Eks Dirut Sarana Jaya Jadi Tersangka, Pemprov DKI Beri Kewenangan Penuh Pada KPK

Saturday, 29 May 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan kewenangan penuh kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendalami kasus dugaan korupsi Rumah DP 0 Rupiah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta kepada nama-nama yang ikut terseret dalam kasus DP 0 Rupiah di kawasan Munjul, Pondok Ranggon, Jakarta Timur untuk jujur dan sesuai fakta dalam memberi keterangan kepada KPK.

“Bagi semua yang terlibat juga harus memberikan keterangan sebaik-baiknya,” kata Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (28/5).

Karena itu, Riza mengatakan pihaknya akan menyerahkan seluruh perkara ini kepada yang memiliki tugas yaitu KPK.

“Apapun hasilnya nanti tentu kita harus hormati, semua punya hak masing-masing,” ujarnya

Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh PNS DKI dan jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI agar lebih berhati-hati. Semua program yang sedang digarap harus dilaksanakan sesuai dengan regulasi, aturan dan ketentuan yang ada.

“Dan juga tidak kalah penting mari kita pastikan bahwa Jakarta harus bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ungkapnya.

Terkait kasus ini, Riza tak mau lebih jauh berkomentar soal penetapan tersangka dan penahanan eks Dirut Sara Jaya, Yoory. Pasalnya, hal itu telah menjadi kewenangan KPK.

“Pemprov mengajak kita semua untuk selalu membiasakan asas praduga tak bersalah pada semua pihak,” tandas politikus Partai Gerindra.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan mantan Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan sebagai tersangka dan resmi ditahan atas kasus korupsi pengadaan lahan di Munjul, Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Diketahui, Tak cuma Yoory, namun ada tiga orang lainnya yang ditetapkan tersangka yaitu Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene (AR), Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian (TA), dan Korporasi PT Adonara Propertindo.

See also  Terbukti Bersalah Cemari Lingkungan, PT SS Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 48 Miliar

Untuk saat ini, Yoory ditahan sementara di Rumah Tahanan KPK di Markas Polisi Militer Jalan Sultan Agung Nomor 33, Manggarai, Guntur, Jakarta Selatan. 

Berita Terkait

OJK Cabut Izin Usaha PT Credit Saison Indonesia Finance
Kasus Ijazah Palsu, Wagub Babel Hellyana Diberhentikan Sementara
Disorot Ombudsman, Perabotan Lapas Cibinong Dicopot
Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem Makarim Jadi 9 Tahun
Operasi ODOL Digelar, 46 Truk Diperiksa, 12 Kena Tilang
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Pati Botok
Mas Botok Dibawa Polisi dari Depan DPR, Warga Sempat Kepung Petugas
OTT KPK Bongkar Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed

Berita Terkait

Thursday, 1 October 2026 - 15:02 WIB

OJK Cabut Izin Usaha PT Credit Saison Indonesia Finance

Tuesday, 29 September 2026 - 17:16 WIB

Kasus Ijazah Palsu, Wagub Babel Hellyana Diberhentikan Sementara

Monday, 28 September 2026 - 22:17 WIB

Disorot Ombudsman, Perabotan Lapas Cibinong Dicopot

Thursday, 24 September 2026 - 18:24 WIB

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem Makarim Jadi 9 Tahun

Friday, 28 August 2026 - 15:30 WIB

Operasi ODOL Digelar, 46 Truk Diperiksa, 12 Kena Tilang

Berita Terbaru

Nasional

Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 18:48 WIB

Energy

Fasilitasi OTA Wolbachia di Kampus, ITPLN Aktif Berantas DBD

Wednesday, 7 Oct 2026 - 16:39 WIB