Kapal Tanker Raksasa Pertamina Prime Bakal Diserahterimakan Akhir Maret 2021

Wednesday, 10 March 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Subholding Company dari PT Pertamina (Persero), PT Pertamina International Shipping (PIS) melakukan uji coba kapal tanker raksasa keduanya, “Pertamina Prime” selama 6 hari yang dimulai sejak 8 Maret hingga 13 Maret 2021 mendatang. Kapal yang telah melaksanakan steel cutting pada tanggal 20 Desember 2019 ini melakukan sea trial di Goto Islands of Nagasaki Prefecture, Jepang. 

“Sea trial merupakan tahap uji coba kapal guna memastikan performa kapal telah sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan oleh Japan Marine United (JMU) sebagai pembuat kapal,” kata I Putu Puja Astawa, Director of Fleet Management PT Pertamina International Shipping dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (10/3/21). 

Pokok yang menjadi objek uji coba antara lain seperti progressive speed, fuel consumption, turning, vibration, noise level, anchoring, steering gear, performa main engine, endurance, maneuvering kapal, konfirmasi cargo oil pumping rate capacity, running test SOx Scrubber, serta operation test Ballast Water Management System. 

Diharapkan, seluruh objek ini dapat beroperasi dengan baik sehingga kapal dapat mulai dilayarkan di perairan Indonesia. 

“Sebelum nantinya mulai berlayar, semua bagian ini harus dipastikan sudah beroperasi dengan baik. Sehingga saat mulai berjalan, tidak akan ditemukan masalah apapun, performa kapal juga dalam keadaan prima. Kami berharap jika sudah lulus dari uji coba tersebut, PERTAMINA PRIME dapat beroperasi dan melaksanakan tugasnya bersama PERTAMINA PRIDE menjadi urat nadi yang menyalurkan energi untuk negeri” ungkap I Putu Puja Astawa. 

Seperti halnya VLCC pertama, “Pertamina Pride”, Kapal kedua ini pun memiliki kapasitas 2 juta barel yang merupakan single screw driven single deck type crude oil tanker dengan panjang keseluruhan (LOA) 330 meter dan draft 21.5 meter. Di mana, kapal ini dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan feedstock kilang yang dijalankan oleh Subholding Refinery & Petrochemical Pertamina. 

See also  Gelar Speed-Dating ‘LinkUp’, Kolaborasi Telkomsel bersama Xendit dan ANGIN Buka Peluang Akselerasi

Berbagai keunggulan dimiliki oleh kedua kapal milik Pertamina International Shipping (PIS) diantaranya adalah menggunakan teknologi Super Stream Duct pada desain kapal sehingga membuat performa VLCC PERTAMINA PRIME memiliki kecepatan trial sebesar 16.9 knot. 

Selain itu, kapal VLCC mutakhir ini juga telah memenuhi requirement terminal modern di dunia dan regulasi internasional yaitu IMO Annex VI Tier III yang berguna untuk pembatasan emisi gas buang Sulphur Oxide (SOx) dan Nitrogen Oxide (NOx).

“Serah terima kapal “Pertamina Prime” akan dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2021 di Galangan JMU Ariake, Jepang,” pungkas I Putu Puja Astawa.[fah] 

Berita Terkait

Menteri Rosan: Kolaborasi Riset dan Industri Jadi Kunci Hilirisasi Bernilai Tambah
Danantara Resmi Satukan Hotel-Hotel BUMN
OJK Terbitkan POJK Financial Influencer, Perkuat Perlindungan Konsumen
Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung
Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram
BRI Gandeng Syailendra Capital di BRImo
Dua Mesin Ekonomi Digeber, Pemerintah Paksa Perbankan Salurkan Kredit
BTN-KAI Kembangkan 5.400 Hunian TOD di Kawasan Strategis

Berita Terkait

Sunday, 28 June 2026 - 21:19 WIB

Menteri Rosan: Kolaborasi Riset dan Industri Jadi Kunci Hilirisasi Bernilai Tambah

Sunday, 28 June 2026 - 16:40 WIB

Danantara Resmi Satukan Hotel-Hotel BUMN

Wednesday, 24 June 2026 - 18:23 WIB

OJK Terbitkan POJK Financial Influencer, Perkuat Perlindungan Konsumen

Wednesday, 10 June 2026 - 14:25 WIB

Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung

Thursday, 28 May 2026 - 14:43 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Danantara Resmi Satukan Hotel-Hotel BUMN

Sunday, 28 Jun 2026 - 16:40 WIB