Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem Makarim Jadi 9 Tahun

Thursday, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim  / foto ist

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim / foto ist

daelpos.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menjalani sidang putusan banding perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, Kamis (24/9).

Nadiem tiba di PT DKI Jakarta sekitar pukul 09.10 WIB. Sebelum persidangan dimulai, Nadiem meminta doa dan dukungan masyarakat.

Ia juga menyatakan telah membuktikan tidak adanya kerugian negara, konflik kepentingan, maupun aliran dana dalam perkara yang menjeratnya.

Namun, Majelis Hakim PT DKI Jakarta dalam putusan banding tetap menyatakan Nadiem terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Hukuman yang dijatuhkan sebelumnya 10 tahun penjara dipangkas menjadi 9 tahun.

Selain pidana penjara, Nadiem juga dijatuhi denda Rp1 miliar. Jika denda tersebut tidak dibayar, akan diganti dengan pidana kurungan selama 140 hari.

Majelis hakim banding turut mengurangi kewajiban uang pengganti yang sebelumnya mencapai sekitar Rp809,59 miliar menjadi sekitar Rp548,7 miliar.

Sebelumnya, dalam sidang pokok perkara di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Nadiem divonis 10 tahun penjara. Vonis tersebut lebih rendah dibanding tuntutan jaksa yang meminta hukuman 18 tahun penjara.

Dalam putusan tingkat pertama, hakim juga menetapkan uang pengganti sebesar Rp809.590.125.000. Tuntutan jaksa agar Nadiem membayar sekitar Rp4,8 triliun tidak seluruhnya dikabulkan.

Dalam perkara tersebut, hakim tingkat pertama menyatakan kerugian negara mencapai sekitar Rp1,56 triliun berdasarkan hasil audit BPKP.

Putusan banding ini belum menjadi akhir perkara. Nadiem menyatakan akan menempuh upaya hukum kasasi atas putusan tersebut.

See also  Mardani Ali Sera Minta Pemerintah Batasi TNI-Polri Duduki Jabatan Sipil

Berita Terkait

Keminveshil/BKPM Cabut Izin Tambang PT Kristalin Ekalestari di Papua
Senator Filep Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual
OJK Cabut Izin Usaha PT Credit Saison Indonesia Finance
Kasus Ijazah Palsu, Wagub Babel Hellyana Diberhentikan Sementara
Disorot Ombudsman, Perabotan Lapas Cibinong Dicopot
Operasi ODOL Digelar, 46 Truk Diperiksa, 12 Kena Tilang
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Pati Botok
Mas Botok Dibawa Polisi dari Depan DPR, Warga Sempat Kepung Petugas

Berita Terkait

Saturday, 24 October 2026 - 07:33 WIB

Keminveshil/BKPM Cabut Izin Tambang PT Kristalin Ekalestari di Papua

Saturday, 17 October 2026 - 18:20 WIB

Senator Filep Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual

Thursday, 1 October 2026 - 15:02 WIB

OJK Cabut Izin Usaha PT Credit Saison Indonesia Finance

Tuesday, 29 September 2026 - 17:16 WIB

Kasus Ijazah Palsu, Wagub Babel Hellyana Diberhentikan Sementara

Monday, 28 September 2026 - 22:17 WIB

Disorot Ombudsman, Perabotan Lapas Cibinong Dicopot

Berita Terbaru

News

Menanti Hoegeng di Era Modern: Oase Kapolri Suyudi

Sunday, 8 Nov 2026 - 10:28 WIB