Menkop Teten: Aceh Punya Koperasi Wanita Gayo yang Mendunia

Friday, 18 June 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo), yang telah malang-melintang di pasar internasional.

Kokowagayo menjadi satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam organisasi petani kopi wanita internasional berbasis di Peru, Amerika Selatan, yaitu Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino.

“Kokowagayo ini sudah mendunia. Menjadi kebanggaan Indonesia, bahwa ada koperasi wanita kiprahnya diakui secara internasional,” ucap Teten dalam kunjungan kerjanya ke Kokowagayo di Bener Meriah, Aceh Tengah, Jumat (18/6).

Kopi Gayo dari Aceh Tengah, kata Teten, memang menjadi salah satu kopi terbaik yang diakui dunia. Namun, ada beberapa kendala yang dihadapi para petani kopi gayo di Aceh Tengah, termasuk Kokowagayo, yaitu masalah harga dan kualitas kopi.

Menuru Teten, saat ini, harga kopi mulai membaik menjadi 6 dolar Amerika Serikat atau setara Rp86.299 per kilogram (kg) di pasar New York. Sebelumnya hanya di angka 5,9 dolar AS atau setara Rp84.916 per kg.

“Sementara harga kopi kita ini sebenarnya mahal, di harga 11 dolar AS, atau sekitar Rp158.270 per kilogram. Kenaikan harga kopi ini kemungkinan karena produksi dunia yang turun, termasuk Brazil. Ini bisa berimbas pada permintaan kopi Indonesia akan tinggi. Jadi, stok lama di dalam negeri bisa diserap pasar luar negeri,” imbuhnya.

Di tengah harga komoditas pertanian yang turun di saat panen raya, justru kopi melimpah. Untuk itu Teten menegaskan, agar tata niaga kopi di Aceh Tengah diperbaiki. Terutama kelembagaannya lewat koperasi.

“Saya mengusulkan agar memperkuat koperasi-koperasi di sektor pangan/riil. Karena 59 persen koperasi masih banyak yang bergerak di sektor simpan pinjam,” pintanya.

See also  Kunjungi Jambi, Menteri LHK Bersama Dubes Norwegia Apresiasi Keberhasilan Pengelolaan Gambut dan Hutan Sosial

Ketua Kokowagayo, Rizkani Melati, mengatakan, seluruh anggota koperasi ini diisi oleh petani kopi perempuan, yang berjumlah 409 orang dan mengelola lahan sebanyak 342 hektare (ha).

“Kami menjual green bean, pasarnya mayoritas sekitar 70 persen ke Amerika Serikat, 20 persen ke Eropa, dan sisanya 10 persen ke Australia dan Asia,” rincinya.

Saat ini, aset Kokowagayo mencapai Rp8,5 miliar. Sementara per tahun, kapasitas produksi Kokowagayo mencapai 450.000 ton. Sekitar 20 kontainer, atau sekitar 422.400 ton, diperuntukkan bagi pasar luar negeri.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bener Meriah, Dailami merinci, jumlah petani di Bener Meriah mencapai 64 ribu. Namun, mayoritas lahan kopi di Kabupaten Bener Meriah masih dikelola secara perorangan.

“Tapi kami semua di sini punya keunggulan karena ditanam secara organik. Paling hanya 1 persen yang pakai pupuk,” kata Dailami.

Sehingga tak heran, kata Dailami, bahwa kopi Gayo asal Bener Meriah ini mampu menarik pasar dunia. Di Bener Meriah, sambung dia lagi, pembeli kopi petani banyak dilakukan oleh beberapa koperasi. Di antaranya Koperasi Buana Mandiri, Koperasi Bahtera Permata Gayo, dan termasuk Kokowagayo.

“Kami berharap support KemenKopUKM dan juga LPDB-KUMKM agar koperasi-koperasi lain bisa membantu menumbuhkan ekonomi petani kopi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kementerian PU Kebut Pemulihan Sanitasi Permanen Pascabencana Tapanuli dan Sibolga
Di Tengah Keterbatasan Guru, TEP Unhas Nyalakan Semangat Belajar Anak Parudongka
Mendes Yandri Siap Dukung Poliran Lewat Program Desa Tematik dan Desa Ekspor
Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama
Menteri Dody Susuri 3,5 Km Kali Angke, Instruksikan Normalisasi dan Pelebaran Sungai untuk Kurangi Risiko Banjir
Hutama Karya Gaungkan Semangat Sumpah Pemuda di Empat Lokasi
Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards
Kementerian PU Tangani Longsor, Jalan Tarutung–Sipirok Kembali Bisa Dilalui

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 17:50 WIB

Kementerian PU Kebut Pemulihan Sanitasi Permanen Pascabencana Tapanuli dan Sibolga

Monday, 2 November 2026 - 13:12 WIB

Di Tengah Keterbatasan Guru, TEP Unhas Nyalakan Semangat Belajar Anak Parudongka

Sunday, 1 November 2026 - 00:08 WIB

Mendes Yandri Siap Dukung Poliran Lewat Program Desa Tematik dan Desa Ekspor

Saturday, 31 October 2026 - 18:17 WIB

Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama

Friday, 30 October 2026 - 22:16 WIB

Menteri Dody Susuri 3,5 Km Kali Angke, Instruksikan Normalisasi dan Pelebaran Sungai untuk Kurangi Risiko Banjir

Berita Terbaru

Megapolitan

UPT PPPA DKI Perkuat Perlindungan dan Pengasuhan Anak

Tuesday, 3 Nov 2026 - 17:22 WIB