU Bakal Hadir di Tidung, Karya, dan Kelapa
Sidak SPPG Cadek, Sudaryono Tekankan Kepatuhan SOP dan Akurasi Data
Bertemu Mahasiswa Indonesia di Beijing, Iftitah: Ilmu Pengetahuan Harus Jadi Solusi Nyata bagi Rakyat

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 00:01 WIB

PLN EPI dan FLEXIH Inc. Jajaki Pengembangan Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa

Tuesday, 20 October 2026 - 13:20 WIB

Mendes Yandri Sebut Asta Cita Keenam Jadikan Desa Sebagai Subjek Utama Pembangunan

Sunday, 18 October 2026 - 17:29 WIB

Pelajari Pertanian Berbasis AI di Chongqing, Iftitah Dorong Investasi Tiongkok ke Papua dan Sulawesi

Saturday, 17 October 2026 - 18:22 WIB

Ahmad Syauqi Kawal Revitalisasi SMK Muhammadiyah Prambanan

Thursday, 15 October 2026 - 12:54 WIB

SPBU Bakal Hadir di Tidung, Karya, dan Kelapa

Berita Terbaru

News

Perkuat Kompetensi Nuklir, ITPLN Sambangi BRIN

Wednesday, 21 Oct 2026 - 09:09 WIB